:: CARA WANITA HAID MENGHIDUPKAN LAILATUL QADAR


Bagaimana cara wanita haid menghidupkan lailatul qadar?

Jawaban:
Untuk wanita haid yang ingin mendapatkan malam lailatul qadar

Wanita haid bisa melakukan banyak ibadah selain shalat.

Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, “Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, Insya Allah mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat. Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadar, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah. Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah:

1. Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf.
2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya.
3. Memperbanyak istigfar.
4. Memperbanyak doa.
5. Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ucapkanlah,

‘اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي’

(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)’” (Hadis sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu majah)

Dalam Fatwa Islam Tanya-Jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid. Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mencakup semua bentuk ibadah. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, ‘Makna ‘menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.’

An-Nawawi mengatakan, “Makna ‘menghidupkan lailatul qadar’ adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk shalat dan amal ibadah lainnya.’”

Jadi meskipun wanita berhalangan, Insya Allah mereka masih bisa untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Allahu a’lam.

Disusun oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

:: WAKTU-WAKTU YANG BAIK/MUSTAJAB DI BULAN RAMADHAN



Ada dua waktu yang baik di bulan ramadhan ini, adalah :

1. PADA SAAT AKAN BERBUKA PUASA

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. (HR Ibnu Majah)

“Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dengan lafaz dari at-Tirmidzi)

Karenanya para ulama salaf sangat mengagungkan waktu penghujung hari (sore hari) karena ia menjadi penutup hari puasa. Sesungguhnya orang cerdas, tentunya akan memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk berdoa.


2. PADA SAAT SAHUR


"Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzariyat: 18)

Imam Mujahid dan lainnya mengatakan, "(di akhir-akhir malam) mereka mengerjakan shalat." Ulama lainnya mengatakan, "Mereka shalat malam dan menutupnya dengan istighfar sampai menjelang fajar." Ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala: "Dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)

Karenanya perbanyak doa, istighfar, zikir dan membaca al Qur'an

Kemudian Ibnu katsir berkata, "Jika istighfar di dalam shalat maka itu lebih baik." Beliau berhujjah dengan hadits shahih,

"Sesungguhnya Allah turun setiap malam ke langit dunia saat seperti tiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Adakah orang yang mau bertaubat sehingga Aku ampuni dia? Adakah orang yang beristighfar sehingga aku ampuni dia? Adakah orang yang meminta (kepada-Ku) sehingga aku beri permintaannya? Sehingga terbit fajar


Karenanya , begitu sayang bila waktu banyak terbuang sia-sia , terutama saat sore hari menjelang saat berbuka puasa .


3. SAAT MALAM LAILATUL QADAR 

Allah subhana wa Ta'ala berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Bahwasanya (pahala) amalan pada malam yang barakah itu setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda:

“Barangsiapa menegakkan solat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)



Karenanya , perbanyaklah doa dan munajat " untuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat" ,  di waktu-waktu yang baik ini,  di bulan penuh ampunan , rahmat dan keberkahan dari Allah yang dibukakan lebar-lebar bagi kita umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasaallam 




Wallahu a'lam bishawab
Barakallahufikum ..

:: PENGHUNI LANGIT PUN MENANGIS DI AKHIR BULAN RAMADHAN





Dari Jabir radhiallahu 'anhu dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda yang artinya : Apabila malam akhir bulan ramadhan , maka menangislah semua penduduk langit , bumi dan para malaikat karena musibah yang menimpa umat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah ditanya : musibah apakah itu ya Rasulullah?

Beliau menjawab : " Perginya bulan ramadhan ; karena didalam bulan ramadhan itu , semua doa dikabulkan , semua sedekah diterima , dan semua kebaikan dilipat gandakan pahalanya serta siksa pun ditolak / dihentikan . Apakah ada musibah / bencana yang lebih besar dari perginya bulan ramadhan ? Kalau semua langit dan bumi menangis sebab kepentingan kita , tentunya kita lebih berhak menangis dan lebih sayang dengan terputusnya segala keutamaan dan kemuliaan ini . Allahu 'alam ( Hayatul Quluubi ) . Allahu a'lam

*************


DOA DAN MUNAJAT DI PENGHUJUNG RAMADHAN

Ya Allah ,
Awasilah kami dengan mata-Mu yang tidak pernah tidur
Lindungilah kami dengan kekuatan-Mu yang tidak pernah tertandingi
Rahmatilah kami dengan kekuasaan-Mu ,

Ya Rabbi...Wahai Dzat yang Maha Tinggi ...
Engkaulah tumpuan harapan kami
Alangkah Banyak Nikmat yang telah Engkau berikan
Namun betapa sedikitnya kami Bersyukur ..
Alangkah banyak cobaan yang Engkau timpakan
namun betapa sedikitnya kami bersabar ..

Wahai Dzat yang Maha Melihat ...
Yang tatapanNya tak pernah luput ..
Kami tersungkur malu ,
di bawah naungan kasih sayang Mu yang Suci ..

Duhai Pemilik Kebaikan yang tiada pernah habis ..
Pemilik Nikmat Yang tiada terhitung ..
Kami memohon kepada -Mu
Dengan segala kerendahan hati

Karuniakan rahmat dan ampunan bagi kami ...
Bagi keluarga, orang tua dan anak cucu kami ..
Seluruh sahabat dan saudara seiman kami ..
Selamatkan kami ya Allah dari keburukan iman,
Selamatkan kami dari siksa api neraka ..

Wahai Dzat yang tak pernah dirugikan oleh dosa dosa hamba hambaNya ..
dan Tidak berkurang kesempurnaan-Nya karena memberi ampunan ..
Topanglah Agama kami dengan dunia yang Halal lagi Engkau Ridhoi
Topanglah akhirat kami dengan sinar taqwa ..

Ya Rahim...
Kami memohon kepada Mu
Ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima , hati yang khusyu'

Derajat surga yang tinggi ..
Kesabaran yang luas ..
Rizqi yang berkah ..

Keluarga yang sakinah ..
dan Keselamatan dari segala bencana ..
Keimanan yang kokoh ..
Kenikmatan serta lezatnya beribadah ..
Kecintaan yang semakin lekat ..
Dan akhir kembali yang terbaik dalam kecintaan MU ..

Ya Allah yang tiada Rabb selain Engkau
Kukuhkanlah sikap pandai bersyukur atas segala Nikmat dan keselamatan yang Engkau berikan
Rasa Cukup kami kepada Mu dan hanya dengan Mu ..
Tiada daya dan upaya kami , kecuali atas pertolongan MU ..
Wahai Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Perkenankanlah do'a kami ya Rabb
Hanya Engkau lah Dzat yang Maha Pengasih dari yang pengasih
dan Hanyalah Engkau Dzat Pengabul segala Do'a ...

Aamiin yaa Mujibasailin ..
Aamiin yaa Rabbal alamiin ..

:: SUBHANALLAH, RAHASIA KASIH SAYANG ALLAH DIBALIK : " PUASA ITU UNTUK KU "



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Setiap amalan anak adam, pahalanya akan digandakan sepuluh kali ganda sehinggalah tujuh ratus kali ganda. Allah berkata: Kecuali puasa. Sesungguhnya ia milik Aku. Aku lah yang akan memberikan ganjaran pahalanya. Orang yang berpuasa itu telah meninggalkan nafsu syahwat dan makan minum karena Aku. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: Kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada wangian kasturi. [Sahih Muslim, Kitab Puasa, Bab Fadhilat Puasa, hadis no:1952]

Kenapakah Allah membedakan antara puasa dan ibadah yang lain?

** Puasa itu Sabar

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [az-Zumar 39:10]

sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.
Seorang lelaki daripada Bani Sulaim berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengira-ngira dengan tangannya; Tasbih (Subhanallah) itu separuh daripada timbangan mizan, Alhamdulillah pula memenuhi timbangan itu, Takbir (Allahuakbar) pula mengisi apa yang ada antara langit dan bumi. Puasa itu separuh daripada kesabaran. Bersuci itu separuh keimanan. [Sunan at-Tirmizi, Kitab ad-Daawat (Doa), hadis no: 3465, hadis hasan]

Al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali menguraikan dalam Lathoif al-Maarif:
Amalan puasa terkecuali daripada amal-amal yang dilipat gandakan. Kesemua amalan yang lain digandakan pahalanya sepuluh kali ganda sehingga tujuh ratus kali ganda kecuali puasa. Sesungguhnya pahala puasa tidaklah dibataskan gandaan pahalanya, bahkan Allah akan menggandakan pahalanya dengan gandaan yang banyak tanpa ada batasan.

Kata Al-Imam Ibn Rajab lagi:

Sabar itu ada tiga jenis: (Pertama) Sabar dalam mentaati Allah. (Kedua) Sabar daripada melakukan perkara yang Allah haramkan. (Ketiga) Sabar atas segala musibah yang mendatang. Ketiga-tiga jenis sabar ini berkumpul dalam ibadah puasa. Dalam ibadah puasa terdapat kesabaran dalam mentaati Allah, sabar dalam menghadapi perkara yang Allah haramkan ke atas orang berpuasa daripada nafsu syahwatnya, dan bersabar atas apa yang akan menimpa seseorang yang berpuasa seperti kelaparan, dahaga, lemahnya tubuh badan. Semua penderitaan ini yang berpunca daripada ketaatan kepada Allah akan membuahkan pahala kepada pelakunya.

Gandaan pahala puasa tanpa batas di atas hakikatnya umum untuk semua jenis puasa tidak hanya dalam bulan Ramadhan atau pun luar Ramadhan.

Al-Imam Ibn Rajab menukilkan beberapa kalam ilmuan Islam dalam hal ini:
Abu Bakar bin Abi Maryam meriwayatkan daripada guru-gurunya bahwa mereka pernah berkata: Apabila masuknya bulan Ramadhan, bergembiralah dengan bersedekah. Sesungguhnya sedekah pada bulan Ramadhan itu digandakan pahalanya seperti pahala yang orang di jalan Allah. Tasbih dalam bulan Ramadhan lebih afdhal daripada seribu kali tasbih di tempat lain.

Imam an-Nakhai pula berkata: Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih baik daripada puasa seribu hari. Bertasbih dalam bulan Ramadhan lebih baik sebanyak seribu kali bacaan tasbih. Satu rakaat solat dalam Ramadhan lebih baik daripada seribu rakaat di luar sana. Ibadah puasa itu sendiri secara zatnya menggandakan puasa pelakunya berbanding amal-amal yang lain. Berpuasa di bulan Ramadhan lebih afdhal daripada segala jenis puasa. Ini karena kemuliaan bulan Ramadhan dan kemuliaan puasa yang Allah wajibkan atas hamba-hambanya..

** Puasa Ibadah Rahasia Seorang Hamba dan Tuhan

Puasa itu adalah rahasia antara seorang hamba dengan tuhannya. Tiada seorang pun tahu yang dia berpuasa atau tidak karena ia bergantung kepada niat hatinya. Tiada yang mengetahui kecuali Allah. Seorang hamba itu (apabila berpuasa) dia meninggalkan kehendak nafsu syahwatnya yang mana kebiasaannya dia secara sembunyi-sembunyi melakukannya.

Sesungguhnya sesiapa yang meninggalkan kehendak nafsunya karena Allah, bukan karena yang lain. melainkan karena suruhan dan larangan Allah. Ia menunjukkan betapa murninya keimanan dia dan " Allah CINTA kepada hamba-hambaNya yang bergaul denganNya secara RAHASIA antara mereka dan Allah.

Orang yang mencintai Allah suka agar hubungan cintanya berlaku secara rahasia antara mereka dengan yang mana tiada seorang pun yang mengetahui tentang hubungan mereka. Sehingga sebahagian mereka suka jika ibadah mereka tidak diketahui oleh malaikat yang mencatat amalnya..

** Pahala Puasa Tidak Terhapus Sebagai Kafarah Dosa

Al-Imam Ibn Rajab berkata:
Pengecualian puasa daripada ibadah-ibadah lain adalah berbalik kepada persoalan kafarah kepada dosa-dosa yang dilakukan.

Imam al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra menjelaskan ulasan Al-Imam Sufyan bin Uyainah kepada hadis di atas:

Seorang lelaki telah bertanya kepada al-Imam Sufyan bin ‘Uyainah:

Wahai Abu Muhammad! Terangkan kepada aku tentang hadis nabi sallallahu ‘alaihi wasallam daripada Allah: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya ia milik aku dan akulah yang akan membalasnya.

Al-Imam Ibn ‘Uyainah menjawab: Ini merupakan hadis yang paling pemurah isi kandungannya. Apabila berlakunya hari kiamat, Allah akan menghisab amalan hambanya. Kezaliman akan dihukum dengan semua amalan pelakunya dijadikan kafarah kepada dosa kezaliman tersebut tanpa tinggal sedikit pun kecuali puasa. Lalu Allah menjadikan pahala puasa untuk memperbaiki kezaliman tersebut. Lalu pelaku kezaliman itu dimasukkan ke dalam syurga karena pahala puasa tadi.

Imam Ibn Rajab lalu menyimpulkan:

Sesungguhnya puasa adalah milik Allah. Dan pahala puasa itu akan kekal bersama pemiliknya..



Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar ..



Wallahu a'lam bishawab

Semoga Allah senantiasa membimbing kita , menerima amal ibadah kita dan menyampaikan kita pada ampunan, rahmat dan kasih sayang serta Cinta Nya. اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ


Sumber:
Lathoif al-Maarif oleh Al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali (Maktabah Syamilah)

:: PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Diantara persiapan menyambut Ramadhan adalah :

1. Memperbanyak do'a agar Allah mengaruniakan umur kepada kita sehingga kita dapat bertemu dengan Ramadhan yang akan tiba beberapa hari lagi

2. Bertaubat kepada Allah, dengan bertaubat maka diharapkan akan berguguran dosa-dosa kita di masa lalu dan Allah akan mudahkan kita dalam beramal di bulan penuh rahmat ini

3. Mencari ilmu tentang Ramadhan dan segala amalan sholih yang dapat dilakukan dan mendatangkan pahala yang besar selama bulan Ramadhan

4. Memperbanyak ibadah sebagai sarana 'pemanasan' menghadapi Ramadhan agar di bulan Ramadhan tubuh kita terbiasa dengan amalan yang banyak

5. Membuat agenda amal sholeh dan memasang target amalan yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan.
Contoh: target dapat membaca Al Qur'an dengan lancar, menghafal surat-surat pendek dari juz 'amma, banyak bersedekah kepada faqir miskin sebanyak jumlah tertentu setiap harinya dll

6. Menyambut Ramadhan dengan gembira dan disunnahkan untuk saling mengucapkan selamat menjalani Ramadhan dan menyampaikan berita gembira akan datangnya Ramadhan kepada sesama muslim

7. Berdoa agar diberi semangat/gairah yang tinggi, kemampuan , kesehatan dan kelapangan oleh Allah dalam memaksimalkan diri menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Karena Allah jualah yang memberikan kemampuan serta pertolongan kepada hamba-hamba Nya yang ingin mendekat kepada Nya.

8. Membersihkan hati.

9. Menanamkan perasaan pada diri: bisa jadi ini adalah Ramadhan saya yan terakhir, sehingga kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani setiap amal sholih didalamnya

Ataakum Ramadhan, syahrul Mubarok
(telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan)

والله أعلم بالصواب

Semoga bermanfaat , dan Allah Ta'ala menyampaikan kita pada rahmat serta Karunia Nya. Aamiin .

 

Ust. Muhammad Nuzul Dzikri

:: KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN


Bismillāhir-rahmānir-rahīm.
Ássalamu álaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puasa diwajibkan atas umatNya sebagai amalan Taqwa. FirmanNya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah 183)

Dalam Hadits Qudsiy berikut ini:“Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya.”Hadits ini menunjukkan keutamaan puasa di banding amalan yang lain dan besarnya pahala yang akan Allah berikan kepada orang yang berpuasa, karena Dia yang akan membalasnya. Masya Allah.

◆ KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN ◆

Keutamaan Puasa di Bulan Ramadlan dan di Luar Bulan Ramadlan sangat banyak dan diantaranya adalah:

1.● Diampuni dosa-dosanya yg terdahulu.

Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)

Dari Abu hurairoh r.a Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: ”Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala keridhoan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yg terdahulu." (HR. Bukhari No.38)

2.● Puasa adalah Perisai dari Api Neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

3.● Amalan Puasa memberi Syafaat Pada Hari Kiamat

Rasulullah bersabda : “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menahannya dari tidur malam hari maka berilah syafaat karenanya.” Rasulullah bersabda, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad No.6626, dishahihkan al-Albani)

4.● Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yg berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh 70 musim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.● Orang Berpuasa Akan Mendapat pintu surga Ar-Rayyan.

Sahl bin Sa’d r.a berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang di sebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya. Jika orang terakhir yg berpuasa telah masuk ke dalam pintu tersebut maka pintu tersebut akan tertutup. Barang siapa yang masuk, maka ia akan minum dan barang siapa yang minum maka ia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR. Bukhari No.1896 dan Muslim).

6.● Pahala puasa akan dilipat gandakan.

Rasulullah saw bersabda : ”Semua amalan anak Adam untuknya dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) 10 kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku.” (HR Muslim).

7● Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)

8.● Meraih 2 Kebahagiaan bagi Orang yg Berpuasa.

Rasulullah saw bersabda : ”Untuk orang yg berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat menemui Tuhannya.” (Muttafaq ‘Alaihi).

9.● Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

10.● Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)

Maroji’: Shifat Shaum Nabi fi Ramadhan, Syaikh Salim Al Hilali & Syaikh Ali Hasan Al Halabi dan berbagai sumber.
●▬▬▬▬▬▬▬▬▬◆▬▬▬▬▬▬▬▬▬●

Marhaban ya Ramadhan ..
Semoga Allah menjadikan kita insan-insan yang bertakwa. Aamiin.

:: MUTIARA KHUTBAH RASULULLAH SAAT MENYAMBUT BULAN SUCI




Mutiara Hikmah Khutbah Nabi Muhammad Saw Dalam Menyambut Bulan Suci

====================================

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb
Sahabatku rahimakumullah,
Dalam Kitab “Minhaj Al-Balaghah” diriwayatkan dari Imam Ali Bin Abi Thalib kw, hadits yang panjang tentang “Khutbah Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan”. Seperti biasa, khutbah Nabi Saw itu sangat penuh makna dan menyentuh hati. Di tengah-tengah khutbahnya, Nabi Saw melayani pertanyaan para sahabatnya.

Rasul Saw memulai Khutbah beliau dengan mengingatkan akan kedatangan bulan istimewa, bulan yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Siangnya, malamnya maupun jam demi jamnya adalah yang paling utama.

Dalam salah satu hadits shahih yang sampai kepada kita, tentang keutamaan bulan suci Ramadhan, diriwayatkan, Nabi Saw bersabda “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, mengahapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang-orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (H.R. At-Thabrani)

-------------------------------------------------------
Dalam awal khutbahnya, Rasul Saw bersabda:
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.”
------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan Tuhan, bulan yang penuh berkah, dimana Rasul Saw juga mengingatkan, bahwa Allah mengundang kita menjadi tamu Allah di bulan Ramadhan. Di bulan ini setiap hembusan nafas kita akan menjadi tasbih. Tidur kita dihitung sebagai ibadah. Banyak yang meragukan hadits tidurnya orang berpuasa itu ibadah. Tentu saja maksud Nabi, lebih utama jika kita tidak tidur dan melakukan kegiatan2 yang positif dan bermanfaat. Dari segi sanad maupun matannya, hadits tidurnya orang puasa dihitung ibadah tidak terbantahkan. Di bulan ini pula semua amal-amal kita diterima dan setiap untaian doa kita diijabah Allah Swt.

-------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.”
--------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah .Di bulan Ramadhan kita akan menahan haus dan lapar. Apa yang halal diharamkan bagi kita di siang hari. Oleh karenanya kita juga diminta banyak berdoa dengan tulus agar Allah membimbing kita untuk melakukan puasa kita dengan baik dan membaca Al Qur’an serta mentadaburinya. Kita diperintahkan untuk berdoa agar Allah Swt menguatkan iman kita.

Dalam salah satu Hadits yang sampai kepada kita, Nabi Saw bersabda”Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari). Rasul Saw mengecam kita jika Ramadhan berlalu dan kita tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

--------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.”
----------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan persaudaraan sesama manusia. Sebagaimana dalam khutbah lanjutannya, Rasul Saw memerintahkan kita untuk bersedekah kepada para fakir dan miskin. Rasul juga meminta kita untuk di bulan suci ini memuliakan kedua orangtua kita baik jika orangtua kita masih hidup ataupun jika sudah meninggal dunia.

Rasul Saw juga memerintahkan kita untuk menyayangi anak2 kita, adik-adik kita yang lebih muda umurnya dibanding kita dan saling mengunjungi dalam rangka menyambungkan tali silaturahim (persaudaraan) dengan kerabat kita maupun dengan sesama. Di bulan ini pula Rasul mengingatkan kita agar senantiasa menjaga lidah dan mulut kita dari perkataan-perkataan dusta, fitnah, ghibah atau yang tidak membawa manfaat.

Dalam sebuah Hadits dilaporkan kepada Nabi Saw tentang seseorang yang selalu berpuasa di waktu siang dan bangun malam untuk shalat tetapi sering menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Nabi Saw Ia menjawab singkat: “Dia di neraka! “.

Tentang menjaga lidah dari dusta, dalam hadist riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)

Di bulan ini pula kita diminta untuk menjaga pandangan kita aurat yang tidak halal serta dari apa-apa yang tidak halal kita melihatnya, dan menjaga pendengaran kita dari ghibah (gossip), perkataan kotor serta apa-apa yang kita dilarang Allah untuk mendengarkannya.

------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. “
---------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Pada khutbah selanjutnya, sebagai Bapak bagi anak-anak yatim (Abul Yatama) di bulan ini Rasul Saw mengajak kita untuk berbuat seperti beliau, yaitu mengasihani anak-anak yatim serta menyantuninya. Di bulan ini Rasul memerintahkan kita untuk bertaubat kepada Allah dari segala dosa-dosa kita. Pada setiap Shalat kita diminta untuk berdoa, karena saat itulah saat yang utama, dimana Allah Swt memandangi kita semua, hambaNya dengan penuh kasih sayang. Rasul Saw menjamin bahwa Allah Swt akan menjawab ketika kita menyeruNya dan Allah Swt akan menyambut kita ketika kita memanggilNya, dan Allah pasti akan mengabulkan doa-doa kita ketika kita berdoa memohon kehadiratNya.

-----------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.”
--------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul Saw juga mengajak kita untuk banyak beristighfar,memohon ampunan atas banyaknya dosa-dosa kita dan menebus jiwa kita yang tergadai dosa-dosa kita. Perbanyaklah juga shalat-shalat sunnah dan panjangkanlah sujud kita (dalam shalat) di bulan ini, agar Allah ringankan punggung kita dari beratnya dosa-dosa kita. Rasul Saw juga mengingatkan bahwa Allah Swt tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan Dia tidak akan mengancam kita dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Pengadilan Ilahi kelak di yaumil hisab.

--------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.”
----------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah Bulan Penuh ampunan (maghfirah), sebaggaimana dalam khutbah selanjutnya, Rasul Saw mengajak kita untuk berbuat baik kepada sesama, meringankan kesulitan mereka. Kita dianjurkan untuk memberi ‘buka puasa’ kepada saudara-saudara kita sesama muslim di bulan ini dan karenannya Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa kita serta kelak akan diganjar Allah kebaikan sama nilainya dengan membebaskan budak.

Dalam hadits diriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Rasul Saw juga mengajak kita untuk menjaga kita dari panasnya api neraka walau hanya dengan sedekah memberi buka sebiji kurma dan atau seteguk air.

---------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda,”Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan (khutbahnya) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul Saw mengajak kita untuk memperbaiki dan mempercantik ahlak kita di bulan ini, karena siapa saja diantara kita yang baik ahlaknya, maka kelak ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki banyak manusia tergelincir jatuh ke dalam Neraka Jahanam. Sebaliknya ahlak yang buruk akan menghapus amal puasa dan shalat kita.

-------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda:”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.”
-----------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Khusus kepada para bawahan kita, kepada para pembantu kita atau para tanggungan kita, Rasul Saw memerintahkan kepada kita agar meringankan pekerjaan mereka di bulan suci ini, agar mereka bisa beribadah secara optimal juga di bulan suci. Dengan meringankan beban pekerjaan kepada mereka, maka kelak Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Sebaliknya memaki bawahan atau pembantu kita akan menghapus pahala amal puasa kita.

Dalam satu hadits diriwayatkan, pada bulan Ramadhan Nabi yang mulia memergoki seorang perempuan yang memaki budaknya (pembantunya). Rasul Saw kemudian memanggil perempuan itu dan menyuruhnya berbuka. Perempuan itu berkata: "Inni shaimah. Aku berpuasa." "

Rasul Saw bersabda, “Bagaimana mungkin kamu berpuasa tetapi kamu maki-maki budakmu."

Dalam hadits tersebut, Nabi Saw mengingatkan kita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan perkhidmatan, bukan makian. Memaki hamba Allah akan menghapuskan semua pahala puasanya. Agar supaya puasa itu bermanfaat bagi kita, maka tinggalkan segala macam kezaliman, terutama pada orang kecil.

-----------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Siapa saja yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat”.
-------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul juga memerintahkan kita untuk menahan setiap keburukan yang akan kita lakukan, agar Allah Swt kelak menahan murka-Nya pada hari kita berjumpa dengan-Nya.

----------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya”.
------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Sebanyak 2 kali dalam khutbah yang sama, Rasul mengingatkan kita tentang anak-anak yatim, dan kita di bulan ini diperintahkan untuk memuliakannya, agar kelak Allah Swt memuliakan kita pada hari kita berjumpa dengan-Nya.

------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah Bulan Persaudaraan bagi sesama ummat. Sebanyak 2 kali pula dalam khutbah yang sama, Rasul Saw mengingatkan kita akan pentingnya menyambungkan tali persaudaraan (silaturahim) diantara sesama, agar kelak Allah sambungkan hubungan kita denganNya pada hari kita berjumpa denganNya di yaumil hisab. Rasul Saw juga mengecam siapa saja diantara kita yang memutuskan tali persaudaraan dengan sesama, dan kita diancam akan putus dari rahmat Allah Swt kelak di yaumil hisab.

----------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
-------------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Dalam khutbah berikutnya, Rasul memerintahkan kita agar memperbanyak shalat sunnah dan memperbanyak membaca Shalawat Nabi. Shalat-shalat sunnah yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini akan mendapat ganjaran kebebasan dari siksa api neraka. Demikian juga setiap shalat fardhu di bulan Ramadhan ini akan mendapatkan ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardu di bulan lain. Sedangkan bagi siapa saja diantara kita yang memperbanyak membaca shalawat Nabi di bulan Ramadhan ini, Allah akan memberatkan timbangannya kelak di yaumul hisab, pada hari ketika timbangan meringan.

Dalam Hadits Imam Ahmad, disebutkan bahwa bagi siapa saja yang berpuasa dan shalat malam pada malam harinya, maka ia akan bersih dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan.

Rasulullah Saw bersabda “Allah 'Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Ahmad)

--------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.”
-------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an, yaitu di malam qadar (Al-Lait-Al Qadr) . Rasul Saw memerintahkan kepada kita untuk memperbanyak membaca Al Qur’an dan kata Rasul ganjaran sama dengan mengkhatamkan seluruh Al Qur’an bagi siapa saja yang membaca satu ayat Al Qur’an di bulan suci Ramadhan ini. Subhanallah

-------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.”
------------------------------------------------------

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah penuh rahmat, dan Allah Swt akan membukakan pintu-pintu surga bagi kita, oleh karenanya kita diperintahkan agar selalu berdoa memohon kepada Allah Swt, Sang Pemilik Surga, agar Allah Swt tidak akan pernah menutupkannya bagi kita selamanya.

Sebaliknya, di bulan suci ini, Allah Swt akan menutup Pintu-pintu neraka, oleh karenanya bermohonlah kepada Allah Swt agar pintu Neraka tersebut tidak akan pernah dibukakan untuk kita selamanya.

Di bulan suci ini juga Setan-setan dibelenggu Allah, oleh karenanya bermohonlah kepada Allah Swt agar Setan tidak lagi pernah menguasai diri kita selamanya.
-------------------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :"Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

-------------------------------------------------------------------
Sebelum Rasul Saw menutup Khutbahnya, Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib Kw yang meriwayatkan haidts ini berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?”
Jawab Nabi SAW: “Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
--------------------------------

Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad


Wallahualam bissawab

Barakallahufikum
Imam Puji Hartono

:: BANYAK MEMOHON DOA KEMUDAHAN UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN DI BULAN RAMADHAN.



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

- Kita harus fahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do'a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur'an dan kebaikan lainnya.

Do'a yang bisa kita panjatkan untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

[Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]. (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah)

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

"Allahumma inni as-aluka fi'lal khoiroot wa tarkal munkaroot."

(Artinya: Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani).

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut Ramadhan mubarok dengan suka cita, diiringi ilmu, taubat dan perbanyak do'a kemudahan.
Aamiin ya Robbal alamin.

:: KISAH DUKA ABDURRAHMAN BIN AUF SAAT BERBUKA PUASA



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Di kalangan sahabat, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan. Ia gemar menyumbangkan hartanya dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu fakir miskin, janda, anak yatim dan jihad di jalan Allah Ta’ala.

Ia termasuk sahabat yang masuk Islam di awal dakwah (as-sabiqun al-awwalun), ikut berhijrah ke Madinah, turut serta dalam perang Badar dan perang-perang setelahnya dan salah satu dari sepuluh sahabat muhajirin yang diberi kabar gembira dengan surga (al-mubasyarun bil-jannah). Ia seorang sahabat mulia yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.

Pada suatu hari saat Abdurrahman bin Auf sedang berpuasa, pembantunya menghidangkan makanan lezat untuk berbuka puasa. Memandang makanan dan minuman lezat di atas meja makan tersebut, sahabat Abdurrahman bin Auf justru termenung dalam kesedihan. Lalu terdengarlah desahan nafasnya. Katanya:

“Mush’ab bin Umair telah terbunuh, sedangkan ia lebih baik dariku. Ia hanya dikafani dengan sebuah kain pendek dari bulu domba. Jika kepalanya ditutupi dengan kain itu, maka kedua kakinya nampak terlihat dan jika kedua kakinya ditutup maka kepalanya nampak terlihat. Hamzah bin Abdul Muthalib juga telah terbunuh dan ia lebih baik dariku.

" Lalu kenikmatan dunia dibukakan lebar-lebar kepada kita. Kami khawatir pahala amal-amal kebaikan kami telah disegerakan kepada kami di dunia.” Abdurrahman bin Auf kemudian menangis tersedu-sedu dan meninggalkan makanan buka puasa tersebut. " (HR. Bukhari no. 4045)

Dikisahkan bahwa hal serupa juga dialami oleh Khabbab bin Art, seorang sahabat muhajirin yang dahulu pernah dipanggang di atas api oleh tuannya agar ia mau kembali kepada agama berhala. Sahabat mulia yang ikut berhijrah dan berjihad bersama Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa salam itu bercerita:

“Kami telah berhijrah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam semata-mata karena ingin mencari wajah Allah, maka pahala kami pun telah tetap di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah wafat tanpa mengambil pahalanya. Di antaranya adalah Mush’ab bin Umair. Ia terbunuh pada perang Uhud dan hanya meninggalkan sebuah kain pendek. Jika kami menutupi kepalanya dengan kain itu, maka kedua kakinya nampak terlihat dan jika kami menutupi kedua kakinya dengan kain itu maka kepalanya nampak terlihat.

Maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan kepada kami untuk menutupi kepalanya dengan kain itu dan menutupi kedua kakinya dengan rumput Idzkhir. Dan di antara kami ada orang yang buah perjuangannya telah matang dan kini ia memetik hasilnya.”(HR. Bukhari no. 6448 dan Muslim no. 940)

Subhanallah ,

Semoga kisah ini bermanfaat , mengajarkan kepada kita
sebuah hikmah kesederhanaan dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

:: SEBUAH KISAH BOCAH CILIK , SEBAGAI RENUNGAN


Bismillahirrahmanirrahim,

Beberapa tahun silam saya mendapat e-mail cerita dari sobat saya tentang "Bocah Misterius". Setiap kali saya publish, respon an comment yang datang sangat banyak. Karena itu saya merasa perlu mempublishnya lagi menjelang Ramadhan yang sangat kita tunggu.

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan.

Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu.

Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.

Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. "Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.

Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman. "Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.." Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.

"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?" Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. "Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.

Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak…." Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.

Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat..

Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Semoga kisah ini bermanfaat membukakan hati kita bersama

:: SUBHANALLAH, DAHSYATNYA MANFAAT PUASA



Bismillahirrahmanirrahim,
Dalam keadaan normal tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan radiasi. Ketika kita puasa di siang hari, dimana tidak ada asupan makan, aktifitas dan gerak kita akan membakar energi hingga habis.

Pertama-tama energi akan diperoleh dari glucosa hasil makan (sahur). Setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan otomatis menghidupkan PROGRAM AUTOLISIS.

Semua makhluk hidup di bumi dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas:

- Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun
- Rumput dan biji berpuasa dengan berhenti tumbuh (dorman)
- Beruang berpuasa selama musim dingin
- Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas
- Ikan paus dan burung berpuasa ketika bermigrasi
- Ikan salmon, pinguin, berpuasa ketika musim kawin
- Kuda, kucing, berpuasa ketika terserang penyakit hingga sembuh

Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilyun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Berbekal data detail setiap sel autolisis menjelajah seluruh tubuh.

Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, di bagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, dan berapa banyak jumlah dari tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh.

Ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asam amino dan gula. Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi keton. Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, sel sel mati, BENJOLAN hingga TUMOR serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun.

Subhanallah , Maha Besar Allah atas setiap karunia dan Kasih Sayang Nya.

Wallahu a'lam bishawab

:: AMALAN SUNAH SELAMA BULAN RAMADHAN







بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

1. Bersahur

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari , Muslim )

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. (HR. Ahmad No. 11086, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: sanadnya shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 11086)

Dari Amru bin Al-‘Ash Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah pada makan sahur.” (HR. Muslim No. 1096)

Dari ‘Amru bin Maimun Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

Para sahabat Muhammad SAW. adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya. (HR. Al-Baihaqi dalam As Sunan Al-Kubra No. 7916. Al-Faryabi dalam Ash Shiyam No. 52. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf No. 9025)


2. Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat erat hubungannya dengan Al-Quran, karena saat itulah Al-Quran diturunkan. Oleh karenanya aktifitas bertadarus (membaca sekaligus mengkaji) adalah hal yang sangat utama saat itu, dan telah menjadi aktivitas utama sejak masa Nabi SAW. dan generasi terbaik.

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan:

Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (HR. Bukhari No. 3220)

Faedah dalam hadits ini adalah:

Rasulullah SAW. juga melakukan tadarus Al-Quran bersama Malaikat Jibril. Beliau melakukannya setiap malam, dan dipilihnya malam karena waktu tersebut biasanya waktu kosong dari aktifitas keseharian, dan malam hari suasana lebih kondusif dan khusyu.’

Bukan hanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi ini juga perilaku para sahabat dan generasi setelah mereka. Beliau beliau mengkhatamkan Al Quran diantara jeda shalat (Magrib-Isya, atau Dhuhur-Ashar, atau di waktu-waktu yang sesuai dengan kedaan masing-masing.


3. Bersedekah

Nabi SAW. sebagai teladan kita telah mencontohkan akhlak yang luar biasa yaitu kedermawanan. Hal itu semakin menjadi-jadi ketika bulan Ramadhan.

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, menceritakan:

Nabi SAW. adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus Al-Quran bersamanya. Maka, Rasulullah SAW. benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan laksana angin yang berhembus. (HR. Bukhari No. 3220)


4 Memberikan makanan buat orang yang berbuka puasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi , Ahmad )


5. Memperbanyak doa

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: 1. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, 2. Pemimpin yang adil, 3. Doa orang teraniaya. (HR. At Tirmidzi )

Berdoa di waktu berbuka puasa juga diajarkan oleh Nabi SAW. Berikut ini adalah doanya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca: “Dzahaba Azh Zhama’u wab talatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.” (HR. Abu Daud No. 2357, Al-Baihaqi )


6. Menyegerakan berbuka puasa

Dari ‘Amru bin Maimun Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

Para sahabat Muhammad SAW. adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya. (HR. Al-Baihaqi )


7. I’tikaf

Dari ‘Aisyah Radiallahu ‘Anha:

Bahwasanya Nabi SAW. beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatka Allah, kemudian istri-istrinya pun I’tikaf setelah itu. (HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)


8. Qiyamur Ramadhan (Shalat Tarawih)

- Keutamaannya:

Shalat Tarawih memiliki keutamaan dan ganjaran yang besar, sebagaimana yang disebutkan oleh berbagai hadits shahih, yakni di antaranya:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi SAW. dia bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam ketika lailatul qadar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 1901, Muslim No. 760, ini lafazh Bukhari)


9. Umrah ketika Ramadhan adalah sebanding pahalanya seperti haji bersama Rasulullah SAW

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah SAW. berkata kepada seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan:

“Sesungguhnya Umrah ketika bulan Ramadhan sama dengan menunaikan haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari No. 1863, Muslim No. 1256)


10. Menjauhi perbuatan yang merusak puasa

Perbuatan seperti menggunjing (ghibah), adu domba (namimah), menuruti syahwat (rafats), berjudi, dan berbagai perbuatan fasik lainnya, mesti dijauhi sejauh-jauhnya agar shaum kita tidak sia-sia.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja. (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)


Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita dalam ketaatan dan menyampaikan kita pada Ampunan , Kemenangan serta Rahmat Nya . aamin.


Wallahu a'lam bishawab
Semoga bermanfaat

:: HAL - HAL YANG MEMBATALKAN PUASA DAN YANG TIDAK


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

A. Hal-hal yang membatalkan puasa ada dua macam

1. Yang membatalkan puasa dan hanya wajib mengqodho-nya saja, yaitu :

a. Makan, minum dan merokok secara sengaja (dan wajib atas pelakunya bertaubat). Muntah dengan sengaja, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ القَضَاء

”Barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib atasnya qodho’.” (Shahih, HR Hakim dan selainnya).

b. Wanita haidh atau nifas, walaupun ia berada pada waktu akhir menjelang terbenamnya matahari.

2. Yang membatalkan puasa dan wajib mengqodho’ serta membayar kafarat, yaitu: Jima’ (bersetubuh) dan tidak ada selainnya menurut mayoritas ulama.

Kafarat-nya yaitu membebaskan budak, apabila tidak ada budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin.

Sebagian ulama tidak mensyaratkan harus berurutan di dalam kafarat (maksudnya boleh memilih salah satu diantara tiga)


B. Hal-Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum karena lupa, keliru (maksudnya, mengira sudah waktunya buka ternyata belum) atau terpaksa. Tidak wajib mengqodho’-nya ataupun membayar kafarat, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

”Barangsiapa yang lupa sedangkan ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum.” (Muttafaq ’alayhi).

Dan sabda beliau, ”Sesungguhnya Allah mengangkat (beban taklif) dari umatku (dengan sebab) kekeliruan, lupa dan keterpaksaan.” (Shahih, HR Thabrani).


2. Muntah tanpa disengaja, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,

”Barangsiapa yang mengalami muntah sedangkan ia dalam keadaan puasa maka tidak wajib atasnya mengqodho’.” (Shahih, HR Hakim).


3. Mencium isteri, baik untuk orang yang telah tua maupun pemuda selama tidak sampai menyebabkan terjadinya jima’.

Dari ’Aisyah Radhiyallahu Anha beliau berkata, ”Rasulullah pernah menciumi (isteri-isteri beliau) sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, beliau juga pernah bermesraan sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Namun beliau adalah orang yang paling mampu menahan hasratnya,” (muttafaq ’alayhi).


4. Mimpi basah di siang hari walaupun keluar air mani.

5. Keluarnya air mani tanpa sengaja seperti orang yang sedang berkhayal lalu keluar (air mani).

6. Mengakhirkan mandi janabat, haidh atau nifas dari malam hari hingga terbitnya fajar. Namun yang wajib adalah menyegerakannya untuk menunaikan shalat.

7. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke dalam rongga hidung) secara tidak berlebihan, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Laqith bin Shabrah,
أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

”Sempurnakan wudhu’ dan sela-selailah jari jemari serta hiruplah air dengan kuat (istinsyaq) kecuali apabila engkau sedang berpuasa.” (Shahih, HR ahlus sunan).


8. Menggunakan siwak kapan saja, dan yang semisal dengan siwak adalah sikat gigi dan pasta gigi, dengan syarat selama tidak masuk ke dalam perut.

9. Mencicipi makanan dengan syarat selama tidak ada sedikitpun yang masuk ke dalam perut.

10. Bercelak dan meneteskan obat mata ke dalam mata atau telinga walaupun ia merasakan rasanya di tenggorokan.

11. Suntikan (injeksi) selain injeksi nutrisi dalam berbagai jenisnya. Karena sesungguhnya, sekiranya injeksi tersebut sampai ke lambung, namun sampainya tidak melalui jalur (pencernaan) yang lazim/biasa.

12. Menelan air ludah yang berlendir (dahak), dan segala (benda) yang tidak mungkin menghindar darinya, seperti debu, tepung atau selainnya (partikel-partikel kecil yang terhirup hingga masuk tenggorokan dan sampai perut, pent.).

13. Menggunakan obat-obatan yang tidak masuk ke dalam pencernaan seperti salep, celak mata, atau obat semprot (inhaler) bagi penderita asma.

14. Gigi putus, atau keluarnya darah dari hidung (mimisan), mulut atau tempat lainnya.

15. Mandi pada siang hari untuk menyejukkan diri dari kehausan, kepanasan atau selainnya.

16. Menggunakan wewangian di siang hari pada bulan Ramadhan, baik dengan dupa, minyak maupun parfum.

17. Apabila fajar telah terbit sedangkan gelas ada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan-nya melainkan setelah ia menyelesaikan hajat-nya, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

”Apabila salah seorang dari kalian telah mendengar adzan dikumandangkan sedangkan gelas masih berada di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya sampai ia menyelesaikan hajat­-nya tersebut.” (Shahih, HR Abu Dawud).

18. Berbekam, “karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berbekam sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” (muttafaq ’alayhi).


Wallahu’alam bish shawwab.
Oleh Sheikh Muhammad Jamil Zainu

Semoga bermanfaat dan berkah Allah menyertai , amin.

:: LUASNYA KESEMPATAN MERAIH KARUNIA ALLAH DI BULAN RAMADHAN





Bismillahirrahmannirahim,


• SHOLAT TARAWIH DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR

Bila kita lihat fenomena Tarawih di Masjid-Masjid dan Musholla di lingkungan kita, Semarak di awal ramadhan dan akhir bulan terlihat sepi. Menghadap Sang Maha Pengampun terasa kurang ni'mat (cepat-cepat) seperti kita lomba lari siapa duluan dialah pemenangnya. Padahal Nabi dan para Sahabatnya melakukannya di sepertiga malam terakhir dengan kualitas yang maksimal.

Mengapa tidak kita coba lakukan saja di Rumah bersama Istri, anak, saudara dan Pembantu kita sebagai sarana Konsolidasi Spiritual agar Rumah Tangga kita semakin Kokoh di salah satu ruangan yang kita desain sebagai Masjid. Atau mengajak Ta’mir masjid terdekat untuk mengadakan Sholat Tarawih di tengah malam, kalaupun tidak memungkinkan carilah Masjid yang Sholat Tarawihnya tertata dengan baik, tertib dan tenang.


• TADARUS AL-QUR'AN


• I'TIKAF 10 MALAM TERAKHIR

Sahabat , apa yang terfikir oleh kita ketika hari telah mendekati HARI RAYA ? Belanja kah .. atau mudik kah .. , padahal saat-saat itulah KETENTUAN SUKSES RAMADHAN akan kita dapatkan dan PUNCAK PENGHARGAAN DIBERIKAN berupa LAILATUL QODAR. Baiknya Kita ajak keluarga kita ke Masjid . atau kita ajak beribadah bersama menghidupkan malam dirumah bersama.


• UMROH AKHIR RAMADHAN,
Kelezatan beribadah sangatlah tidak tergantikan dengan uang. Bagi mereka yang berkecukupan, Manfaatkanlah kesempatan yang indah ini bersama Allah. Alangkah sayangnya bila kesempatan untuk beribadah di rumah Allah terlewatkan.


• PROYEK AMAL SHALEH

Sahabat, ada beberapa Amal Shaleh yang kalau kita lakukan di Bulan Ramadhan, kita akan memperoleh Balasan yang sangat Luar Biasa . inilah amal-amal Shaleh tersebut :

• MEMBERIKAN TA'JIL ( Buka Puasa ) setiap hari walau hanya untuk satu orang, dalam sebuah Hadits dinyatakan bahwa Barangsiapa diantara kita memberi makanan untuk berbuka Puasa kepada orang lain maka kita akan mendapatkan Pahala Puasa orang tersebut tanpa dikurangi sedikitpun.


• MEMBERIKAN WAKAF ALAT SHOLAT, AL QUR'AN DAN SARANA IBADAH /SOSIAL LAINNYA

Coba Anda bayangkan jika Alat-Alat Sholat yang kita berikan itu dipakai Ibadah selama Bulan Ramadhan, maka kita akan kebagian Pahala Ibadah orang tersebut selama Bulan Ramadhan dan Bulan-Bulan berikutnya setiap mereka mengenakan Alat Sholat yang kita berikan, Dalam sebuah Hadits dinyatakan bahwa Ibadah seseorang di Bulan Ramadahan dilipatgandakan hingga 10 kali lipat dibanding ibadah di Bulan yang lain. Lakukan mulai sekarang untuk satu atau beberapa orang sesuai kemampuan

• MEMBERIKAN WAKAF AL-QUR'AN, amalan utama yang paling banyak diminati kaum Muslimin pada bulan Ramadhan adalah Membaca dan Mengkaji Al-Qur'an, Pahala orang baca satu huruf adalah 10 kebajikan kalau orang tersebut membaca 1 halaman saja itu kurang lebih 1000 huruf x 10 kebajikan x lipat ganda 10 di Bulan Ramadhan = 100.000 kebajikan, Bayangkan berapa besarnya kebajikan jika dalam Ramadhan orang tersebut Tamat membacanya, dan bayangkan bagaimana kalau Al-Qur'an yang dibaca tersebut adalah Wakaf dari Kita, maka kitapun ikut mendapatkan kebajikan sebesar Pembaca Al-Qur'an tersebut.


• MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH, ZAKAT HARTA , ZAKAT PROFESI,


• MEMBIASAKAN SEDEKAH/INFAQ HARIAN,

Terkadang Kita sering kali mau bersedekah menunggu nanti kalau sudah punya harta yang banyak, rasanya kurang enak kalau cuma sedikit, bagaimana kalau kebanyakan orang berpendirian seperti itu, mungkinkah kita akan mengatakan kepada anak-anak kita, " sekolah nanti saja ya kalau kita sudah banyak uang ? "

Marilah kita biasakan setiap kebaikan dimulai dengan yang mudah namun istiqomah.


Semoga bermanfaat ..

:: DOA PENGHUJUNG RAMADHAN ..


Bismillaahirrahmaannirrahiim

Ya Allah ,
Awasilah kami dengan mata-Mu yang tidak pernah tidur
Lindungilah kami dengan kekuatan-Mu yang tidak pernah tertandingi
Rahmatilah kami dengan kekuasaan-Mu ,


Ya Rabbi...Wahai Dzat yang Maha Tinggi ...
Engkaulah tumpuan harapan kami
Alangkah Banyak Nikmat yang telah Engkau berikan
Namun betapa sedikitnya kami Bersyukur ..
Alangkah banyak cobaan yang Engkau timpakan
namun betapa sedikitnya kami bersabar ..


Wahai Dzat yang Maha Melihat ...
Yang tatapanNya tak pernah luput ..
Kami tersungkur malu ,
di bawah naungan kasih sayang Mu yang Suci ..


Duhai Pemilik Kebaikan yang tiada pernah habis ..
Pemilik Nikmat Yang tiada terhitung ..
Kami memohon kepada -Mu
Dengan segala kerendahan dan kehinaan diri
Karuniakan rahmat dan ampunan bagi kami ...
Bagi keluarga, orang tua dan anak cucu kami ..
Seluruh sahabat dan saudara seiman kami ..
Selamatkan kami ya Allah dari keburukan iman,
Selamatkan kami dari siksa api neraka ..


Wahai Dzat yang tak pernah dirugikan oleh dosa dosa hamba hambaNya ..
dan Tidak berkurang kesempurnaan-Nya karena memberi ampunan ..
Topanglah Agama kami dengan dunia yang Halal lagi Engkau Ridhoi
Topanglah akhirat kami dengan sinar taqwa ..


Ya Rahim...
Kami memohon kepada - Mu
Jalan keluar yang dekat ..
Kesabaran yang luas ..
Rizqi yang berkah ..
dan Keselamatan dari segala bencana ..
Kami memohon kepada -Mu
Keselamatan yang sempurna dan terus berlanjut ..
Keimanan yang kokoh ..
Kenikmatan serta lezatnya beribadah ..
Kecintaan yang semakin lekat ..
Dan akhir kembali yang terbaik dalam kecintaan MU ..


Ya Allah yang tiada Rabb selain Engkau
Kukuhkanlah sikap pandai bersyukur atas segala Nikmat dan keselamatan yang Engkau berikan
Rasa Cukup kami kepada Mu dan hanya dengan Mu ..
Tiada daya dan upaya kami , kecuali atas pertolongan MU ..
Wahai Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Agung


Perkenankanlah do'a kami ya Rabb
Hanya Engkau lah Dzat yang Maha Pengasih dari yang pengasih
dan Hanyalah Engkau Dzat Pengabul segala Do'a ...


Aamiin yaa Mujibasailin ..
Aamiin yaa Rabbal alamiin .

:: AMALAN-AMALAN SUNNAH DI HARI RAYA



Bismillahirrahmannirahim,

Anas bin Malik r.a berkata, “Tatkala Nabi s.a.w datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari untuk bersenang gembira sebagaimana di waktu jahiliyyah, lalu beliau bersabda,

‘Saya datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari raya untuk bersenang gembira sebagaimana di waktu jahiliyyah. Dan sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik; yaitu Idul Adha dan Idul Fithri’.” (Shahih, riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i)


Berikut ini beberapa amalan-amalan sunnah dilakukan pada hari raya:

1) Mandi sunat hari raya sebelum keluar menunaikan solat sunat Idul Fitri .

Sebagaimana salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w, yaitu Ali bin Abi Thalib, ketika ditanya tentang bilakah mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah s.a.w. Beliau menjawab: “(Mandi yang disunnahkan) pada hari Jumaat, hari ‘Arafah, hari raya Idul Fithri, dan Idul Adha.” (Lihat Al Wajiz, hal 47).

Ulama besar Tabien Said Bin Jubayr berkata : "Tiga perkara sunnah di hari raya iaitu antaranya : mandi sunat sebelum keluar solat hari raya".


2. Memakai pakaian yang paling bagus

Disunnahkan memakai pakaian yang paling bagus, meski tidak harus baru. Rasul mempunyai pakaian khusus yang biasanya dikenakan di hari raya.


3. Memakai wewangian.

Memakai wangi-wangian termasuk perkara yang disunnahkan pada hari raya Idul Fitri. Diriwayatkan dari ‘Ali ra. bahwa beliau mandi di hari Id, demikian juga riwayat yang sama dari Ibn ‘Umar dan Salamah bin Akwa dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki serta memakai wewangian” (Syarhus Sunnah 4/303)


3) Memakan makanan sebelum keluar.

Ia berdasarkan hadith dari Anas Bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang menyebut : "Nabi SAW tidak keluar di pagi hari raya Idul fitri sehinggalah Nabi SAW memakan beberapa biji kurma... "

Dari Buraidah berkata: “Nabi tidak keluar pada Idul Fitri sehingga makan terlebih dahulu. Adapun pada Idul Adha, maka beliau tidak makan sehingga pulang dan makan dari daging korban sembelihannya.” (Hasan, Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi dan Ahmad)


4) Berjalan Kaki Menuju Tanah Lapang

Dari ‘Ali berkata: “Termasuk sunnah yaitu engkau keluar solat hari raya dengan berjalan kaki.”
(Hasan. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahih Tirmidzi)


5) Menempuh Jalan Yang Berbeda ketika pergi dan pulang solat.

Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah s.a.w apabila (berangkat dan pulang) pada hari raya mengambil jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari)


6) Memperbanyakkan Takbir sejak Maghrib 1 Syawal hingga Solat Ied

“Nabi s.a.w apabila pada hari raya Iedul Fithri, beliau bertakbir sehingga sampai lapangan (tempat didirikan solat hari raya) dan melaksanakan solat. Apabila selesai solat, beliau memutuskan takbirnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, lihat Ash Shahihah)


Dalam hadis ini terdapat dalil tentang disyari’atkan takbir secara kuat ketika berjalan menuju lapangan sebagaimana dikerjakan oleh kaum muslimin.


7. Shalat Idul Fitri

Perlaksanaan shalat Idul Fitri diperintahkan oleh Nabi agar diakhirkan, setelah terbitnya matahari, sementara shalat Idul Adha diperintahkan agar diawalkan. Shalat dilaksanakan tanpa adzan dan iqamat. Dengan 7 takbir di rakaat pertama, dan 5 takbir di rakaat kedua.

Tempat shalat Id: Shalat Id disunnahkan dilaksanakan di lapangan terbuka, kecuali kalau hujan.

Pelaksanaan Khutbah: Khutbah Id, baik Fitri maupun Adha dilaksanakan setelah shalat. Hukumnya tidak terpisahkan dari kesunnahan hukum shalat Id. Maka baiknya mendengarkan khutbah yang biasanya diakhiri dengan doa, baru bersiap-siap pulang.

Bagi kaum wanita , Rasulullah saw. memerintahkan kaum wanita keluar pada hari raya Idul Fitri . Adapun yang haid maka dia tetap dapat ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim.


8) Mengucapkan selamat dan mendoakan antara satu sama lain ;

Kalimah yang digunakan di zaman baginda SAW adalah "Taqabbalahhu minna wa minkum" artinya "Semoga Allah menerima amalan (amalan dan ibadat di Ramadhan) kami dan kamu".

Disebut dalam sebuah riwayat :

artinya : Berkata Wathilah, Aku bertemu Rasulullah s.a.w pada hari raya dan aku katakan pada baginda "taqabballahu minna wa minka", baginda menjawab : Ya, taqabballahu minna wa minka"
( Al-Baihaqi, rujuk perbincangan di Fath Al-Bari, 2/446 )



Semoga bermanfaat ..
Taqabbalahhu minna wa minkum sahabat  ..
Semoga Allah menerima amalan (amalan dan ibadat di bulan Ramadhan) kami dan kamu ...

~ Salam santun ukhuwah ~

:: TANGISAN AKHIR RAMADHAN ..


Bulan Ramadhan akan segera berakhir ..
alangkah rindunya hati akan keberkahan bulan yang begitu istimewa ...
Bulan ketika pintu surga dibuka , pintu neraka ditutup ,
ketika syetan dibelenggu ..
ketika amalan DILIPAT GANDAKAN ..
serta bulan yang penuh RAHMAT dan AMPUNAN ALLAH..


Bukan hanya manusia yang menangis, tetapi juga langit dan bumi , serta malaikat pun ikut MENANGIS ...

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku.”


Kemudian ada seorang sahabat bertanya, “Apakah musibah itu, ya Rasulullah?”

“Dalam bulan itu segala doa mustajab, sedekah makbul, segala kebajikan digandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang terlebih besar apabila semuanya itu sudah berlalu?”
Ketika mereka memasuki detik-detik akhir penghujung Ramadhan, air mata mereka menetes. Hati mereka sedih.


Dari Ummu Mukminin Aisyah ra , Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. BERSEDIH dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)


Hadits Rasulullah Saw yang dituturkan Ibn Mas’ud ra:

“Sekiranya umatku mengetahui kebajikan-kebajikan yang dikandung bulan Ramadhan, niscaya umatku mengharapkan Ramadhan terus ada "sepanjang tahun ”
(HR. Abu Ya’la, ath-Thabrani, dan ad-Dailami).



Ya Rabb.. Wahai Dzat yang Maha Menyayangi ..
Wahai Dzat yang Maha Pengampun dan Pengasih ..,
Sesungguhnya Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah Kami Yaa Kariim ..

Yaa Allah, Sesungguhnya kami memohon ridha-Mu , Cinta Mu dan surga Mu ..
Teguhkanlah keimanan kami .. Istiqomahkan kami ..
setiap masa dalam penjagaan MU ..

Wahai Rabb Pemilik segala Karunia ..
Maha Tinggi Engkau .. dan ditangan Mu lah Kebesaran dan Kemuliaan ..

Aamiin yaa Robbal alamin ...