GAMBARAN PENGHUNI SYURGA

SESUNGGUHNYA kenikmatan-kenikmatan dalam Al Jannah tidak akan dicapai oleh pancaindera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:



Allah SWT berfirman (artinya):

”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia." (HR. Muslim no. 2824)






BUKAN AMAL SOLEH SEMATA2, TAPI DENGAN RAHMAT ALLAH

Kenikmatan-kenikmatan itu menggambarkan, rahmat Allah Subhanahu wata’ala itu betapa luas tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi. Yang Allah SWT sediakan bagi hamba-hamb-Nya yang shalih. Tapi itu bukan semata-mata hasil amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba, sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah, hal itu bukan semata disebabkan amal soleh yang ia usahakan, namun berkat Rahmat Allah SWT

“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816)






CIRI FIZIK PENGHUNI AL JANNAH

Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;



a) Berperawakan seperti Adam

Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)



b) Berusia masih muda


Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan Asy Syaikh Al Albani. [Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215)]





ORANG YANG PERTAMA MENGETUK PINTU AL JANNAH

Orang pertama kali yang mengetuk pintu Al Jannah, lalu membukanya dan kemudian memasukinya adalah Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل bersabda:

"Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.” (HR. Muslim no. 196)



Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:

“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci Al Jannah ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan.”





UMAT YANG PERTAMA KALI MASUK AL JANNAH DAN CIRI-CIRINYA

Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala (dengan Rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.” (HR. Muslim no. 855)



Selain itu, Allah SWT  pun menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:


“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit.” (HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)





ORANG FAKIR MISKIN DAHULU MASUK AL JANNAH

Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah?

Hal yang sama pernah Rasulullah SAW tanyakan kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah SWT berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat Abdullah bin Umar)




Sementara dalam Riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR. Muslim no. 2979)





ISTERI-ISTERI PENGHUNI AL JANNAH, PESONA, CIRI-CIRI DAN KECANTIKANNYA

Allah SWT  berfirman (artinya):

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya“. (Al Baqarah: 25)




Pada ayat di atas Allah SWT  memadukan antara kenikmatan fisik berupa al jannah beserta taman-taman dan sungai-sungai di dalamnya, dengan kebahagian jiwa berupa bidadari-bidadari sebagai isteri-isteri yang suci lagi penyejuk mata bagi mereka. Dan Allah SWT  memastikan bagi mereka keberlangsungan kehidupan yang abadi tiada pernah terputus sedikitpun.




Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah SWT berfirman (artinya):

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.” (Ar Rahman: 72)




Mereka memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona wajah-wajah mereka. Allah SWT  (artinya):

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar Rahman: 70)




Mereka berusia sebaya, selalu tampil dalam keadaan perawan, penuh pesona dan cinta. Allah SWT  berfirman (artinya):

“Dan Kami jadikan bidadari-bidadari itu perawan. Penuh cinta kasih lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.” (Al Waqi’ah: 36-38)





PENGHUNI YANG MASUK AL JANNAH PALING AKHIR

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”





Abdullah bin Mas’ud berkata:

“Kulihat Rasulullah SAW  tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)





PENGHUNI AL JANNAH MELIHAT RABB MEREKA DENGAN MATA KEPALANYA

Kenikmatan tertinggi di dalam Al Jannah adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin. Allah  (artinya):

“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik berupa surga dan ada tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dengan kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.” (Yunus: 25-26)



Yang dimaksud dengan ada tambahannya pada ayat di atas yaitu berupa kenikmatan melihat Allah  . Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah  dalam sabdanya:

“Jika telah masuk penduduk al jannah ke dalam al jannah. Allah subhanahu wata’ala berkata: “Apakah kalian ingin tambahan dari-Ku. Mereka seraya menjawab: “Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Al Jannah (surga) dan menyelamatkan dari An Narr (neraka). Kemudian Allah membuka hijab-Nya. Maka tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka
sukai dibanding dengan melihat Allah subhanahu wata’ala. (HR. Muslim no. 181)




Akhir kata, demikianlah tamasya kita untuk menengok sebagian keindahan para penghuni al jannah. Dengan sebuah harapan dapat mendorong kita untuk selalu berpacu dalam beramal shalih. Untuk meraih tamasya yang hakiki yang penuh dengan kenikmatan yang abadi. Amien, Ya Rabbal ‘alamin.





DO’A MOHON DIMASUKKAN AL JANNAH DAN DIJAUHKAN DARI AN NAAR

Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ, وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ



“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al jannah (surga) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari an nar (neraka) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan“. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.1542)





:::: 11 Muharram 1432 ::::


Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/06/melihat-sifat-sifat-penghuni-syurga/
Shared By Bicara Hidayah

MENDETEKSI SAKIT IMAN

Sahabat ... bagaimanakah cara kita untuk bisa mengetahui kesehatan iman kita?


Syekh Nabil `Awadhi mengatakan,

bahwa bila seseorang ingin mengetahui kadar dan kondisi imannya, hendaklah ia hadapkan dirinya dengan ayat-ayat Allah, apakah ketika kita mendengar nama Allah ada terasa getaran dihati, apakah ketika mendengar ayat-ayat Allah iman menjadi bertambah.


Tidak hanya itu, apakah ada timbul keinginan dalam hati untuk selalu ingin berbuat kebaikan. Ataukah jiwa cenderung pada dosa dan kelalaian dalm mengingat Allah dan beribadah


Diantara tanda-tanda sehatnya iman:

1. Pemiliknya selalu menjaga shalat 5 waktu dengan tepat waktu dan berjamaah ,
2. Selalu berdzikir pada Allah siang dan malam,
3. Selalu membaca al-Qur`an dan mudah tersentuh dengan ayat-ayatnya sehingga meneteslah air mata,
4. Selalu ingat mati,
5. Selalu ikhlas dalam beramal,
6. Banyak bersyukur,
7. Sabar dengan ujian yang menimpa,
8. Bertawakal pada Allah dan hati yang selalu menghadap untuk segala amal kebaikan lainnya.



Adapun diantara tanda–tanda sakitnya iman:

1. Hati yang tidak pernah tersentuh dengan nama Allah, juga dengan ayat-ayat Allah,
2. Suka melihat dan mendengar pada segala yang diharamkan oleh Allah,
3. Berkata yang sia-sia,
4, Malas beribadah,
5. Cenderung pada dosa dan keburunkan
6. Enggan menerima nasehat dan perbaikan


Mari kita deteksi iman kita, apakah kita termasuk orang-orang yang imannya sehat dan apakah tanda–tandanya bisa kita rasakan?

Ataukah kita termasuk orang-orang yang sakit iman? Atau yang lebih parah telah mati ruh iman dalam hati?

Orang-orang yang sakit iman, ketika dibacakan ayat-ayat Allah, tentang hari kiamat, siksa neraka dan lainnya tidak tersentuh hatinya, tidak tergerak hatinya untuk takut pada Allah, tidak ada tetesan air mata yang jatuh mengalir.

Sedangkan orang beriman yang hatinya sehat, ketika mendengar ayat–ayat tentang kiamat, tentang azab akan berkumpul rasa takut dalam hatinya dan segera meminta perlindungan pada Allah.


Di bawah ini beberapa hal yang bisa menyembuhkan penyakit hati :

Pertama,
Ketahuilah bahwa umur kita singkat, mati akan datang kapan saja,

sehingga dengan selalu ingat pada mati akan mendorong kita untuk selalu bersemangat dalam ketaatan pada Allah. Dan tidak timbul keinginan melihat gambar atau film yang haram, berbicara kotor, berbuat dosa dan maksiat. Karena bayangan kematian selalu hadir dalam hati dan pikiran kita.


Kedua,
Ingatlah kelak setiap kita akan berdiri dihadapan Allah untuk mempertanggung jawabkan amal kita di dunia. Apakah yang akan kita jawab ketika Allah bertanya pada kita?


Wahai fulan, pada hari ini, di tempat ini, kamu melakukan ini? Apakah yang akan bisa kita jawab? Kecuali seperti apa yang kita lakukan, dan tidak ada satupun yang bisa kita sembunyikan dari Allah.



Ketiga

menjauhi teman-teman yang dapat membuat condong kepada kelalaian dan keburukan.


Keempat,

Berteman dengan orang-orang yang soleh.

Dekat dengan mereka akan membuat kita selalu dekat dengan kebaikan. Mereka akan mengingatkan ketika kita lupa, akan menegur ketika kita salah dan akan meluruskan ketika kita keliru.


Kelima,
Perbanyak membaca dan mentadabburi al-Qur`an dan hadits–hadits Rasulullah Saw. Al-Qur`an adalah penyembuh segala penyakit yang bersarang di hati,

Dengan al-Qur`an akan terang jiwa kita, jernih pikiran dan tentram hidup kita.



Bagaimana dengan kita sahabat ....

Adakah kita tersentuh dan menangis ketika sendiri mengingat Allah?
Adakah hati kita selalu yakin dengan janji-janji Allah? Adakah hati kita selalu rindu pada Allah?
Dan adakah hati kita bergetar ketika disebutkan nama Allah dan dibacakan pada kita ayat-ayat Allah?






Kiriman dari seorang sahabat,
semoga bermanfaat .....
Laila Nm

PETUNJUK ALLAH ITU ADA DI JALAN MEREKA YANG MENCARINYA

KEBAHAGIAAN DAN KEBERHASILAN itu memiliki tanda-tanda yang bisa ditangkap dan isyarat-isyara yang tampak.

Tanda-tanda dan isyarat-isyarat itu adalah saksi peningkatan tahapan yang bisa dicapai .



Diantara tanda-tanda KEBAHAGIAN , KEBERHASILAN itu adalah :

Bahwa semakin Ilmu seorang hamba bertambah, maka akan bertambah pula kerendahan hatinya serta belas kasihnya. Seperti mutiara yang mahal , semakin dalam tempatnya didasar laut, maka akan semakin tinggi harganya



Dan ORANG YANG BIJAKSANA akan menyadari bahwa ilmu adalah ANUGERAH yang dengannya ALLAH MENGUJINYA. JIka ia mensyukuri dan menerimanya dengan baik, maka ALLAH akan MENGANGKAT DERAJATNYA.



"ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS Al-Mujadilah :11)


Semakin orang itu bertambah amal perbuatannya akan semakin bertambah pula KEHATI-HATIAN dan rasa takutnya kepada ALLAH. Dia akan semakin berhati2 agar kakinya tidak tergelincir, lisannya tidak kelepasan omongan dan hatinya tidak terbalik. Ia selalu bercermin dan mewanti2 dirinya bak seekor burung yang hati2 setiap kali hinggap di suatu dahan. Dia takut terhadap bidikan peluru pemburu.


Semakin bertambah hartanya, maka semakin ia menjadi lebih DERMAWAN dan semakin banyak memberi. Sebab harta hanyalah barang titipan , sementara yang memberi harta itu adalah si penguji. Semakin meningkat status dan kehormatannya di masyarakat, maka semakin dekat ia dengan masyarakat, mudah memberi dan semakin rendah hati.



Seluruh hamba itu adalah makhluk ALLAH, dan yang paling dicintainya adalah YANG PALING BANYAK MEMBERIKAN MANFAAT PADA SESAMA


Sedangkan tanda-tanda KESENGSARAAN adalah,

Bahwa semakin bertambah Ilmu seseorang , maka ia akan semakin sombong dan angkuh dalam tindak dan tanduk.

Ilmu nya tidak bermanfaat & hatinya kosong. Semakin kecil NILAI orang-orang disekitarnya dan semakin baik prasangkanya terhadap dirinya sendiri.


Rasullullah bersabda :

"Kelak pada hari kiamat, orang yang sombong akan dihimpunkan dalam barisan semut2 kecil yang diinjak-injak oleh kaki manusia"


Kehidupan adalah COBAAN DAN UJIAN dari ALLAH bagi hamba-hambanya. Ada yang dengan ujian ini menjadi bahagia, namun adapula yang dengan ujian ini menjadi sengsara.


Sesungguhnya petunjuk dari ALLAH itu akan datang , bagi mereka yang mencarinya.. Subhanallah , semoga kita semua termasuk golongan orang2 yang diberi petunjuk, serta selamat di dalam menjalani kehidupan dunia, untuk tujuan kemuliaan kelak di akhirat nanti. amin ya Robbal alamin ...





Semoga renungan ini dapat bermanfaat ...

Dr Aidh al Qarni

BANYAKLAH BERKORBAN, ALLAH AKAN BANYAK BERIKAN KEPAHAMAN..

Anakku,
Ditepian siang dan malam..,
tak boleh ada MASA yang berlalu.
WAKTU akan mecibirkanmu,
rugi dan pasti malu.


Istiqomahlah di jalanNYA.
Tak ada waktu untuk rehat,
ngaso nanti bila sudah dikubur.


Subhanallah...,
ALLAH telah mengajarimu,
DIA telah membimbingmu.


engkau sedang memasuki gerbang ILMU LADUNNI.
Amalkan ilmu yang di ketahui,
maka DIA akan ajarkan ILMU Yang belum di ketahui.


Korbankan diri dan harta untuk ALLAH,
maka DIA akan berikan kepahaman tentang DIRI NYA.
Korban diri dan harta untuk agama ALLAH,
maka ALLAH akan berikan kepahaman tentang agama NYA.


Sebanyak apa engkau berkorban,
sebanyak itu pula engkau meraih kepahaman.



Anakku,
Sabarlah..., dalam setiap gerak dan usaha dakwah.

Sabarlah...,
dalam setiap langkah dakwah.

Sabarlah...,
ujiannya tak ringan, berat dan melelahkan.
Semoga ALLAH tambahkan kepahaman, amiin.


Ditepian siang dan malam itulah MASA mu,
jangan merugi, waktu belalu tak peduli keadaanmu.



Bekasi, 24.10.10.

Abuaisyah Cares.

MENGHAMBURLAH.

Anakku,
Yang ter tutup.
Sudah tersingkap.

Yang tersembunyi.
Sudah terbuka.

Jiwa yang molek,
Menari manja di kaki tiang SANGGA.

Merebah SUKMA,
disandaran CAHAYA.

Anakku,
Mau lari kemana..,
nikmatilah...,
menghamburlah ke Pelukan ALLAH

Bekasi, 02.11.10.
Abuaisyah Cares.

KENALILAH ALLAH.

Anakku,.
Bashirah yang indah itu ,
adalah yang bisa memandang keindahan.

Begitu banyak yang punya mata,
tapi belum mampu lihat apa apa.
 

Jiwa yang bahagia itu adalah jiwa,
yang  bisa merasakan kesukacitaan.

Tidak sedikit yang punya harta benda,
tapi hidup dalam kesengsaraan.

Yang lezat itu Qolbumu,
karenanya bisa tenggelam dalam kenikmatan.

Berlimpah hidangan disajikan,
tapi dahi merenguk, kepahitan.

Maka kenalilah ALLAH Sang Pemilik Jiwa,
maka yang di dada akan terjaga.

Maka gapailah tingkatan Ma'rifatullah pada NYA,
maka yang di hijab hijab , akan menganga terbuka.

Bekasi. 02.11.10.
Abuaisyah Cares.

RABB , KU INGIN SELALU BERSAMAMU ...

Ya Allah,
Jadikan kami di antara orang-orang
yang dambaannya adalah mencintai dan merindukan-MU
yang mampu merintih dan menangisi
dosa-dosa diri ...
yang memiliki dahi-dahi yang bersujud
karena kebesaranMU
yang memiliku mata-mata terjaga
dalam mengabdi kepadaMU
yang air matanya mengalir karena takut padaMU
yang hatinya terikat pada cintaMU


Jadikan... Engkau lebih aku cintai dari pada selainMU
Jadikan cintaku padaMU membimbingku pada RidhaMU


Wahai Rabb...
Jadikan kerinduanku padaMU
mencegahku dari maksiat atasMU
Anugerahkan padaku nikmat indah memandangMU
Tataplah diriku
dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajahMU dariku
Jadikan aku termasuk penerima anuerah
dan karuniaMU


Wahai Allah kekasih hatiku ...
Hanya Engkau pemberi ijabah
Pembuka hati, karunia, Rahmat dan Nikmat
Ya Arhamar Raahimin ...

Amin ya Robbal alamin ...