ADZAN MENGAWAL BUMI BERPUTAR




Subhanallah, begitu banyak tanda tanda kebesaran-Nya di alam semesta ini

Adzan telah dikumandangkan dari beribu surau dan masjid

Dunia memiliki perbedaan waktu antara satu wilayah dengan wilayah lain

Sementara Adzan Subuh sempat berkumandang di wilayah terbarat benua Afrika,

Adzan Dhuhur pun siap berkumandang menjelajah belahan dunia lainnya

Sementara kumandang Adzan Dhuhur sempat terdengar kembali di bagian timur Indonesia

Adzan Ashar telah siap menjelajah belahan duna lainnya

Saat gema Adzan Ashar belum selesai
Adzan Maghrib telah merambah bumi ini

Sedang beberapa Adzan Isya pun siap melanjutkan

Ketika gema Adzan Isya belum selesai di benua Amerika
Adzan Subuh sudah kembali terdengar di sebagian wilayah Indonesia

Seiring bergantinya siang dan malam
ternyata Adzan akan selalu berkumandang di bumi ini

Tanpa kita sadari, para muadzin di seluruh penjuru dunia ini tidak henti-hentinya mengumandangkan adzan

Insya Allah, gema adzan akan terus mengawal bumi berputar hingga akhir zaman

( Sumber : Metro TV adzan )

"TERNYATA ALAM SEMESTA ADA DALAM TEROMPET MALAIKAT ISRAFIL"




Akan Kami Perlihatkan Kebesaran Kami pada Manusia QS Fushilat : 53

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), enam tahun yang silam, Prof Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta diatas).

Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah". Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak kunang-kunang yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

Ada sebuah pertanyaan besar, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya?

Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!
Wallahu'alam


(Sumber :Globalmuslim)
@Satu hari satu ayat Al Quran

DOA IMAM ALI ZAINAL ABIDIN RA MEMASUKI BULAN RAMADHAN



BISMILLAAHIRROHMANIRROHIIM


Alhamdulillaahilladzi hadaanaa lihamdihi waja’alnaa min ahlihi linakuuna li ihsaanihi minas-syakiriina wa liyajziyanaa ‘alaa dzaalika jazaa-al muhsiniin

Segala puji bagi Allah
Yang membimbing kami untuk memuji-Nya
Menjadikan kami para pemuji-Nya
Supaya kami bersyukur akan kebaikan-Nya dan supaya Dia membalas kami’
Dengan balasan orang-orang yang berbuat baik


Walhamdulillaahilladzii habaanaa bidiinihi wakhtash-shonaa bimillatihi wa sabbalanaa fii subuli ihsanihi linaslukahaa bimannihi ilaa ridhwaanihi hamdan yataqqobbaluhu minna wa yardhoo bihi ‘annaa


Dan segala puji bagi Allah
Yang menganugerahi kami dengan agama-Nya
Mengistimewakan kami dengan millah-Nya
Menunjuki kami kepada jalan-jalan kebaikan-Nya
Supaya dengan karunia-Nya
Kami berjalan menuju ridho-Nya
Dengan pujian kami yang Dia terima dan Dia ridhoi


Walhamdulillaahilladzii ja’ala min tilkassubuli syahrohu syahro romadhona syahrosh-shiyaami wa syahrol islaami wa syahroth-thohuuri wa syahrottamhiishi wa syahrol qiyaamilladzii unzila fiihil quraanu hudan linnaasi wa bayyinaatin minal hudaa walfurqooni


Dan segala puji bagi Allah
Yang menjadikan diantara jalan-jalan itu bulannya
Bulan ramadhan
Bulan puasa
Bulan islam
Bulan kesucian
Bulan pembersihan
Bulan menegakkan shalat malam
Bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan petunjuk dan pembeda


Fa abaana fadhiilatahu ‘alaa saa-irisy-syuhuuri bimaa ja’ala lahu minal hurumaatil mawfuuroti wal fadhooilil masyhuuroti faharroma fiihi maa ahalla fii ghayrihi i’zhooman wa hajaro fiihil mutho’ima wal masyaariba ikrooman wa ja’alalahu waqtan bayyinan laa yujiizu jalla wa ‘azza an yuqaddama qablahu wa laa yaqbalu an yu-akhoro anhu


Dia menjelaskan kemulialannya diatas semua bulan
Menjadikan didalamnya kesucian yang berlimpah
Dan keutamaan yang terkenal
Dia mengharamkan didalamnya yang dihalalkan dibulan lain sebagai pengagungan
Dia larang didalamnya makan dan minum sebagai penghormatan
Dia jadikan didalamnya waktu yang tegas
Tidak boleh didahulukan
Tidak boleh diakhirkan


Tsumma fadhola laylatan wa hidatan min layaaliihi ‘alaa layalii alfi syahrin wa sammaaha laylatal qadri tanazzalul malaaikatu warruuhu fiihaa bi idzni robbihim min kulli amrin salaamun daa-imul barokati ilaa thuluu’il fajri ‘alaa man yasyaa-u min ‘ibaadihi bimaa ahkama min qadhooihi


Lalu Dia muliakan satu malam diantara malam-malamnya
Diatas malam-malam seribu bulan
Dia namakan laylatul Qadar
Pada malam itu turun malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan Sejahteralah
Terus-menerus menaburkan berkat sampai terbit fajar
Kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambaNya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan-Nya

Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa alhimnaa ma’rifata fadhlihi wa ijlaala hurmati wat-tahaffuzho mimmaa hazhorta fiihi wa a-innaa ‘alaa shiyaamihi bikaffil jawaarihi an ma ‘aasiika wasti’maaliha fiihi bimaa yurdhiika hatta laa nushghiya bi asma-ina ilaa laghwin wa laa nusri-‘a bi abshoorinaa ilaa lahwin

Ya Allah
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Ilhamkan kepada kami mengenai karunia-Nya
Mengagungkan kesucian-Nya
Menjaga apa yang dilarang-Nya
Bantulah kami untuk menjalankan puasa-Nya
Dengan menahan anggota badan dari maksiat kepada-Nya
Dan menggunakannya untuk apa yang diridhoi-Nya
Sehingga telinga-telinga kami tidak kami arahkan pada kesia-siaan dan mata-mata kami tidak kami pusatkan pada kealpaan


Wa hattaa laa nabsutho aydiyanaa ilaa mahzhuurin wa laa nakhthuwa bi aqdaminaa ilaa mahjuurin wa hattaa laa ta’iya buthuununaa illaa maa ahlalta wa laa tantiqo alsinatunaa illaa bimaa mats-tsalta wa laa natakallafa illaa maa yudnii min tsawaabika wa laa nata’aathoo illaaladzii yaqii min ‘iqoobika tsumma kholish dzaalika kullahu min riaa-il muroo-iina wa sum’atil musmi’iina la nasyroku fiihi ahadan duunaka wa laa nabtaghii fiihi muroodan siwaaka


Sehingga tangan-tangan kami
Tidak kami ulurkan pada larangan
Dan kaki-kaki kami tidak kami langkahkan pada keburukan
Sehingga perut-perut kami tidak kami isi kecuali yang Kau halalkan
Dan lidah-lidah kami tidak berbicara kecuali yang Kau contohkan
Kami tidak melakukan kecuali yang mendekatkan pahala-Mu
Kami tidak mengerjakan kecuali yang menjaga kami dari siksa-Mu
Maka bersihkanlah itu semua
Dari riya tukang riya
Dari pamer tukang pamer
Dibulan itu
Kami tidak akan menyekutukan siapapun kepada-Mu
Kami tidak akan mencari kerinduan selain kepada-Mu


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa qifnaa fiihi ‘alaa mawaaqiitish sholawaatil khomsi bi huduudihal latii hadadta wa furuudhihal latii farodhta wa wazhoo ifihaal latii wa zhofta wa awqootihal lati waqqotta


Ya Allah
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Bantulah kami dibulan ramadhan
Untuk memperhatikan waktu-waktu shalat yang lima
Dengan hukum-hukumnya yang Kau tentukan
Fardhu-fardhunya yang Kau fardhukan
Tugas-tugasnya yang Kau tugaskan
Dan waktu-waktunya yang Kau tetapkan


Wa anzilnaa fiihaa manzilatal mushiibiina limanaazilihaal hafizhiina li arkaanihal mu’addiina lahaa fii awqootihaa ‘alaa maasannahu ‘abduka wa rosuuluka sholawaatuka ‘alayhi wa aalihi fii rukuu’ihaa wa sujuudihaa wa jamii’i fawaadhilihaa ‘alaa atammith-thohuuri wa asbaghihi wa abyanil khusyuu’i wa ablaghihi


Didalam shalat kami
Naikkan kami kepada kedudukan orang yang memelihara kedudukannya
Menjaga rukun-rukunnya
Melakukannya pada waktunya
Sesuai dengan apa yang disunnahkan
hambaMu, Rasul-Mu saw
dalam rukuknya, sujudnya dan semua geraknya
dengan kesucian yang paling banyak dan paling sempurna
dengan kekhusyukan yang paling tampak dan paling dalam


Wa waffiqnaa fiihi li an-nashila arhaamana bil birri wash-shilati wa an-nata’aa hada jiiroonana bil ifdhooli wal ‘athiyyati wa an-nukhollisho amwalanaa minat-tabi’aati wa an-nuthohhirohaa bi ikhroojiz zakaati wa annurooji’a min hajaronaa wa an-nunshifa man zholamanaa wa an-nusaalima man ‘aadaanaa hasyaa man ‘uudiya fiika wa laka fainnahul ‘aduwwulladzii laa nuwaaliihi walhizbul ladzii laa nushoofiihi


Dalam bulan ini, bantulah kami untuk menyambungkan persaudaraan
Dengan kebajikan dan kekeluargaan
Memperhatikan tetangga kami
Dengan bantuan dan pemberian
Membebaskan harta kami dari tuntutan
Membersihkannya dengan mengeluarkan zakat
Menyambung lagi orang yang menjauhi kami
Memperlakukan dengan adil orang yang menyakiti kami
Berdamai dengan orang yang memusuhi kami
Kecuali yang dimusuhi karena-Mu dan untuk-Mu
Karena dia itu musuh yang tidak kami senangi
Dan golongan yang tidak kami sukai


Wa an-nataqorroba ilayka fiihi minal a’maaliz zaakiyati bimaa tuthohhirunaa bihi minadz-dzunuubi wa ta’shimunaa fiihi mimma nastanifu minal ‘uyuubi hattaa laa yuurida alayka ahadun min malaaikatika illaa duuna maa nuuridu min abwaabith thoa’atilaka wa anwaa’il qurbati ilayka

Dalam bulan ini...
Bantulah kami untuk mendekati-Mu dengan amal-amal yang suci
Yang membersihkan kami dari dosa
Menjaga kami dari mengulangi cela
Sehingga amal yang dipersembahkan para malaikat-Mu
Kurang dari pintu-pintu ketaatan
Dan macam-macam peribadatan yang kami persembahkan


Allahumma innii as-aluka bihaqqi haadzas-syahri wa bihaqqi man ta’abbada laka fiihi minibtidaa-ihi ilaa waqti fanaa-ihi min malakin qorrobtahu aw nabiyyin arsaltahu aw ‘abdin shoolihin-nikhtashostahu an tusholliya ‘alaa muhammadin wa aalihi wa ahhilnaa fiihi limaa wa ‘adta awliyaa-aka min karoomatika wa awjiblanaa fiihi maa awjabta li ahlil mubaalaghoti fii thoo’atika waj’alnaa fii nazhmi manistahaqqor rofii’al a’laa birohmatika


Ya Allah aku bermohon kepada-Mu
Demi hak bulan ini
Demi hak siapa saja yang menyembah-Mu
Sejak permulaannya sampai waktu kematiannya
Para malaikat yang Kau dekatkan
Para malaikat yang Kau kirimkan
Para hamba saleh yang Kau istimewakan
Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Dibulan ini,
Jadikan kami orang yang layak menerima anugerah-Mu
Yang Kau janjikan kepada para kekasih-Mu
Yang Kau pastikan kepada orang-orang yang
Bersungguh-sungguh beribadat kepada-Mu
Tempatkan kami dalam kelompok orang yang berhak
Mendapat tempat paling mulia dengan rahmat-Mu


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wajanibnal ilhaada fii tawhiidika wataqshiiro fii tamjiidika was-syakka fii diinika wal ‘amaa an sabiilika wal ighfala lihurmatika wal inkhidaa’a liadduwwikas syaythoonirrojiim.


Ya Allah
Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jauhkan dari kami
Ketergelinciran dari tauhid-Mu
Kekurangan dalam memuji-Mu
Keraguan akan agama-Mu
Kebutaan dari jalan-Mu
Kelalaian akan kesucian-Mu
Ketertipuan oleh musuh-Mu
Setan yang terkutuk!


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa idzaa kaanalaka fii kulli laylatin min layaali syahrinaa haadzaa riqoobun yu’tiquhaa afwuka awyahabuhaa shofhuka faj’al riqoobanan min tilkar-riqoobi waj’alnaa li syahrinaa min khayri ahlinn wa ash-haabin

Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jika pada malam-malam bulan ini
Ada hamba yang tengkuknya dibebaskan dengan ampunan-Mu
Atau dianugerahi maaf-Mu
Masukkan tengkuk kami didalamnya
Tempatkan kami pada kelompok
Dan orang yang paling baik dibulan kami ini


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wamhaqu dzunuubanaa ma’ammihaqi hilaalihi waslakh ‘annaatabi’atinaa ma’ansilaakhi ayyaamihi hattaa yanqhodiya ‘annaa wa qad shoffaytanaa fiihi minal khotii’aati wa akhlashtanaa fiihi minassayyi-aati


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Hilangkan dosa-dosa kami
Bersamaan dengan hilangnya bulan sabitnya
Lepaskan kami dari tuntutan atas kami
Bersamaan dengn berlalunya hari-harinya
Sehingga ketika bulan itu meninggalkan kami
Engkau sudah membersihkan kami dari kesalahan
Engkau sudah melepaskan kami dari keburukan


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa in-milnaa fiihi fa’addilnaa wa inzughnaa fiihi faqawwimnaa wa inisytamla ‘alaynaa ‘aduwwukas-syaythoonu fas tanqidzna minhu


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Di bulan ini jika kami menyimpang
Luruskan kami
Jika kami tergelincir tegakkan kami
Jika setan musuh kami mencengkram kami
Selamatkan kami


Allahummasyhanhu bi’ibaadatina iyyaka wa zayyin aw qootahu bithoo’atina laka wa a’inna fii nahaarihi ‘alaa shiyaamihi wa fii laylihi ‘alaash-sholaati wa tadhorru’i ilayka wal khusyuu’i laka wadzillati bayna yadayka hattaa laa yasyhada nahaaruhu alaynaa bighaflatin wa laa layluhu bi tafriithin


Ya Allah
Penuhi bulan ini dengan pengabdian kepada-Mu
Hiasi waktu-waktunya dengan ketaatan kami kepada-Mu
Bantulah kami pada waktu siangnya dengan puasa dan malamnya dengan salat khusyuk
Bersimpuh dan merendah kepada-Mu
Sehingga siangnya tidak menyaksikan kami dalam kelalaian
Malamnya tidak melihat kami dalam kealpaan


Allahumma waj’alnaa fii saa-iril syuhuuri wal iyyaami kadzaalika maa ‘ammartana waj’alnaa min ibaadikash-sholihiina yaritsuunal firdausa hum fiiha khooliduuna walladziina yu’tuuna ma-aataw waquluubuhum wajilatun an-nahum ilaa robbihim rooji’uuna wa minalladziina yusaari’uuna fil khayrooti wa hum laha saabiquuna


Ya Allah
Jadikan kami seperti ini juga dibulan-bulan yang lain
Sepanjang Kau hidupkan kami
Jadikan kami diantara hamba-hambaMu yang saleh yang mewarisi firdaus
Mereka kekal didalamnya
Yang memberikan apa yang mereka berikan
Sedang hatinya bergetar
Bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka termasuk orang-orang yang berlomba mendapat kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi fii kulli waqtin wa kulli awaanin wa ‘alaa kulli haalin ‘adada maa sholayta alayhi wa adh’afa dzaalika kullihi bil adh’aa fiillati laa yuhshiihaa ghayruka innaka fa’aalun limaa turiidu


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Pada setiap waktu dan saat, pada segala keadaan
Sebanyak salawat yang Kau berikan
Berlipat-lipat dari itu semua dengan kelipatan
Yang hanya Engkau dapat menghitungnya
Sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Kau kehendaki



AAMIN YAA RABBAL ALAMIN
Semoga bermanfaat...(Sumber: Terjemah Shahifah Sajjadiah)




Ade Ahmaddian - Sabari Muhammad

BERANGKATLAH KAMU BAIK DALAM KEADAAN BERAT MAUPUN RINGAN (SEBUAH MOTIVASI)



Kaki belum melangkah namun jiwa sudah mula resah. Bertindak belum, berfikir sudah berkali-kali. Berbuat belum, membatalkan hasrat sudah berkali-kali. Itulah dilema sebelum melangkahkan kaki. Selagi engkau belum berani, bagaimana engkau dapat melangkah walaupun payah?

Engkau harus berani. Jika tidak, kakimu akan terpaku, tak melangkah dan terus berundur, sedangkan engkau belum tahu apa akan terjadi. Yakinkan saja hatimu, supaya tak kaku langkah kakimu. Ini bukan bicara soal melangkah untuk berbuat kerosakan, ini soal melangkah untuk merubah dunia! Melangkah untuk memperbaiki keadaan Umat.

Engkau tahu bahawa engkau tak boleh tercegat memerhati tanpa bertindak memperbaiki. Namun engkau sentiasa dalam dilema antara hendak dan tidak berani, antara kemahuan dan kemampuan. Di awalnya engkau bertekad, di pertengahannya engkau bimbang, akhirnya engkau membatalkan niat. Kakimu terus di situ, tak langsung melangkah walau setapak. Apakah engkau begitu takut akan masa depan atau begitu selesa dengan yang sedia ada? Engkau ingin keluar menyebarkan kebaikan, memperbaiki Umat, namun engkau tak bersungguh-sungguh, engkau tergantung dalam keraguan, dilema sebelum melangkah.

Jadi, engkau harus bagaimana? Terus dalam dilema atau melangkah penuh yakin? Pilihan di tanganmu, dan akibatnya juga akan ditanggung olehmu. Langkahmu adalah kemestian, keharusan. Namun engkau harus memutuskan, apakah engkau ingin melangkah atau tidak. Jika engkau melangkah, keadaan pasti berubah. Jika engkau memilih untuk tetap tidak berganjak, selesa dengan keadaanmu, maka keadaanmu belum pasti terus begitu. Akan tiba saatnya keselesaanmu hilang.

Jika engkau tidak mahu melangkah, jika engkau takut untuk melangkah, tak yakin dan ragu-ragu, akan ada orang yang terus melangkah tanpa ragu. Akan ada orang yang tampil memikul beban tugas memperbaiki Umat. Namun langkahmu ke mana? Langkahmu untuk apa? Adakah butir-butir kebahagiaan yang dijamin untukmu dihujung langkahmu? Adakah ketenangan akan menjadi milikmu selama-lamanya?

Apabila engkau telah membulatkan tekad, jelas akan tujuanmu, melangkahlah. Jangan ragu-ragu.

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan berat mahupun ringan…”



Terima kasih untuk perkongsian dari :
http://zulyunus.com/2010/0​4/04/melangka​h-merubah-dun​ia/

Rabbi yassir ya Allah..

@Aza abadi

RENUNGAN SUFISTIK : JALAN MEMAAFKAN



Rasulullah berkata: "Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain, niscaya Allah memaafkan kesalahan-kesalahannya".


Orang-orang yang berjalan menuju kedekatan kepada Allah Ta'ala (salik, darwis, murid atau sufi), akan semakin menyadari bahwa banyak sekali dosa dan kesalahan yang mereka lakukan.


Mereka akan merasakan bahwa dari hari ke hari kehidupannya yang mereka lakukan adalah menumpuk dosa dan jauh dari pahala. Ya, karena semakin halus hati mereka, semakin dapat mereka melihat hal-hal yang halus yang sebelumnya tidak terlihat. Semakin jernih hati mereka, semakin dapat mereka membedakan kebenaran dan kesalahan, dan semakin terbuka hati mereka maka semakin terbuka perkara-perkara agama, bukan hanya kulitnya saja.


Mereka demikian menyadari apa yang dikatakan dalam Al Quran: "wa intubdu ma fi anfusikum aw tukhfu huyuhasibkum bihillah" yang artinya 'dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam dirimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan atasnya'.


Mereka juga demikian sadar akan kata-kata Rasulullah: "jika ada dua orang manusia menghunus pedang, yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka". Ketika ditanya kenapa yang terbunuh masuk neraka, Rasulullah menjawab: "karena ia juga berniat membunuh".


Para salikin (para pejalan: Salik, Sufi, Darwis, Murid) sangat mengimani bahwa niat kotor dan pikiran yang jelek mereka sudah diperhitungkan oleh Allah Swt. Memang kita tidak pernah mencelakai orang lain, namun betapa sering kita berpikir mencelakakan orang. Kita memang tidak pernah berzina tetapi betapa pikiran kita tidak jarang menzina. Kita memang tidak pernah membunuh, tetapi tidak terhitung kita berpikir orang lain binasa oleh tangan kita. Sebagaimana orang yang menghunus pedang ingin membunuh, maka tentulah niat dan pikiran buruk kita sudah diperhitungkan kita melakukan sebagaimana niat kita tersebut.


Jika diperhatikan hal-hal tersebut, maka akan sadarlah kita bahwa hari-hari kita hanya diisi dengan menumpuk dosa demi dosa.


Bahkan ibadah-ibadah yang kita lakukan untuk mengimbangi dosa-dosa kita, seperti shalat, puasa, dzikir, sedekah kita, tidak jarang malah semakin mengundang murka Allah, karena kita lakukan dengan selipan niat mendapat pujian atau seminimalnya dukungan dari manusia.

Di sisi lain hidup kita, selalu kita penuhi dengan keluhan. Keluhan ini dan itu telah menjadi pakaian kita. Padahal keluhan-keluhan tersebut adalah merupakan bentuk ketidaksukaan kita atas pemberian Allah. Dan sebuah pemberian Allah sesunnguhnya hadir sudah dengan latar belakang Dia yang Maha Ilmu, Dia yang Maha Adil, Dia yang Maha Pengasih. Betapa sering keluhan-keluhan kita itu telah mengundang kemurkaan Dia?

Duhai betapa kita sungguh-sungguh telah terkubur dalam dosa dan entah bagaimana cara keluar darinya kalau tidak ditolong Allah?

Duhai Tuhanku, kalau bukan karena rahmatMu niscaya tidak akan pernah diriku bersih selama-lamanya. Duhai Yang Maha Pengasih, jika bukan karena rahmat dan pertolonganMu niscaya kami termasuk orang2 yang merugi. Irhamna Ya Rabb

Ketahuilah bahwa Allah memberikan cara mudah agar kita dapat keluar dari dosa dan kesalahan kita. Ia memberikan jalan sederhana untuk mengundang hadir rahmat-Nya.

Maafkanlah kesalahan orang lain kepadamu, niscaya Allah memaafkan kesalahanmu padaNya. Inilah jalan itu.


Gembiralah ketika ada orang lain menyakitimu. Bersyukurlah ketika ada keluarga, tetangga, teman kantor, atau bahkan saudara seperjalananmu mendzalimimu. Karena sesungguhnya itu adalah jalan yang diberikan Allah, untuk mengampuni seluruh dosa-dosamu.


____________

Sumber : Imam Suhadi
Gemuruh Tasbih Alam

ALLAH SANGAT DEKAT DENGAN KITA DAN TIDAK ADA SESUATUPUN YANG MENGHALANGINYA ..

Allah Azza wa Jalla membimbing kita bahwa jika ada yang bertanya tentang Dia maka jawablah “Allah ta’ala adalah dekat“

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.” (QS Al Baqarah [2]:186)


Allah ta’ala adalah dekat, Dia wujud (ada) sebagaimana sebelum diciptakan Arsy, sebelum diciptakan langit, tidak berubah dan tidak pula berpindah. Yang berpindah hanyalah makhlukNya. Apapun yang berpindah pastilah mempunyai dimensi atau ukuran.

“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Hadid [57] : 1 )

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al Hadid [57]: 3 )


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al Bukhari, al Bayhaqi dan Ibn al Jarud).

Allah Azza wa Jalla tidak ada sesuatupun yang menghalangiNya.

Apabila Allah Azza wa Jalla terhalang sesuatu maka keberadaan Allah Azza wa Jalla itu terbatas, dan setiap sesuatu yang terbatas niscaya ada sesuatu yang membatasi atau ada sesuatu yang menguasainya, ada yang menguasai Allah Azza wa Jalla itu mustahil karena Allah Maha Kuasa.

Jadi mustahil ada sesuatu yang menghalangi Allah Azza wa Jalla termasuk jarak. Allah Azza wa Jalla, dekat tidak bersentuh dan jauh tidak berjarak.

Allah ta’ala berfirman dalam hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu ’Umar r.a.:

“Sesungguhnya langit dan bumi tidak akan/mampu menampung Aku. Hanya hati orang beriman yang sanggup menerimanya.”


Begitupula, Allah Azza wa Jalla, dekat tidak bersentuh dan jauh tidak berjarak adalah kaitannya dengan hati.

Allah Azza wa Jalla, jauh bagi manusia yang penuh dengan dosa. Setiap dosa merupakan bintik hitam hati, sedangkan setiap kebaikan adalah bintik cahaya pada hati.

Ketika bintik hitam memenuhi hati sehingga terhalang (terhijab) dari menyaksikan (memandang) Allah. Allah Azza wa Jalla terasa jauh bagi mereka yang berdosa atau hatinya dipenuhi bintik hitam. Inilah yang dinamakan buta mata hati.

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” (QS Al Isra [17]: 72 )

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. ” (QS Al Hajj [22]:46 )

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).” (QS Ar Ruum [30]:53 )

“Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yg tetap dalam kesesatan yang nyata? ” (QS Az Zukhruf [43]:40 )

Mengobatinya
dengan bertaubat dari dosa serta memperbaikinya dengan tidak berbuat dosa dan giat melakukan amal kebaikan (amal sholeh), inilah yang dimaksud berupaya agar berakhlak baik.

Langkah-langkah dalam memperbaiki akhlak adalah untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafs) yang berarti mengosongkan dari sifat sifat yang tercela (TAKHALLI) kemudian mengisinya dengan sifat sifat yang terpuji (TAHALLI) yang selanjutnya bintik hitam pada hati menghilang berganti bintik cahaya sehingga tidak ada yang menghijabi antara dirinya dengan Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla dekat dan dapat disaksikan (dipandang) dengan hati sehingga tercapailah muslim yang ihsan (muhsin/muhsinin/sholihin) maka diperolehlah kenyataan Tuhan (TAJALLI).

Para Ulama Sufi menyebutnya Musyahadah artinya ruang kesaksian. Inilah keadaan bukan sekedar mengucapkan syahadat namun sebenar-benarnya menyaksikan bahwa, “tiada Tuhan selain Allah”.

Ubadah bin as-shamit ra. berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata:

“Seutama-utama iman seseorang, jika ia telah mengetahui bahwa Allah selalu bersamanya, di mana pun ia berada“

Apabila seorang hamba merasa selalu dalam pengawasan dan pantauan Allah, dalam segala hal tentang dirinya, tentu dia merasa malu dan takut kalau Allah melihat sesuatu yang buruk dan membuatNya murka.


Ada yang mengatakan: Jika anda melakukan maksiat, maka lakukanlah di tempat yang lepas dari pantauan dan penglihatan Allah subhanahu wa ta'ala. Dengan begitu, maka anda tidak akan jadi melakukan maksiat, karena tidak ada satu tempatpun yang terlepas dari penglihatan Allah.

Ada ulama yang ditanya: “Dengan apa seseorang dapat menjaga penglihatannya dari memandang yang diharamkan ?’.

Jawabnya: “Dengan kesadaran bahwa Allah Maha Mengetahui. Dan pengetahuan serta penglihatan Allah itu telah mengenai segala yang dilarang itu, sebelum orang tersebut hendak melihatnya“

Firman Allah yang artinya:

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS Yunus [10]: 61 )


Doa Munajat Syaikh Ibnu Athoillah,

“Ya Tuhan, yang berada di balik tirai kemuliaanNya, sehingga tidak dapat dicapai oleh pandangan mata. Ya Tuhan, yang telah menjelma dalam kesempurnaan, keindahan dan keagunganNya, sehingga nyatalah bukti kebesaranNya dalam hati dan perasaan. Ya Tuhan, bagaimana Engkau tersembunyi padahal Engkaulah Dzat Yang Zhahir, dan bagaimana Engkau akan Gaib, padahal Engkaulah Pengawas yang tetap hadir. Dialah Allah yang memberikan petunjuk dan kepadaNya kami mohon pertolongan“


Mari kita kenali Allah (ma’rifatullah). Jagalah selalu keadaan sadar (kesadaran) atau berperilakulah atau berbuatlah secara sadar dan selalu mengingat Allah (dzikrullah), inilah yang dinamakan akhlakul karimah. Insyaallah kita dapat merasakan kebersamaan dengan Allah Ar Rahmaan Ar Rahiim.




Wassalam
Sahabat Zon
Bogor

TIGA CAHAYA DIHARI KIAMAT


❤`♥ (´'`v´'`) ♥♥♥♥ ♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`•.¸.•`❤`♥

Dihari kiamat ada 3 cahaya yang berlainan

Cahaya pertama seperti bintang-bintang
Cahaya kedua seperti cahaya bulan
Cahaya ketiga seperti cahaya matahari

Apabila ada yang bertanya cahaya apakah ini?

Lalu dijawab.

"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika didunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila mendengar azan"

"Cahaya Yang kedua adalah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum azan"

"Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam mesjid sebelum azan lagi"

❤`♥ ♥ •.¸¸❤`•.¸.¸¸.•* ♥♥..♥`•.¸.•❤`♥ ♥ •.¸¸❤❤`♥ ♥ •.¸¸❤

TIGA PERKARA YANG MENJADI PERISAI API NERAKA

1. Sedekah
Rasulullah SAW bersabda :
Buatlah diantara kamu dan neraka tutup pemisah walaupun cuma dengan
(bersedekah )dengan separuh butir kurma

2. Berzikir
Rasulullah saw bersabda,
Ambillah perisai kamu sekalian ( yang bisa menjaga kamu ) dari api neraka , ucapkanlah 'Subhanallah (maha suci Allah) Walhamdulillah ( segala puji bagi Allah) Walaailaahaillah (tiada Tuhan selain Allah ) Wallaahuakbar (Allah maha besar)", Karena kalimat ini pada hari kiamat akan menjadi mukaddimat (yang berjalan di depan kamu) mu'aqqibat (yang berjalan dibelakang kamu ) dan menjadi Mujannibat (yang menjauhkan kamu dari api neraka). Kalimat ini adalah al- baaqiyat ash- shalihat (hal-hal yang baik yan masih tersisa)
(HR an-nasa'i dan al- Haakim dari Abu Hurairah r.a)

3. Mempunyai anak perempuan dan mendidiknya dengan baik
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. "Tiada seorang dari umatku yang menanggung kehidupan tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan , lalu ia berbuat baik kepada mereka kecuali mereka akan menjadi tabir (pencegah) bagi dia dari api neraka
(HR al Baihaqi dari Aisyah r.a)


Semoga 3 hal diatas bisa mengingatkan kita untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan menjadi penyemangat dalam meningkatkan kualitas beribadah. amin...



Wallahu a’lam bishawwab
BERANDA KITA