::: MENCARI KARUNIA ALLAH ..



Bismillahirrahmannirahim,

Allah SW.T. berfirman:

"Apabila salat telah ditunaikan maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS al-Jum-ah : 10)

"Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik." (QS al-Kahfi : 30)

Bekerja merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah SWT, selain untuk memenuhi kebutuhan duniawi, bekerja bisa menjadi ladang amal yang subur apabila kita memanfaatkannya dengan baik, jujur dan halal. Ikhlas mengharapkan keridhoaan Allah akan menjadi sebuah keberkahan pada rezeki yang kita terima dari bekerja.


Bagaimana cara memotivasi dan menyalakan semangat dalam diri , sehingga menghasilkan produktivitas yang baik. ?


ETOS KERJA DALAM ISLAM

1. Selalu Melakukan Perhitungan dan Perencanaan.

Tanpa rencana, sudah bisa dipastikan hal atau pekerjaan yang kita kerjakan menjadi tidak maksimal dan tidak terarah. Namun kita tetap harus pandai jangan sampai terjebak pada perhitungan dan rencana-rencana saja tanpa melakukan sesuatu. Perjalanan seribu mil itu dimulai dengan langkah pertama.



Disipin dalam bekerja, dan tepat waktu dalam ibadah, adalah perencanaan yang seimbang. Bukankah setiap rizki yang kita usahakan , tetaplah Allah yang membukakan.

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,
dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".
(QS 59:18).



2. Menghargai Waktu.

Waktu pemegang peranan penting untuk meraih keberhasilan. Jika tak pandai memanfaatkan waktu, tentu saja kita jauh dari istilah keberhasilan. Kita bisa lihat orang yang sukses selalu memanfaatkan setiap detik waktunya dengan hal-hal lebih bermanfaat.


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh (QS 103:1-3).


3. Selalu Ingin Yang Terbaik.

Bekerjalah dengan kemampuan terbaik. Meskipun tidak ada yang melihat. Siapa yang menanam dialah yang menuai. Kalau kita menginginkan yang terbaik maka mulailah dengan usaha yang terbaik
Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain (QS 94:7).


4. Fastabiqul Khairat.

Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebajikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 2:148).


5. Bersikap Mandiri dan Tawakal kepada Allah

Jangan pernah bergantung sesuatu hal pun kepada orang lain kecuali pada Allah. Karena bergantung dengan orang/makhluk bisa kecewa.
Kemandirian ekonomi ini dicontohkan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf yang tidak mau diberi setengah harta dari Sa’ad bin Rabi di Madinah.


6. Senantiasa istiqomah dalam beribadah kepada Allah dan memperbanyak sedekah sebagai ungkapan rasa syukur


7. Jangan berlebih-lebihan dan berbuat kerusakan

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
[QS. Al Qoshosh (28) : 77]


Katakanlah : Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan untuk hamba-hambanya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah (semuanya) itu untuk orang-orang yang beriman (saja) dalam kehidupan dunia dan tertentu untuk mereka saja pada hari kiamat . Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui ,

.... pakailah perhiasanmu pada setiap memasuki mesjid, makan dan minumlah , tapi jangan berlebih-lebihan . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan QS Al A'raaf : 31-32)

Rasulullah saw telah bersabda dalam sebuah hadisnya, "Tidak ada satu pun makanan yang lebih baik dibandingkan makanan yang dihasilkan dari jerih payah tangan sendiri."

Bekerjalah .. karena sesungguhnya muslim yang kuat lebih Allah sukai daripada muslim yang lemah.




Wallahu a'lam bishawab,

::: BERDOA DENGAN ASMAUL HUSNA ..



Bismillahirrahmannirahim,

1. Yaa Allaahu anta robbunaa laa ilaaha illaa anta
Ya Allah, Engkau Tuhan kami, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau

2. Yaa Rahmaanu narjuu rohmatak
Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, kami mengharap kasih sayang-Mu.

3. Yaa Rahiimu irhamnaa
Ya Tuhan yang Maha Penyayang, kasih dan sayangilah kami.

4. Yaa Qudduusu Qaddis Fithratanaa
Ya Tuhan yang Maha Suci, sucikanlah fitrah kejadian kami

5. Yaa salaamu sallima min aafaatid dunyaa wa'adzaabil aakhirah
Ya Tuhan Pemberi selamat, selamatkanlah kami dari fitnah bencana dunia dan siksa di akherat.

6. Yaa mukminu aaminaa wa-aamin ahlanaa wabaladanaa
Ya Tuhan yang memberi keamanan, berikanlah kami keamanan, keluarga kami dan negeri kami.

7. Ya Muhaiminu haimin auraatinaa wa-ajsaadanaa
Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, lindungilah cacat dan jasad kami.

8. Yaa Aziizu Azziznaa bil'ilmi walkaroomah
Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ilmu pengetahuan dan kemuliaan.

9. Yaa Jabbaaru hab lanaa min jabaruutika
Ya Tuhan Yang Maha Perkasa, berikanlah kepada kami dari keperkasaan-Mu.

10. Yaa Khooliqu hassin kholqonaa wahassin khuluqonaa
Ya Tuhan Yang Maha Menciptakan/Menjadikan, baguskanlah kejadian kami dan baguskanlah akhlak kami.

11. Yaa Baari'u abri'naa minasy syirki walmaradhi walfitnati
Ya Tuhan yang Maha Membebaskan, bebaskan kami dari syirik, penyakit, dan fitnah.

12. Yaa Mushawwiruu shawirnaa ilaa ahsanil kholqi walhaali
Ya Tuhan yang Maha Membentuk, bentuklah kami menjadi sebaik-baiknya makhluk dan sebaik-baik keadaan.

13. Ya Ghoffaaru ighfir lanaa dzunuubanaa
Ya Tuhan Yang Maha Pengampun , ampunilah dosa-dosa kami.

14. Ya Wahhaabu Hab lanaa dzurriyatan thayyibah
Ya Tuhan Yang Maha Memberi, berikanlah kepada kami anak keturunan yang baik

15. Ya Rozzaaqu urzuqnaa halaalan thoyyiban waasi'aa
Ya Tuhan Yang Maha Memberi rezeki, berikanlah rezki yang halal, bergizi dan berkah

16. Yaa Fattaahu iftah lanaa abwaabal khoiri
Ya Tuhan yang Maha Membuka, bukakanlah buat kami segala pintu kebaikan.

17. Yaa aliimu a'limnaa maa laa na'lam
Ya Tuhan Yang Maha Mengetahui, beritahukanlah kepada kami apa yang kami tidak mengetahuinya.

18. Yaa Qoobidhu idzaa jaa'a ajalunaa faqbidh ruuhanaa fii husnil khotimah
Ya Tuhan Yang Maha Mencabut, jika telah sampai ajal kami, cabutlah ruh kami dalam keadaan khusnul khotimah.

19. Yaa baasithu ubsuth yadaaka alainaa bil athiyyah
Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, luaskan kekuasaan-Mu kepada kami dengan penuh pemberian.

20. Ya roofi'u irfa darojaatinaa.
Ya Tuhan Yang Maha Mengangkat, angkatlah derajat kami.

21. Ya Mu'izzu aatinaa izzataka.
Ya Tuhan Yang Maha Memberi kemuliaan, limpahkanlah kemuliaan-Mu kepada kami.

22. Yaa samii'u isma syakwatanaa
Ya Tuhan Yang Maha Mendengar. dengarkanlah pengaduan kami.

23. Yaa bashiiru abshir hasanaatinaa
Ya Tuhan Yang Maha Melihat, lihatlah dan terimalah semua amal kebaikan kami.

24. Yaa haliimu bilhilmi zayyinnaa
Ya Tuhan Yang Maha Penyantun, hiasilah hidup kami dengan sikap penyantun.

25. Yaa lathiifu ulthuf binaa
Ya Tuhan Yang Maha Lembut , bersikaplah lembut kepada kami.

26. Yaa azhiimu ahyinaa hayaatal uzhomaa
Ya Tuhan Yang Maha Agung, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang agung.

27. Yaa ghofuuru ighfir lanaa waisrofanaa
Ya Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa kami dan kelalaian kami.

28. Ya syakuruu a'innaa 'alaa syukrika
Ya Tuhan Yang Maha Menerima syukur, berikanlah kami kemampuan untuk selalu bersyukur kepada-Mu.

29. Ya aliyyu uluwwaka nastaghiitsu
Ya Tuhan Yang Maha Tinggi, kami mengharap ketinggian dari Mu (saat kembali kepada Mu)

30. Yaa hafiizhuu ihfazhnaa min fitnatid dunya wasuuihaa
Ya Allah Yang Maha memelihara, peliharalah kami dari fitnah dunia dan kejahatannya

31. Yaa muqiitu a'thinaa quwwataka laa haula walaa quwaata illabika
Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi kekuatan, berikanlah kami kekuatan, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Engkau

32. Yaa Hasiibu haasibnaa hisaaban yasiiroo
Ya Tuhan Yang Maha Menghisab, hisablah kami nanti dengan hisaban yang ringan dan mudah

33. Yaa jaliilu ahyinaa hayaatal ajillaal.
Ya Tuhan Yang Maha Luhur, hidupkanlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keluhuran

34. Ya kariimu akrimnaa bittaqwaa
Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ketaqwaan

35. Ya roqiibu ahyinna tahta riqoobatik
Ya Tuhan Yang Maha Mengamati geark-gerik, hidupkanlah kami selalu dalam pengamatan-Mu

36. Ya mujiibu ajib da'watanaa waqdhi hawaaijanaa
Ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah do'a kami (dalam kebaikan, terbaik sesuai pilihan Mu)

37. Yaa waasi'u urzuqnaa rizqon waasi'aa wawassi shuduuronaa
Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, berikanlah kami rizki yang luas dan luaskanlah dada kami.

38. Yaa hakiimu ahyinaa hayaatal hukamaai
Ya Tuhan Yang Maha Bijaksana, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang bijaksana.

39. Yaa waduudu wuddaka ista'tsarnaa wa alhimma mawaddatan warohmah
Ya Tuhan Yang Maha Mencintai, hanya cintamu kami mementingkan, dan ilhamkanlah kepada kami rasa cinta dan kasih sayang.

40. Ya majiidu a'thinaa majdaka
Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu

41. Yaa baa'itsu ib'atsnaa ma'asysyuhadaai washshoolihiin
Ya Tuhan Yang maha Membangkitkan, bangkitkanlah kami bersama orang-orang yang syahid dan orang yang shaleh.

42. Yaa Syaahiidu isyhad bi annaa muslimuun
Ya Tuhan Yang Maha Menyaksikan, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Mu (Muslimin)

43. Yaa Haqqu dullanaa haqqon wa'thi kulla dzii haqqin haqqoo
Ya Allah Tuhan Yang Maha Haq, tunjukilah kami kepada yang haq dan berikanlah hak pada setiap orang yang mempunyai haq

44. Yaa wakiilu alaika tawakkalnaa
Ya Tuhan Yang Maha Memelihara penyerahan, kepada-Mu kami serahkan urusan kami

45. Yaa Qowiyyu biquwwatika fanshurnaa
Ya Tuhan Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami.

46. Yaa matiinu umtun imaananaa watsabbit aqdaamanaa
Ya Tuhan Yang Maha Kokoh, kokohkanlah iman kami dan mantapkan pendirian kami.

47. Yaa Waliyyu ahyinaa hayaatal auliyaa
Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, hidupkanlah kami seperti hamba-hamba-Mu yang mendapat perlindungan (para wali)

48. Yaa haniidu urzuqnaa isyatan hamiidah
Ya Tuhan Yang Maha Terpuji, limpahkan kepada kami kehidupan yang terpuji.

49. Yaa muhshii ahshinaamin zumrotil muwahhidiin
Ya Tuhan Yang Maha Menghitung, hitunglah kami termasuk orang-orang yang meng-Esakan Engkau

50. Yaa mubdi'u bismika ibtada'naa
Ya Tuhan Yang Maha Memulai, dengan nama-Mu kami memulai.

51. Yaa muhyii laka nuhyii fahayyina bissalaam
Ya Tuhan Yang Maha Menghidupkan, karena Engkau kami hidup, hidupkanlah kami dengan penuh keselamatan

52. Yaa mumiitu amitna alaa diinil Islaam
Ya Tuhan Yang Maha Mematikan, matikanlah kami tetap dalam keadaan Islam

53. Yaa Hayyu ahyi wanammi sa'yanaa wasyarikatana waziro'atana..
Ya Tuhan Yang Maha Hidup , hidupkanlah dan kembangkanlah usaha kami, perusahaan kami dan tanaman kami

54. Ya Qoyyuumu aqimnaa bil istiqoomah
Ya Tuhan Yang Maha Tegak, tegakkanlah kami dengan konsisten

55. Yaa maajidu aatinaa majdaka
Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu

56. Yaa waahidu wahhid tafarruqonaa wajma'syamlanaa
Ya Tuhan Yang Maha Esa/Menyatukan, persatukanlah perpecahan kami dan kumpulkanlah keberantakan kami.

57. Yaa shomadu ilaika shomadnaa
Ya Tuhan yang tergantung kepada-Nya segala sesuatu, hanya kepada-Mu kami bergantung.

58. Yaa qodiiru biqudrotika anjib min zhahrina zhurriyyatan thoyyibah
Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kekuasaan-Mu, karuniakanlah kami anak keturunan yang baik dan sholeh/hah.

59. Ya mukoddimu qoddim hawaaijanaa fiddun-ya wal aakhiroh
Ya Tuhan Yang Maha Mendahulukan, dahulukan keperluan kami di dunia dan di akherat.

60. Yaa muakhkhiru akhkhirhayaatana bishusnil khootimah.
Ya Tuhan Yang Maha Mengakhirkan, akhirkanlah hidup kami dengan husnul khotimah.

61. Yaa awwalu adkhilnal jannta ma'al awwalin
Ya Tuhan Yang Maha Pertama, masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang-orang yang pertama masuk syurga

62. Yaa aakhiru ij'al aakhiro 'umrinaa khoirohu.
Ya Tuhan Yang Maha Akhir, jadikanlah kebaikan pada akhir umur kami.

63. Ya zhoohiru azhhiril haqqo 'alainaa warzuqnattibaa'ah
Ya Tuhan Yang Maha Nyata, tampakkanlah kepada kebenaran , berikan kami kesanggupan untuk mengikutinya.

64. Yaa baathinu abthin 'uyuubanaa wastur 'aurootinaa.
Ya Tuhan Yang Maha Menyembunyikan, sembunyikanlah cacat kami dan tutuplah rahasia kami.

65. Yaa waali anta waali amrinaa faasri' nushrotaka lanaa
Ya Tuhan Yang Maha Menguasai, Engkau adalah Penguasa urusan kami, maka segerakanlah pertolongan-Mu kepada kami.

66. Yaa barru ashib barroka alainaa waahyinaa ma'al barorotil kiroom.
Ya Tuhan Yang Maha Dermawan, limpahkan kedermawanan-Mu kepada kami dan hidupkanlah kami bersama orang-orang yang dermawan lagi mulia.

67. Yaa tawwaabu taqobbal taubatanaa wataqobbal ma'dzi-rotanaa
Ya Tuhan Yang Maha Menerima taubat, terimalah taubat kami dan uzur kami

68. Yaa afuwwu fa'fu annaa khothooyaanaa
Ya Tuhan Yang Maha Memaafkan , maafkanlah semua kesalahan kami

69. Ya rouufu anzil alainaa ro'fataka
Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, turunkanlah kepada kami kasih/kelembutan-Mu

70. Yaa Maalikal mulki aati mulkaka man tasyaa-u minnaa
Ya Tuhan Yang Memiliki Kerajaan/Kekuasaan, berikan kerajaan/kekuasaan-Mu kepada siapa yang Engkau kehendaki dari kami.

71. Yaa Muntaqimu laa tantaqim 'alaina bidzunuubinaa
Ya Tuhan Yang Maha Menyiksa, janganlah kami disiksa lantaran dosa-dosa kami.

72. Yaa dzal jalaali wal ikroom akrimnaa bil ijlaali wattaqwaa
Ya Tuhan Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, muliakanlah kami dengan keagungan dan ketaqwaan.

73. Yaa Muqsithu tsabbit lanaa qisthon wazil 'anna zhulman
Ya Tuhan Yang Maha Mengadili, tetapkanlah kepada kami keadilan dan hilangkan dari kami kezaliman.

74. Yaa Jaami'u ijma'naa ma'ash shoolihiin.
Ya Tuhan Yang Maha Mengumpulkan, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang sholeh.

75. Yaa Ghoniyyu aghninaa bihalaalika 'an haroomik
Ya Tuhan Yang Maha Kaya, berikanlah kepada kami rezeki yang halal dan jauh dari keharaman.

76. Yaa Maani'u imna' daairotas suu-i taduuru 'alainaa.
Ya Tuhan Yang Maha Menolak, tolaklah putaran kejahatan yang mengancam kami.

77. Yaa Dhoorru la tushib dhorroka wadhorro man yadhurru 'alainaa
Ya Tuhan Yang Maha Memberi Bahaya, jangan timpakan kepada kami bahaya-Mu dan bahaya orang yang akan membahayakan kami.

78. Yaa Naafi'u infa' lanaa maa 'allamtanaa wamaa rozaqtanaa
Ya Tuhan Yang Maha Membri Manfaat, berikan kemanfaatan atas apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan kemanfaatan rizki yang Engkau berikan kepada kami.

79. Yaa Nuuru nawwir quluubanaa bihidaayatika
Ya Tuhan Yang Maha Bercahaya, sinarilah kami dengan petunjukmu.

80. Yaa Haadii ihdinash shirothol mustaqim.
Ya Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk, tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus.

81. Yaa Badii'u ibda' lanaa hayatan badii'ah
Ya Tuhan Yang Maha Pencipta Keindahan, ciptakanlah kepada kami kehidupan yang indah.

82. Yaa Baaqii abqi ni'matakal latii an'amta 'alainaa.
Ya Tuhan Yang Maha Kekal, kekalkanlah nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

83. Yaa Waaritsu ij'alnaa min waratsati jannatin na'iim.
Ya Tuhan Yang Maha Pewaris, jadikanlah kami orang yang akan mewarisi syurga kenikmatan.

84. Yaa Rasyiidu alhimna rusydaka waahyinaa raasyidiin.
Ya Tuhan Yang Maha Cendekiawan, limpahkanlah kecendekiawaan-Mu dan hidupkanlah kami sebagai orang-orang cendekia.

85. Yaa Shabuuru ij'alnaa shaabiriina
Ya Tuhan Yang Maha Penyabar, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersabar.



Aamiin ya Robbal alaamin ..

::: TEGAKKAN SETIAP LANGKAH DENGAN “BISMILLAH”



Bismillahirrahmannirahim,

Rasulullah SAW bersabda :
“Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan Basmalah, dengan nama Allah , maka ia akan terputus keberkahannya ” (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

Kekuatan dan keutamaan basmalah sudah banyak teruji dan banyak ditunjukkan dalam berbagai kisah-kisah.

>> Dengan basmalah, seseorang bisa meruqyah (menjampi) orang yang terkena gangguan jin.

“Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (HR. Muslim)


>> Dengan basmalah Nabi Sulaiman berhasil mendakwahi Ratu Bilqis.

“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (An-Naml (27) : 30)


>> Dengan basmalah pula, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengirim surat kepada Raja Heraclius.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammd Rasulullah, kepada Heraclius Kaisar Romawi. Semoga keselamatan telimpahkan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’dahu, masuk islamlah, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala untukmu dua kali.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud)


>> Nabi Nuh berhasil naik perahu untuk menyelamatkan kaumnya juga dengan basmalah.

“Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Hud (11) : 41)


***********

Kemudian , mengapa anak-anak kita sulit kita kendalikan ? Jangan-jangan, kita tak pernah berdoa dan membaca basmalah saat bergaul dengan istri / pasangan. Jadilah anak-anak kita jauh dari sinar dan cahaya ilahi. Atau mengapa , aktifitas hari ini terasa sangat menyulitkan .. barangkali kita lupa mengawali nya dengan doa dan basmallah ..

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.” (HR.Bukhari dan Muslim)


>> Untuk menaklukkan Sungai Nil yang tak mau mengalirkan airnya, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil dengan menggunakan basmalah.


** Bismillahirrahmanirrahim

Dari Umar Amirul Mukminin Kepada Sungai Nil

Apabila engkau mengalir karena kemauanmu sendiri, tak usahlah engkau mengalir. Namun, apabila engkau mengalir karena Allah, aku mohon kepada Allah untuk mengalirkanmu.



****************

Sahabat fillah,

Marilah kita membiasakan basmalah dalam mengawali semua aktifitas , belajar dan bekerja .

Sebagai muslim kita dituntun memulakan semua pekerjaan dengan basmalah dan mengakhiri dengan membaca alhamdulillah. Karena apapun yang kita miliki, baik berupa harta, ilmu, kekuasaan, pengaruh, semua itu atas fadhal (keutamaan) dari Allah سبحانه وتعالى.

>> “Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur (24) : 21)


Bismillahirrahmannirahim,
Dengan asma Mu ya Allah ... kami awali langkah kami hari ini ..... semoga hari-hari kami selalu dalam lindungan , keberkahan dan karunia Mu ... Aamiin yaa Robbal alamin..



Wallahu a'lam bishawab,
Hidayatullah.com

::: JADIKAN KAMI TERMASUK GOLONGAN YANG SEDIKIT ..



Bismillahirrahmannirahim,

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS 25:61-62)

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).


Pemahaman Rasulullah akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”.
(HR. Abu Daud dan Nasa’i).


“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” ... merupakan sebuah pernyataan akan kelalaian kita sebagai hamba Allah dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun kita berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja kita tidak akan mampu menandingi nikmat Allah yang dikaruniakan untuk kita yang tidak terbilang.


Umar bin Khattab pernah mendengar seseorang berdo’a,

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.


Bersyukur kepada Allah ada 3 cara , yakni :

1. Bersyukur dengan hati nurani.
Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya

2. Bersyukur dengan ucapan.
Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca lailahaillallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

3. Bersyukur dengan perbuatan,
Ciri lain bersyukur adalah tidak menggunakan ni'mat-ni'mat Allah pada hal-hal yang tidak disukai Nya .. , senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai anugerah dan bahan perenungan akan kekuasaan Allah yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukur kita kepada Dzat Yang Maha Kuasa.

Anggota tubuh seperti penglihatan, pendengaran , dll dimaksimalkan untuk bersyukur. mengucapkan kata-kata yang baik, berzikir ... Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS 93: 11).


Orang yang bersyukur hatinya akan merasa tenteram dan puas akan segala anugerah yang Allah limpahkan.

Bagi orang yang bersyukur kenikmatan demi kenikmatan akan terus mengalir, kenapa? Karena ia menjadikan semua anugerah yang diterimanya sebagai sarana untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Tanda yang lain, orang yang pandai bersyukur tidak pernah merasa kekurangan, dia akan merasa berkecukupan walaupun tidak berlimpah harta sebaliknya orang yang tidak pandai bersyukur akan merasa selalu kekurangan meskipun hartanya berlimpah. Orang yang pandai bersyukur akan selalu melihat orang yang ada di bawahnya, tetapi untuk urusan akhirat dia akan selalu melihat ke atas. Kalau dia merasa telah berbuat banyak maka dia akan mencari orang yang lebih baik lagi dan berusaha untuk terus memperbaiki amalannya.


“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (Saba’:19).


“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147)


Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba Mu yang bersyukur ..


Wallahu a’lam bishawab,

::: PENTINGNYA MENJAGA LISAN .. YUK KITA JAGA ..



Bismillahirrahmannirahim,

Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali kita gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya..

Allah Swt telah memerintahkan kita semua untuk berkata yang benar, seperti tertulis dalam firmanNya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari )

Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)



Berikut ini beberapa manfaat menjaga lisan kita :

Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari - Muslim)


Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab: “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari - Muslim )


Mendapat jaminan dari Rasulullah Saw untuk masuk ke surga. Rasulullah Saw bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d: “Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari )


“Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya. Rasulullah bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari )



“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.” (At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)


Sahabat fillah,
Betapa pentingnya menjaga lisan .. Karena itu, marilah kita menjaganya, dan mengunakannya dalam kebaikan ... penuh doa dan harapan ... karena segala sesuatu yang kita ucapkan, kelak akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Allah subhana wa Ta'ala .... Dan .. siapa sangka Allah mengabulkan dan merahmati ... atas sebab doa-doa kita ..,

Semoga Allah meneguhkan kita dalam iman, mengampuni , merahmati , dan menjaga kita dari segala sebab keburukan .. aamiin ya Robbal alamin.



Wallahu a'lam bishawab
Semoga bermanfaat ..

Salam santun ukhuwah ^__^

::: MENGAPA PRIA DILARANG MEMAKAI EMAS - TINJAUAN SECARA MEDIS

Bismillahirrahmannirahim,

Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya.. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita ( pria ) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas ( diikenal dengan sebutan "Migrasi Emas " )

Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.

Subhanallah, Maha Besar Allah, 

segala larangan Allah dan Rasulullah tidak ada yang sia-sia ..Manusia membutuhkan waktu lama untuk mengungkapnya dari segi medis. Begitu hebatnya Islam , Padahal 1400 tahun yang lalu, belum ada para ahli fisika,  namun Rasulullah telah mengetahuinya. 


Wallahu a'lam.

::: MERAYU ALLAH MELALUI TASBIH, TAHMID, DAN TAKBIR



Bismillahirrahmannirahim,

ALLAH sangat menyukai ucapan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir yang keluar dari bibir hamba-hamba-Nya. Tasbih adalah ekspresi pengkudusan yang mengandung penafian semua kejelekan yang tidak mungkin ada pada Allah yang tidak sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Tahmid merupakan bentuk pujian yang sempurna kepada Allah. Rasulullah pernah bersabda:

"Sesungguhnya sebaik-baik doa adalah “Alhamdulillah”
(HR. Tirmiddzi)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda :
Dua kalimat yang ringan dilidah, berat di timbangan, dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih adalah : Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hil adzhim - Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung ( HR Bukhari - Muslim)

Rasulullah saw juga bersabda :
Bagiku mengucapkan : Subhanallah walhamdulillah walaa 'ilaahailallah Allahuakbar (Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, dan tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Besar), lebih aku cintai daripada tempat yang matahari terbit dan tenggelam disana ( HR Muslim)


Dalam hadits yang lain keutamaan takbir, tasbih dan tahmid :

“Alhamdulillah" memenuhi Mizan, dan "Subhanallah" serta "al-hamdulillah" keduanya memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.“ (HR. Muslim)


Dari Jabir ra , Rasulullah saw bersabda :
Sebaik-baik dzikir adalah : Laa ilaahailallah . Barangsiapa mengucapkan Laa ilaahailallah , maka ditanamlah baginya sebatang pohon kurma di surga (HR Turmudzi)


Dari Ibnu Mas'ud ra, Rasulullah bersabda :
Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam aku diangkat ke langit, lalu ia berkata : Wahai Muhammad, sampaikanlah salamku pada umatmu, dan beritahukan pada mereka sesungguhnya surga itu tanahnya bagus, airnya jernih dan ia adalah tanah datar yang luas yang tanamannya adalah " Subhanallah walhamdulillah walaa 'ilaahailallah Allahuakbar (Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, dan tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Besar), ( HR Turmudzi)

Subhanallah ...

Hendaknya kita senantiasa menggemuruhkan kalimat-kalimat agung itu dalam detak jantung kita, mengkristalkannya dalam relung hati kita, melantunkannya lewat bibir-bibir kita, memekarkannya dalam perilaku kita semua dan menancapkannya dalam sujud panjang kita.


Rasulullah pernah bersabda:

“Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat, “Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai.” (HR. Muslim)


Sahabat fillah,
Tak ada aktivitas yang akan menenteramkan hati dan melembutkan jiwa selain senantiasa ingat dan berdzikir kepada Allah. Tak ada aktivitas yang melegakan jiwa dan menyejukkan nurani selain dzikir kepada Allah. Karena itulah Allah menyeru kepada kita agar kita senantiasa berdzikir pada-Nya.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.” (Al-Baqarah : 152)


• Dzikir kepada Allah adalah syurga Allah di dunia. Dia indah dan penuh pesona, menakjubkan dan menentramkan. Di dalamnya ada bunga-bunga wangi yang bisa dihirup jiwa. Maka barang siapa yang tidak pernah menginjakkan kakinya di surga Allah di dunia dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di surga Allah di akhirat. Dzikir adalah penolong yang melenyapkan kelelahan dan keletihan jiwa dan kehampaan nurani. Dzikir adalah jalan pintas untuk meraih kebahagiaan dan merengkuh kemenangan. Dzikir adalah balsem yang senantiasa memberikan kehangatan ruhani dan sekaligus memberikan kesembuhan jiwa.

• Dalam dzikir jiwa menjadi terasa dekat dengan Sangat Mahakasih, merasa teduh dalam naungan cinta-Nya, hangat dalam dekapan kasih-Nya. Para ahli dzikir akan merasa getaran ilahiyah yang mengalir dalam seluruh organ tubuhnya.

• Dzikir menyingkirkan awan ketakutan menepiskan kegundahan dan menghadirkan kebahagiaan dan rasa damai. Problema hidup akan ringan terasa. Guncangan jiwa akan luluh sirna.

• Dzikir adalah penerang, dzikir adalah penenang, dzikir adalah penyadar dan senjata ampuh pemusnah kesuntukan pikiran, pelenyap tumpukan duka lara. Orang yang berdzikir kepada Allah akan senantiasa bersinar jiwanya, bercahaya tingkah lakunya.

• Ketenangan batin tersimpan dalam gema dzikir yang bertalu-talu, dalam denting tahmid yang mendayu-dayu. Dalam kalimat tauhid yang menggebu dan dalam tasbih yang bergelora menghangatkan jiwa.


• Dzikir itu makanan jiwa yang harus menjadi konsumsi rutin keseharian kita. Tanpanya jiwa kita akan melemah, semangat kita akan mengendur, cita-cita kita hanya menjadi cita pendek dan rendah. Ada kelezatan dalam dzikir yang tidak dimiliki oleh amal-amalnya lainnya. Cicipi dan rasakanlah.

• Dzikir adalah penawar racun orang berdosa, sahabat setia orang yang terputus, harta simpanan orang-orang yang bertawakkal, makanan orang-orang yang penuh yakin, hiasan orang-orang yang menyambungkan diri kepada Allah, prinsip orang-orang yang memiliki ma’rifat, hamparan orang-orang yang mendekat dan minuman segar orang-orang yang mencinta.

• Dzikir adalah energi hidup seorang muslim dan turbin yang menggerakkan jiwa mereka.


Ibnu Taimiyah pernah mengatakan kepada muridnya, Ibnul Qayyim tentang dzikir ini:

“Ini adalah makananku, jika aku tidak makan maka habislah kekuatanku.”

Hasan Al-Bashri memberikan nasehat kepada kita:

“Carilah kenikmatan itu dalam tiga perkara : Dalam salat, dalam dzikir, dalam membaca Al-Quran.”

• Dzikir akan membuka kelapangan dada kita. Dalam dzikir terdapat makna-makan sabar dan tawakkal, terkandung makna ridha dan menyerah. Hanya dengan mengingat Allah jiwa kita menjadi jernih dan pikiran kita akan menjadi bersih. Dengan dzikir kepada Allah langkah ke depan menjadi pasti.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)


Ada waktu untuk merayu Allah di saat malam menjelang fajar akan menjelang .., di saat manusia-manusia terlelap tidur.
Saat itu ucapan cinta kepada Sang Maha Pencinta baiknya diungkapkan.. Karena cinta kita akan menarik cinta-Nya ...
dan rayuan kita akan membangkitkan cinta-Nya...




Wallahu a'lam bishawab,