:: SAHABAT AKHIRAT




Bismillahirrahmannirahim,

Rasulullah صلی الله علیﻪ و سلم ternyata dalam perjalanan dakwah Baginda, Baginda ditemani oleh teman dan sahabat yang baik dan setia. Antara teman baik Baginda صلی الله علیﻪ و سلم adalah isteri Baginda sendiri, Saidina Khadijah, anak angkat Baginda Ali Abi Talib dan para sahabat yang sangat dicintainya. Apabila kita bertaaruf dengan teman dan sahabat Bag
inda, mereka adalah insan-insan yang hebat dan luarbiasa. Teman yang akan menemani Baginda di dunia dan di akhirat.


Teman yang baik adalah anugerah yang tidak ternilai daripada الله. Teman yang baik penunjuk jalan, penguat langkah dan azam, pendamping yang akan selalu mengingatkan kita untuk berusaha bersungguh-sungguh mencari bekal ke negeri abadi. Manusia yang lemah seperti kita tentunya memerlukan teman, untuk berbagi suka dan duka, untuk mengingatkan kala tergelincir , untuk menemani kala beramal ibadat agar lebih bersungguh-sungguh, teman berkasih sayang karena Allah , bekerja bersama dalam memimpin beban dakwah yang amat berat ini, demi bersama meraih Cinta -NYA.


Kita memerlukan teman dan sahabat. Berdoalah agar kita memiliki teman dan sahabat yang baik, bukan sekadar baik budi, tetapi baik sehingga ke syurgawi. Kita memerlukan sahabat dan teman dalam perjalanan ini. Seorang Nabi الله, Nabi Musa عليه السلام pun memerlukan teman lantas baginda berdoa kepada الله agar mengurniakan teman penguat langkah, teman ke syurga.

"Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, iaitu (Harun), saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepadaMU, dan banyak mengingatiMU, sesungguhnya الله Maha Melihat keadaan kami" (Thaha:29-35)

Kisah Nabi Musa memohon teman dari الله untuk membantu menguatkannya membuktikan betapa kita sebagai manusia sangat memerlukan teman untuk menemani dalam urusan hidup seharian, membangun keperibadian mukmin dan umat. Bukankah seorang anak Adam itu akan lebih bersungguh-sungguh mengejar redha-NYA dan meningkatkan segala amal apabila mempunyai teman yang seiring dan sejalan?



Saidina Umar mengatakan,

"Tiada satu kebaikan pun yang dianugerahkan kepada seorang hamba sesudah Islam, selain saudaranya yang soleh. Apabila seseorang di antara kamu merasakan sentuhan kasih sayang dari saudaranya, maka hendaklah ia berpegang kepadanya"

Malah, Saidina Umar meminta kita 'berpegang kepadanya', bermakna tidak melepaskan dan menghargai teman tersebut karena kita sebenarnya dianugerahkan kebaikan yang sangat besar apabila dikaruniakan teman yang soleh.


Nabi Musa as telah menemui teman dan sahabat yang baik, Nabi Harun عليه السلام. Keduanya memiliki keperibadian mulia dan komited menyeru kepada aqidah yang satu. Justeru apakah ciri yang sepatutnya kita miliki agar kita juga akan menjadi sahabat dan teman ke syurga?


Penulis memetik satu tulisan dalam Majalah Solusi Bilangan 31, Abu Ya’la telah mengeluarkan riwayat ini daripada Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه , beliau mencerita; telah ditanyakan,

“Ya Rasulullah! Teman duduk-duduk kami yang manakah paling baik?” Sabda Baginda, “Dia ialah orang yang mengingatkan kamu kepada الله (apabila kamu) melihatnya,; dan bertambah pada ilmu mu (apabila mendengar) perbicaraannya; dan mengingatkan kamu kepada الله (apabila melihat) amalannya.”

Beginilah tarbiah Rasulullah صلی الله علیﻪ و سلم kepada para sahabat Baginda. Begitu halus dan tinggi hikmahnya. Baginda tidak menjawab, “Sayalah teman majlis yang terbaik!”.


Sebaliknya, Baginda صلی الله علیﻪ و سلم memnjelaskan ciri-ciri teman majlis yang baik :

1. Memandangnya, sudah cukup menyebabkan kita teringat kepada الله;

2. Mendengar perbicaraannya, menyebabkan ilmu dan kefahaman kita kepada agama bertambah; dan

3. Melihat amalannya, menyebabkan kita teringat kepada akhirat.



Apabila para sahabat رضي الله عنه mendengar ciri-ciri dan sifat-sifat yang hebat ini, mereka faham itulah sebenarnya sifat yang ada pada diri Baginda صلی الله علیﻪ و سلم. Namun, apabila Rasulullah صلی الله علیﻪ و سلم memperincikannya, ini lebih memudahkan lagi para sahabat untuk memahaminya dan mencontohi. Malah, jawapan Rasulullah ini sebenarnya adalah satu targhib (galakan dan dorongan) agar mereka berusaha untuk mewujudkan sifat-sifat insan yang terbaik ini dalam diri mereka.


Bagaimana untuk memiliki ciri-ciri di atas. Kita perlukan kepada tarbiyah iman yang berterusan. Bermula dengan tarbiyah ruhiyah, membersihkan hati dari sebarang perasaan mazmumah, mengisi jiwa dengan keimanan yang ikhlas, insyaAllah akan lahir buah iman yaitu akhlak yang ampuh, kefahaman aqidah yang benar dan pelaksanaan ibadah yang sahih dan KECINTAAN karena الله semata.


"CINTA-KU mesti bagi orang-orang yang saling mencintai kerana Aku, CINTA-KU mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturahim kerana Aku, CINTA-KU mesti mesti bagi orang yang saling menasihati kerana AKU, CINTA-KU mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi kerana AKU, CINTA-KU mesti bagi orang-orang yang saling memberi karena AKU" (Hadith Qudsi)

Semoga jiwa kita tergerak dan bersegera memperbaiki diri agar kita memiliki dan membentuk karakter diri menjadi teman dan sahabat yang baik. InsyaAllah kita akan dihimpunkan bersama-sama dengan sahabat dan teman yang baik di sisi-NYA. Proses hati kita dengan sentiasa mentadabbur Al Quran dan searah Rasulullah صلی الله علیﻪ و سلم dan para sahabat رضي الله عنه . Perhatikan bagaimana mereka membina keperibadian mereka untuk berukhwah dan membina hubungan hati yang ikhlas antara satu sama lain. Hadirkan hati kita dalam majlis-majlis tarbiyah karena di sana adalah perhimpunan orang-orang yang soleh.


Subhanallah .. Maha Besar Allah yang telah mengkaruniakan cinta kepada Allah , makhluk serta hamba-hamba Nya ..




Mohd Razali M.

:: MENYEBUT ASMA ALLAH DENGAN HATI , ALLAH TETAP MENGETAHUI ..




Bismillahirrahmannirahim,

Pada suatu hari Rasulullah mendapat berita yang mengagetkan tentang salah seorang sahabatnya. "Ia sedang mengalami sakaratul maut. Sudah kami talkin aga
r menyebut nama Allah, tetapi lidahnya bagai terkunci," demikian tutur si pembawa kabar.


Rasulullah bergegas menuju ke rumah sahabatnya itu. Sebab, ia seorang mukmin yang beriman, pejuang yang ikhlas, dan dermawan yang tekun beribadah. Ia harus diselamatkan.


"Sahabatku, katakanlah laa ilaha illallah," ujar Nabi. Tetapi, orang itu hanya membisu saja.
Katakanlah illallah," desak Nabi. Masih juga orang itu memandang kosong.


"Katakanlah Allah," Nabi berbisik kembali. Orang itu tetap bengong. Lalu, menghembuskan napas penghabisan.
Para sahabat menjerit kecil. Mereka sangat sedih menyaksikan rekan setia itu mengakhiri hidup di dunianya tanpa mampu melafalkan kalimat tauhid. Namun, anehnya Nabi malah tersenyum ceria dan wajahnya bersinar cerah. Tentu saja para sahabat keheranan.


Di antara mereka, ada yang tidak tahan untuk segera melontarkan pertanyaan.

"Wahai Kekasih Allah, mengapa engkau gembira ?  Kami semua sangat cemas memikirkan nasib malang yang menimpa rekan kami itu di akhirat kelak, ada apa gerangan wahai Nabi Allah ?


Nabi, masih bersinar-sinar menjawab. "Tidakkah kalian lihat menjelang ajalnya, ia menatap ke atas sekilas ? Ia menghadap Allah dengan isyarat mata. Ia tidak mampu bertobat dengan lidahnya. Tetapi, ia memohon ampun dengan hatinya. Aku senang sekali, karena Allah berfirman kepadaku bahwa kedatangannya diterima dalam ridha-Nya."


Subhanallah... Allahu Akbar ...


Wallahua'lam bishawab,

:: DOA PENYEJUK HATI



Bismillahirrahmannirahim,

Ya Allah, Segala Puji hanya bagi Mu , Wahai Dzat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan ..
Limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat.

Ya Allah,
Aku tahu ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang. Amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Amin.

Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.

Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam. Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kita. Amin.

Ya Allah, bukakanlah keatas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah keatas kami khazanah rahmat-Mu, Wahai Tuhan Rabbul Izzati yang maha pemurah lagi maha penyayang, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku, Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, terimalah pemohonanku Ya Rabb. Amin.

Duhai Dzat yang memiliki siang dan malam, manakala malam menyelimuti kegelapannya kami bersujud dengan penuh harap atas ridho-Mu, Ya Rabb terimalah ibadah kami dan sucikanlah hati kami. Amin.

Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepada ku, Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu.Turunkanlah magfirah-Mu. Amin.

Ya Allah, ditempat ini aku bertaubat kepada-Mu dari dosa kecil dan dosa besar, dari kesalahan yang tampak dan yang tersembunyi, dari tergelinciran yang lama dan yang baru, dengan tobatnya orang yang tidak menghendaki lagi melakukan kemaksiatan dan tidak berniat kembali kepada kedurhakaan, Ya Rabb hanya Engkaulah Maha Pengampun. Amin.

Ya Rabb , aku tidak ragu atas rahmat-Mu, engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku Ya Raab dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh. Ya Allah, karuniakanlah keikhlasan dalam jiwa kami. Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa peduli dengan hamba yang lainnya. Ya Allah bantulah kami, untuk mendekati-Mu dengan amal-amal yang suci. Amal yang membersihkan kami dari dosa dan menjaga kami dari mengulangi celaka. Amin.

Ya Allah, limpahkanlah malam-malam barakah kepada hamba-hamba-Mu ini. Malam dimana hamba-Mu senantiasa bersujud kepada-Mu, malam dimana hamba-Mu dengan khusyu’ menghadap-Mu dengan penuh linangan air mata berharap ampunan dan ridho-Mu, sementara banyak hamba-hamba-Mu yang lain sedang terbuai mimpi dalam tidur mereka. Amin.

Ya Allah, berikan aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan agar dapat beramal sholeh yang engkau ridhoi, jadikanlah ketrunanku orang-orang yang sholeh. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Amin.

Ya Allah, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan sholat, Ya Allah kabulkanlah do’aku, kasihi kesendirianku dihadapan-Mu. Gemetar hatiku karena gentar kepada-Mu. Goncangan tubuhku karena takut kepada-Mu. Dosa-dosaku wahai Tuhanku, telah membawa kepada tempat kehinaan dihadapan-Mu. Amin.

Ya Allah, jadikanlah pendengaran kami, pandangan dan kekuatan kami menyenangi jalan petunjuk-Mu dan jadikanlah hawa nafsu kami patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad SAW, Ya Allah berilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah hapuskanlah segala dosaku, dosaku bagaikan pasir hingga tak mampu menghitungnya, Ya Rabb jauhkanlah kami dari selang sengketa, fitnah dan duri durjana, Engkaulah Ya Rabb Maha mengetahui tentang kelemahan hamba-Nya. Sebab itu Ya Rabb kuatkan imanku agar tidak mudah berbuat maksiat. Amin.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat bandannya, bertambah ilmunya, berkah rizkinya, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Rabb hanya engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan keluarga kami yang saat ini sedang dalam menanti kesembuhan atas kehendak-Mu. Amin.

Kami bertawasul denganmu kepada Allah dan memohon syafaatmu kepada Allah dan mengharap denganmu kepada Allah Wahai Rasulullah SAW. Dipundak kami terpikul hutang-hutang dan tanggung jawab anak keturunan dan tiada yang memadai beban tersebut, melainkan harapan dan anugrah Allah, Engkau Maha pembri kepada yang meminta, Engkau Maha mengabulkan segala permohonan. Amin.

Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasan belas kasihan. Amin

Ya Allah jika imanku kemasukan syakwasangka atau keraguan, padahal aku tidak tahu mengapa demikian ataupun memang aku mengetahuinya, maka dengan ini aku beratubat dan menyerahkan diri kepada-Mu sambil mengucap La ilaha Illallah Muhammadur Rasululah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Amin.

Ya Allah, Ampunilah semua dosa yang telah kulakukan, semua kesalahan yang telah kuperbuat dan aku datang menghampiri-Mu dengan mengingat-Mu, aku memohon pertolongan melalui diri-Mu dan kemuruahan-Mu, dekatkan aku keharibaan-Mu, sempatkan aku untuk bersyukur dan bimbinglah aku untuk selalu mengingat-Mu. Amin.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesulitan dan kesedihan, aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada Engkau dari kekikiran dan berhati pengecut, aku berlindung kepada Engkau dari terbelit utang dan tertindas orang lain. Amin.

Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkanlah aku, sayangilah aku. Jadikan aku selalu rela dan puas dengan pemberian-Mu, selalu tunduk dan patuh kepada-Mu dalam segala keadaan. Ya Rabb, aku memohon dengan permohonan orang yang berat keperluannya. Amin.

Wahai Dzat yang Maha Pemurah dengan pemberian-pemberian, wahai pemberi bantuan dan pertolongan. Anugrahkanlah Shalawat serta rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ciptaan-Mu yang paling luhur budinya, ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, wahai dzat yang Maha luhur terimalah munajat kami. Amin.

Ya Allah, Maha besar kuasa-Mu, Maha Tinggi kedudukan-Mu, selalu tersembunyi rencana-Mu. Ampunilah dosa-dosaku yang menahan do’a. Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. Aduhai Dzat yang memiliki langit dan bumi serta isinya, Aku memohon kepada-Mu melalui kemuliaan-Mu jangan Engkau tolak doaku. Amin

Aduhai sembahanku, kini aku mengahadap-Mu, memohon ampun dan berserah diri dengan rendah hati mengakui segala kenistaan. Tiada tepat berlindung untuk menyelesaikan masalahku, kecuali Engkau menerima pengakuan masalahku. Ya Allah, terimalah pengakuanku ini, kasihanilah aku yang menanggung beratnya kepedihan. Amin

Aduhai Tuhan pemberi karunia, Engkau tahu aku sangat lemah untuk menanggung beban siksa dunia meski hanya sedikit, meskipun semua bencana dan kejelekan dunia teramat singkat masanya. Serta teramat berat bagi orang yang menanggunnya, semua itu tidak terjadi kecuali karena murka-Mu. Ya Rabb dengan merendah aku memohon ampunan. Amin.

Maha Suci Engkau Aduhai Sembahanku, sayangilah kami yang hanya berbekal harapan, senjatanya hanya tangisan. Aduhai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu. Anugrahkan Cahaya yang menerangi yang terjebak dalam kegelapan. Ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, Wahai Yang Maha Luhur. Amin.

Ya Allah jangan putuskan harapanku untuk mendapat karunia-Mu, lindungilah aku dari kejahatan Jin dan Manusia musuh-musuhku, Aduhai Yang Maha Cepat Ridho-Nya. Ampubilah orang yang hartanya hanyalah doa, Wahai yang asma-Nya adalah kekayaan, limpahkan Rahmat-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telahmewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan! Aku ulurkan tanganku demi kebesaran-Mu. Maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-cita ku. Amin.

Ya Allah, Aku ketuk pintu Rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat, selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu, Kutanggalkan beban-beban dosaku, kumusnahkan ia dengan ampunan dan Rahmat-Mu, Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah, tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah, bukalah untuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini . Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang. Melalui keagungan-Mu, tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telah mewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan, Aku ulurkan tanganku. Demi kebesaran-Mu, maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-citaku. Amin.

Ya Allah, Aku ketuk pintu rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat. Selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu! Kutanggalkan beban-beban dosaku. Kumusnahkan ia dengan ampunan dan rahmat-Mu! Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah, bukalah untuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini. Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang, melalui keagungan-Mu. Tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhuusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin.

Ya Allah, sertailah kami, Jadikan kami mencintai-Mu, hari-hari kami, jadikanlah hari-hari yang bahagia Ya Allah, dan hidup kami hidup yang tentram lagi diridhoi. Amin.
Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku dari sisi-Mu, limpahkan kepadaku karunia-Mu, curahkan rahmat-Mu dan turunkanlah kepadaku berkah-Mu. Amin.

Ya Allah, kini malam-Mu telah menjelang dan siang-Mu telah berlalu. Inilah suara orang-orang yang menyeru diri-Mu dan datangnya doa-doa kepada-Mu, aku mohon ampunan bagi diriku. Amin.

Ya Allah, selamatkan aku dari neraka dan berilah ampunan di malam dan siang. Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebebasan dari nereka dengan selamat. Masukkan aku kesurga dengan tentram. Amin.

Ya Allah, Perbaiki hubungan antar kami, rukunkan antar hati kami, tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang didunia dan akhirat. Amin
Ya Allah, Wahai yang memudahkan segala yang sukar dan yang menyambung segala yang patah. Wahai yang menemani semua yang tersendiri dan pengaman segala yang takut. Aku mohon kasih-Mu. Amin

Wahai Tuhan yang tidak memerlukan penjelasan dan penafsiran. Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak, Engkau Maha Tahu dan Melihat. Kami takut kepada-Mu selamatkan kami dari siksa-Mu. Amin

Ya Allah, hamba memohon melalui nama-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Arif dan Bijaksana. Maha Suci Engkau. Wahai yang menerima segala Taubat. Amin

Ya Allah, kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami, jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami, jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur, lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus. Kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu. Berlaku pasti atas kami hokum-hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu. Amin

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau dan telah jadikan aku adalah hamba-Mu, aku menurut perintah dan janji-Mu sesanggupku. Aku mohon perlindungan bahanya dosa yang aku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui pula banyaknya dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Amin

Ya Allah, Wahai Dzat yang memiliki anugrah, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Tiada Tuhan melainkan Engkau Yang Maha mulia, terimalah amal ibadah kami. Amin

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan karunia-Mu. Wahai Dzat yang paling penyayang. Amin

Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Kekalian Alam. Amin

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin

Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lahi Maha Penyayang.Amin
Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin.

Aamiin Allahumma aamiin ..



Ustad Yusuf Mansur
wisatahati

:: DISEBABKAN OLEH CINTA ..




Bismillahirrahmannirahim,

CINTA laksana air dalam kehidupan, nafas dalam jiwa, semangat dalam raga, lembut dalam sutera. Ia bagaikan panas pada api, dingin pada salju, luas pada angkasa dan, seperti kata Sapardi,
“kayu kepada api yang menjadikannya abu”


•••• Disebabkan oleh cinta, Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengingat-ingat almarhumah Khadijah (radhiallahu ‘anha), isteri pertamanya, hingga Aisyah (radhiallahu ‘anha), isteri ketiganya, cemburu.

“Aku sangat cemburu dengan Khadijah karena sering disebut Rasulullah, sampai-sampai aku berkata: Wahai Rasulullah, apa yang kau perbuat dengan wanita tua yang pipinya kemerah-merahan itu, sementara Allah telah menggantikannya dengan wanita yang lebih baik?”


Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

[♥] [♥] “Demi Allah, tak seorang wanita pun lebih baik darinya. Ia beriman saat semua orang kufur, ia membenarkanku saat manusia mendustaiku, ia melindungiku saat manusia kejam menganiayaku, Allah menganugerahkan anak kepadaku darinya.”

Dalam riwayat lain diceritakan, Aisyah mengatakan,

“Tak seorang pun dari isteri-isteri nabi yang aku cemburui lebih dalam ketimbang Khadijah. Meskipun aku belum pernah melihatnya, namun Rasulullah seringkali menyebutnya. Pernah suatu kali beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dagingnya dan membagikannya kepada sahabat-sahabat karib Khadijah.”

Jika hal tersebut disampaikan Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menanggapinya dengan berkata,

[♥] [♥] “Wahai Aisyah, begitulah kenyataannya. Sesungguhnya darinyalah aku memperoleh anak”.


═════════════════════════════════════
Dalam tulisan yang singkat ini, saya ingin membahas tentang cinta yang sebenarnya. Cinta yang telah mengantarkan janin pada kedewasaan, air pada pusaran gelombang dan jalinan rindu pada bait-bait syair kehidupan. Cinta, sebuah kata yang hanya terdiri dari lima huruf. Tetapi, kandungannya telah mengubah sejarah peradaban manusia.
═════════════════════════════════════


Syeikh ‘Aidh al-Qorni mengatakan kita harus memilah cinta pada dua takaran: CINTA ILAHIYAH DAN CINTA DUNIAWIYAH. Cinta ilahiyah adalah cinta yang abadi. Cinta seorang hamba pada Allah untuk mengikuti seluruh aturan hidup yang diberikan lewat nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana mungkin manusia tak mencintai Tuhannya, sementara seluruh kenikmatan ini adalah pemberian-Nya: Ketentuan Allah adalah adil, syariat-Nya rahmat, ciptaan-Nya menawan, fadhilah-Nya luas melebihi keluasan samudera.


[♥] [♥] “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (Al-Kahfi: 109)

✔ CINTA ILAHIYAH adalah apa yang ditunjukkan Bilal bin Rabah, ketika ia berkata, “Ahad … ahad … ahad” di tengah himpitan batu panas yang menindihnya.

✔ Adalah Umair bin Himam yang berlari menyambut seruan perang padahal sedang asyik menikmati makanan, seraya berkata, “aku tak mau biji kurma ini menghalangiku masuk syurga.”

✔ Adalah Handzalah bin Abu Amir, yang melepaskan pelukan isterinya di malam pengantin baru, seraya menyambut seruan jihad pada perang Uhud dan menemui syahidnya. Ia dimandikan para malaikat hingga membuat sahabat nabi yang lain bertanya-tanya.
“Mengapa dimandikan malaikat?”
“Cari tahulah pada keluarganya” kata Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia.

Ya, ia tak sempat mandi jinabah saat menyambut panggilan Tuhannya. Itulah sekelumit contoh cinta Ilahiyah. Cinta yang meminta pengorbanan harta dan jiwa,


[♥] [♥] “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (As-Shaff: 10-11)


|||||||||||||||||

•••• Disebabkan oleh cinta, Ibn Abbas kehilangan kedua matanya. Tokoh yang dikenal sebagai “al-Quran berjalan”, lautan ilmu dan tempat bertanya para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu menangis setiap malam dalam tahajudnya karena cintanya kepada Allah sampai matanya buta. Seseorang datang dan berusaha memberikan simpati padanya, Ibn Abbas justru berkata:

|| Allah mengambil dari kedua mataku cahayanya
Maka, pada hati dan pikiranku kedua cahaya itu tetap bersinar
(aku berharap) hatiku terus tajam, akalku terus terasah
Dan pada mulutku (kemampuan untuk memberi nasihat) seperti pedang yang terhunus tajam lagi terkenal.

Untuk itulah, seorang penyair Arab menulis:

Cinta sesungguhnya adalah hanya kepada yang Maha Mencinta
Dialah yang paling berhak untuk dicinta dan dirindu
Maka, palingkanlah cintamu dari raja yang berkuasa
Dan dari setiap yang engkau takut dari makhluk-Nya.


|||||||||||||||||

Selain CINTA ILAHIYAH, manusia yang hidup di alam duniawi yang profan ini seharusnya merasakan juga CINTA DUNIAWI. Ia adalah fitrah pada manusia. Yaitu mencinta harta, anak dan isteri (atau suami) sebagai belahan jiwa. Tentu semua itu tak boleh melebihi kecintaan seseorang pada Allah subhnahu wa ta’ala. Untuk itulah, Allah subhnanu wa ta’ala mengingatkan,

[♥] [♥] “Katakanlah: “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (at-Taubah: 24)


||||||||||||||||

•••• Disebabkan oleh cinta, Nabi Nuh (alaihi salam) memanggil anaknya untuk bergabung dalam bahtera yang segera berangkat, saat air makin meninggi, gemuruh ombak dan gelombang lautan terus berkejaran mengisi seantero negeri yang akan segera tenggelam. Tapi, segera Allah subhnahu wa ta’ala ingatkan,

[♥] [♥] “Hai Nuh, Sesungguhnya Dia bukanlah Termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), Sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Sesungguhnya aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan Termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Hud 46)


|||||||||||||||||


Sebagai agama fitrah, Islam memberi ruang pada cinta duniawi ini. Ketika sepasang anak manusia tertarik satu dengan lainnya, Islam menganjurkan untuk segera mendokumentasikannya dalam mahligai rumah tangga. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan,

[♥] [♥] “Wahai anak muda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu (menikah), hendaklah menikah.”


Ikat cintamu. Abadikan pelana hatimu. Simpan permata jiwamu. Proklamasikan belahan kasihmu di altar sajadah ijab-kabul yang disaksikan para malaikat, sambil bersimpuh di hadapan orang tua dan kerabat


═════════════════════════════════════
Cintailah pasanganmu seperlunya. Sebab, telaga cinta manusia pasti akan kering suatu saat kelak. Ia tak mungkin abadi, bahkan jika kau dokumentasikan cintamu semewah Taj Mahal sekalipun. Pernikahan telah menyingkap tabir rahasia pasanganmu. Bagi suami, ternyata isteri yang engkau nikahi tidaklah semulia Khadijah yang rela berkorban seluruh hartanya untuk dakwah suaminya. Tidak pula setaqwa Aisyah yang menutup malam dengan tahajud dan siang dengan infak dan sedekah. Tidak pula setabah Fatimah ketika Ali bin Abi Thalib, suaminya, membagikan persediaan makanannya untuk fakir, miskin, janda dan tawanan perang hingga Allah turunkan ayat sebagai pengabadian cinta mereka,
═════════════════════════════════════

[♥] [♥] “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (Al-Insan: 9)


||||||||||||||||||

•••• Disebabkan oleh cinta, sadarlah engkau bahwa isterimu hanyalah wanita pada umumnya. Ia yang punya cita-cita dunia, ingin rumah, kendaraan, perhiasan dan berbagai gadget terbaru untuknya. Pernikahan telah mengajarkanmu kewajiban bersama. Isteri menjadi tanah, engkau langit yang menaunginya. Isteri ladang tanaman, engkau pemagarnya. Kala ia tengah teracuni, engkau harus menjadi penawar bisanya.

Maka, ketika cinta telah terpatri di buku nikah, Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk mendoakan sepasang kekasih itu,

[♥] [♥] “Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, keberkahan ke atasmu dan mempersatukan keberduaanmu dalam kebaikan.”

Satu dalam dua adalah ibadah; bercumbu ibadah, mencari rezeki ibadah, tersenyum ibadah, bahkan saling meremas jemari pun ibadah.

[♥] [♥] “Meremas jari-jemari isteri menggugurkan dosa-dosa kecilmu!”

Malam pengantin baru adalah malam yang ditunggu-tunggu. Sebagian menantikannya dengan dada berdebar, sebagian lain dengan mabuk kepayang. Jantung berdetak tak karuan, kaki berdiri lebih sering kesemutan, duduk tak diam, berjalan tak jelas pula arahnya. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan,

[♥] [♥] “Takutlah kalian kepada Allah dalam hal wanita. Kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah, dan menjadi halal dengannya karena nama Allah.”


|||||||||||||||||

•••• Disebabkan oleh cinta, Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada pengantin baru hal-hal berikut ini:

1. Shalatlah dua rakaat.

2. Ambil gelas, tuangkan susu dan madu, teguk dan rengkuh isinya bersama.

3. Letakkan niat dengan benar sebab setiap amal seorang muslim dihitung berdasarkan niatnya. Dalam satu hadits diriwayatkan dari Abu Dzar bahwasanya orang-rang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

[♥] [♥] “Wahai Rasulullah orang-orang kaya telah memborong pahala, di mana mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka menyedekahkan kelebihan harta mereka”.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[♥] [♥] “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik adalah sedekah, mencegah dari perbuatan mungkar adalah sedekah, bahkan di dalam salah seorang di antara kamu sekalian itu bersetubuh dengan isterinya juga termasuk sedekah.”


Para sahabat bertanya:

[♥] [♥] “Wahai Rasulullah, apakah seseorang itu melampiaskan nafsunya juga mendatangkan pahala?” Beliau menjawab: “Bagaimana pendapatmu seandainya ia melampiaskan nafsunya pada yang haram, bukankah yang demikian itu mendatangkan dosa? Demikian sebaliknya bila ia melampiaskan nafsunya pada yang halal maka ia mendapatkan pahala”. (Riwayat Muslim)


1. Meletakkan tangan di atas kening isteri seraya berdoa, “Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih”

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu dari pada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya”.


2. Berdoa agar terhindar dari syaitan. Tibalah saat yang dinanti itu, ketika madu berkasih, ombak jiwa berdebar, angin bertiup melewati daun jendela, perahu pelaminan terguncang dan kasih tertunaikan. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam ingatkan umatnya untuk sekali lagi berdoa.

[♥] [♥] “Sekiranya ada di antara kalian yang hendak menggauli isterinya, hendaklah ia berdoa, (artinya), Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah syaitan, dan jauhkan syaitan dari apa yang Engkau rezekikan pada kami. Sebab sekiranya dari hubungan itu diberikan anak, niscaya tidak akan dicelakakan syaitan selama-lamanya.”


“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu, dan kami memohon kepadaMu amal perbuatan yang dapat mengantar kami pada CintaMu ... aamiin ya Robbal alamin . (HR Tirmidzi)


Wallahu a’lam bis showab.
AMZ

:: INDAHNYA MENGADU KEPADA ALLAH, KEKASIH SEJATI ..



Bismillahirrahmannirahim,

Sahabat saudaraku fillah,
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Tuhan Yang Maha Rahman. Maha Rahim. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah, Muhammad Rasulullah Shallahu 'Alaihi wassalam. Allahumma Shalli 'Alaa Muhammad Wa'alaa Aali Muhammad Kamaa Shollaita 'Alaa Ibrohiim Wa'ala Aali Ibroohiim Innaka Hamidummajiid.


~♥"Yaa Rabbi"♥~ Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.


Sahabatku rahimakumullah...Ujian apakah gerangan yang sedang melanda dirimu kini ? Apakah kamu balut dengan senyuman ?. Dan jika sudah tak kuasa menahan...Kamu tumpahkan pada orang-orang yang terpercaya...Ataupun lewat sarana dan media...

Sahabatku...Yang Menciptakan kita berkata:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (QS. Al Hadiid 57:20)


Kita ini sesungguhnya sedang bermain dalam sebuah panggung kehidupan yang diciptakan_Nya.Dengan berbagai peran, keadaan dan penjiwaan...

Dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis".
(QS. An Najm 53:43)


Adegan apa yang sedang engkau perankan wahai sahabatku ?

Suatu ketika peran yang kamu mainkan akan memaksamu untuk menangis...
Dan lain ketika memaksamu untuk tertawa...

Janganlah sedih dan janganlah takut ..

Rabb berbisik lembut pada Qalbumu.:
.. Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu". (QS. Ad Dhuha 93:3)

Allah menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan,supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. (QS. Ali Imran 3:153)


Datanglah kepada Rabb, Kekasih sejatimu ...
Bukankah dengan Sifat Maha PenyayangNya engkau sebut
Dia Yang Tersayang...
Bukankah dengan Sifat Maha PengasihNya engkau sebut
Dia Sang Kekasih...
Mengadulah Pada Kekasihmu...
Dia akan menguatkan jiwamu, menentramkan Qalbumu.
Dia sebaik-baik penolong...Sebaik-baik pelindung...
Percayakan semua padaNya.
Karena dalam Cinta ada kepercayaan


Karena itu menyepilah.... berkhalwatlah dengan Rabb ..
Ucapkan pada_Nya...
"Yaa Habibi....Kekasihku,,,Aku ingin mengadu padaMu
Dengan kelembutanNya Ia berfirman:

Bangunlah untuk shalat di malam hari. (QS. Al Muzzammil 73:2)
(Yaitu) seperduanya atau kurang dari padanya sedikit. (QS. Al Muzzammil 73:3)
Atau lebih atasnya. (QS. Al Muzzammil 73:4)
Sesungguhnya bagimu pada siang hari mempunyai urusan yang banyak".
(QS. Al Muzzammil 73:7)

Shalatlah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan.
Itu akan membuatmu khusyu'...


Kemudian...
Tumpahkanlah segala apa yang menyesakkan dadamu.
Adukan semua padaNya...
Dengan ungkapan pilu...ataupun diiringi tangisan yang lembut...
Kerena sesungguhnya...
Dia adalah Sebaik-Baik Pendengar ..


Dan Berdo'alah...

Dengan penuh harap, rendah diri, dan suara perlahan...seperti do'a yang diajarkanNya:

"Rabbi adkhilnii mudkhala sidqin-wa akhrijnii mukhraja sidqin-waj 'al lii min-ladunka sulthaanan nashiraa".
Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (QS. Al Israa 17:80)

Telah datang yang benar dan telah lenyap yang bathil. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al Israa 17:81)


Ataupun do'a-do'a lain yang menjadi keinginan..
Hantarkan ia dengan bahasa yang mudah bagimu...dan Jangan pernah merasa sungkan...


Sabda Rasullullah Sallallahu Alaihi Wassalam:
"Sesungguhnya Rabbmu itu pemalu lagi pemurah, merasa malu apabila tidak mengabulkan do'a kepada hambaNya yang mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a lalu dikembalikan kosong."


Dan Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Qur'an. (QS. Al Muzzammil 73:20)

Dan Bacalah Qur'an itu secara perlahan-lahan. (QS. Al Muzzammil 73:4)


Untuk apa Ia menyuruhmu membaca Surat CintaNya (Qur'an) wahai sahabatku...?

Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al Israa 17:82)


Nah...bagaimana keadaanmu sekarang...?Terasa ringan bukan?
Insya Allah...Dan saat-saat yang indah bersamaNya ini tak'kan pernah kau lupakan. Dimana engkau akan senantiasa rindu dan ingin s'lalu menjumpaiNya.
Jika tak bertemu sehari saja. Ada sesuatu yang hilang. Ia pun semakin sayang dan semakin cinta padamu. Masya Allah....


Tetapi sahabat...Tahukah dirimu kenyataan yang sebenarnya...?
Sesungguhnya Sang Kekasih itu senantiasa ada bersamamu.
Tak pernah jauh...Dia begitu dekat...sangat dekat...
Mampukah engkau menangkap keberadaanNya...?
(QS. Al Baqarah 2:186), (QS. Qaaf 50:16), (QS. Al Baqarah 2:115), (QS. Al Hadiid 57:4)


Dia ada di sini...Melihat aku menulis untukmu...Dan melihatmu...
Yang kini sedang meresapinya...

Dengarkan bisik Qalbumu...Dan engkaupun akan tahu jawabannya..


Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ketempat yang terpuji.
(QS. Al Israa' 17:79)

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih menguatkan (jiwa) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al Muzzammil 73:6)


Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (Kepada Allah). (QS. An Nahl 16:102)


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al Baqarah 2:186)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkanoleh hatinya, dan Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya (QS. Qaf 50 : 16)

Dan kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka kemana saja kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui) (QS. Al Baqarah, 2:115).

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya.
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Hadid 57 : 4)


Sesungguhnya, Sang Kekasih itu senntiasa ada bersama kita , tak pernah jauh. Dia begitu dekat, sangat dekat. Mampukah kita menangkap keberadaan-Nya ?



Walllahu a'lam bishawab,

:: MERAIH SURGA TANPA HISAB


Bismillahirrahmannirahim,

ORANG Muslim yang masuk surga ada 3 macam, yaitu:
Langsung masuk surga tanpa hisab (dihitung kebaikan dan keburukannya),
Masuk surga setelah dihisab, dan
Masuk surga setelah diadzab terlebih dahulu di neraka.


Tentunya semua orang akan mengidam-idamkan masuk surga tanpa harus masuk neraka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin ini adalah pertanyaan yang terlintas di benak setiap orang secara spontan begitu membaca judul ini.




MENYEMPURNAKAN TAUHID


"In a world where people are surrounded by darkness, ignorance and fear, it is a sign of hope to be celebrating Islam's message of peace and light, and the last great Messenger, born and chosen to deliver them to all mankind" - Yusuf Islam
Agar masuk surga tanpa hisab, syarat yang harus dipenuhi adalah membersihkan tauhid dari noda-noda syirik, bid’ah, dan maksiat.


Allah subhana wa Ta'ala berfirman,


“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (lurus). Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Rabb).” (An Nahl: 120)


Dalam ayat ini, Allah memuji Nabi Ibrahim dengan menyebutkan empat sifat, yang apabila keempat sifat ini ada pada diri seorang insan, maka ia berhak mendapatkan balasan yang tertinggi, yaitu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.






MENCONTOH PARA NABI DALAM BERTAUHID


Di dalam الْقُرْآنَ Allah memberikan uswah (teladan) kepada kita pada dua sosok manusia yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ‘alaihimashsholaatu was salaam. Allah berfirman,


“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’.” (Al Mumtahanah: 4)




Perhatikanlah, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menjadi teladan dengan memurnikan tauhid dengan cara berlepas diri dari kesyirikan.


Dalam ayat selanjutnya, Allah berfirman,


“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian.” (QS. Al Mumtahanah: 6)




Tidak diragukan lagi, balasan yang paling besar dan keselamatan yang dimaksud adalah masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Itulah keselamatan yang hakiki yang dinanti oleh setiap jiwa yang pasti akan merasakan mati.




Allah juga berfirman tentang Nabi kita صلیﷲ علیﻪ و سلم محمدا ,


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) ﺮﺴﻮلﷲ itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab: 21)




Nabi Muhammad adalah orang yang paling paham tentang tauhid, maka orang yang hendak mempraktekkan tauhid dalam dirinya harus mencontoh ajaran beliau. Ya Allah, masukkanlah kami dalam golongan orang yang mengharap rahmat-Mu dan banyak menyebut-Mu.




PATUH TERHADAP PERINTAH ALLAH


Nabi Ibrahim adalah seorang yang sangat patuh kepada Allah, teguh dalam ketaatannya dan senantiasa berada dalam ketundukannya, apapun keadaannya. Buktinya ketika beliau diuji dengan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, beliau pun tetap patuh melaksanakannya (Qoulul Mufid karya Syaikh Al Utsaimin). Begitu juga keturunannya, pemimpin para Nabi Muhammad صلیﷲ علیﻪ و سلم , hamba Allah yang paling taat. Allah berfirman,


“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?” (Az Zumar: 9)


"Yang paling jauh bukannya bintang, mentari pun jua rembulan, tetapi adalah masa yang berlalu dan tidak akan kembali. Kemarin yang luput menjadi secangkir kenangan, semalam yang terluput mengukir sesalan yang ada hanya hari ini dan akan datang, gunakanlah hari ini dengan sebaiknya, kerana esok belum tentu milik kita, sedangkan semalam telah pergi buat selamanya" - Imam Al-Ghazali






KELUAR DARI KEGELAPAN SYIRIK MENUJU CAHAYA TAUHID


Ibnul Qoyyim mengatakan, “Hanif adalah menujukan ibadah hanya kepada Allah (tauhid) dan berpaling dari peribadatan kepada selain-Nya (syirik).” (Fathul Majid). Inilah sifat orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yakni betul-betul menjaga kemurnian tauhidnya dengan berpaling sejauh-jauhnya dari kesyirikan dengan segala macam pernak-perniknya. Mujahid berkata, “Nabi Ibrahim adalah seorang imam walaupun beliau beriman seorang diri di tengah kaumnya yang kafir.” (Tafsir Ibnu Katsir, An Nahl: 120). Maksudnya beliau adalah sosok yang selamat dari kesyirikan baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan.” (Al Jadid karya syaikh Al Qor’awi). Maka untuk memurnikan tauhid, kita harus berpaling dari syirik dan pelakunya.






TAWAKKAL KEPADA ALLAH, ADALAH KUNCINYA


Mari kita simak sabda Nabi yang paling kita cintai dan sangat mencintai umatnya, Muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam tentang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Beliau bersabda,


“Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat ﺮﺴﻮلﷲ shalAllahu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Allah.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu ﺮﺴﻮلﷲ shalAllahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur[1] , serta mereka bertawakal kepada Allah.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.’” (HR. Al Bukhori dan Muslim)




Di antara pelajaran paling berharga yang bisa dipetik dari hadits ini adalah bahwa tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan cara disundut dengan besi panas (kayy), dan tidak menganggap akan mengalami kesialan setelah mendengar atau melihat sesuatu (tathoyyur) merupakan wujud dan realisasi dari tawakkal kepada Allah. Karena itulah ﺮﺴﻮلﷲ menganjurkan kepada umatnya agar tidak melakukan ketiga hal tersebut, karena pengaruh ruqyah dan kayy yang sangat kuat sehingga dikhawatirkan seorang hamba menggantungkan harapan kesembuhannya kepada cara pengobatan tersebut dan bukannya bersandar kepada Allah.


Nota:


[1]Tathoyyur atau thiyaroh secara bahasa diambil dari kata thair (burung). Hal ini dikarenakan tathoyyur merupakan kebiasaan mengundi nasib dengan menerbangkan burung; jika sang burung terbang ke kanan, maka diartikan bernasib baik atau sebaliknya jika terbang ke kiri maka berarti bernasib buruk. Dan tathoyur secara istilah diartikan menanggap adanya kesialan karena adanya sesuatu .


Walaupun pada asalnya anggapan sial ini dengan melihat burung namun ini hanya keumuman saja. Adapun penyandaran suatu hal dengan menghubungkan suatu kejadian untuk kejadian lain yang tidak ada memiliki hubungan sebab dan hanya merupakan tahayul semata merupakan tathoyur. Misalnya, jika ada yang bersin berarti ada yang membicarakan, jika ada cicak jatuh ke badan berarti mendapat rezeki, jika ada makanan jatuh berarti ada yang menginginkan dan kepercayaan-kepercayaan yang tidak ada dasarnya sama sekali.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللّهُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ


Artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raaf [7]:131)




Kesimpulannya, keadaan orang yang akan masuk surga sangat tergantung dari kadar tawakkal setiap orang, semakin tinggi tingkat tawakkalnya semakin tinggi pula tingkat kesempurnaan tauhidnya. Allahlah tempat kita bersandar sepenuhnya dan menyerahkan segala urusan.


Semoga Allah memberi kita kemampuan , kemudahan serta rahmat karunia Nya . Aamiin








Wallahu a’lam bishawab


(Disarikan dari kajian Kitab Tauhid bersama Al Ustadz Abu Isa -hafizhohullah-)


Nurdin Abu Yazid

:: MENJAWAB ADZAN INSYA ALLAH KELAK MASUK SURGA



Bismillahirrahmannirahim,

Adzan adalah sebuah panggilan untuk kita supaya segera melaksanakan ibadah shalat . Apabila kita sedang mendengarkan suara adzan ,maka sebaiknya kita segera menghenti
kan segala aktifitas kita sambil menunggu adzan selesai . Dan kita hendaknya mengucapakan sebagaimana suara adzan tersebut kecuali pada bacaan '' Hayya alash shalaa '' dan '' Hayya alal falaa ,maka mengucapkan :

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ '' La haula walaa quwwata illa billah "


Rasulullah shallahu alaihiwasalam bersabda :

" Apabila muadzin mengucapkan, ”Allahu Akbar Allahu Akbar,” lalu salah seorang dari kalian menjawab, ’Allahu Akbar Allahu Akbar’, kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anla Ilaha Illallah,’ dia menjawab,’ ’Asyhadu Anla Ilaha Illallah’, kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah,’ dia menjawab,’ ’Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah’, kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Alash Sholah.’ dia menjawab ’La Haula Wala Quwwata Illa Billah,’ kemudian muadzin mengucapkan,’Hayya Alal Falah,’ dia menjawab, ’La Haula Wala Quwwata Illa Billah,’ kemudian muadzin mengucapkan,’Allahu Akbar Allahu Akbar,’ dia menjawab, ’Allahu Akbar Allahu Akbar,’ kemudian muadzin mengucapkan, ’La Ilaha Illallah,’ dia menjawab ,’La Ilaha Illallah,’ dan semua itu dari hatinya, niscaya dia masuk surga” (HR.Muslim)


Nabi Muhammad bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ
“Apabila kalian mendengar azan, maka jawablah dengan seperti apa yang diucapkan muazzin.” (HR. Al-Bukhari -Muslim)


Kemudian setelah adzan selesai hendaknya kita membaca doa dibawah ini , sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang berjanji akan memberikan syafaat kepada siapa yang sesudah adzan membaca doa yang didalamnya mengandung permohonan agar nabi Muhammad saw ditempatkan di al-Wasilah (derajat yang tertinggi di surga), sabda beliau:

“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bersholawatlah kepadaku, karena barang siapa bersholawat kepadaku satu kali niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-Wasilah (kedudukan tertinggi) kepada Allah untukku, karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barang siapa memohon al-Wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat” (HR. Muslim 2/327)


DOA SETELAH ADZAN

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allaahumma rabba haadzihid da’watid taammah, wasshalaatil qaa imah, Aati Muhammadanil wassilah .Wal fadhilata Wab'atshu maqaamam'mahmuudalladzii wa’adtah .innaka laa tukhliful mii-aad . .

Artinya : Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji


WAKTU ANTARA ADZAN - IQOMAH MUSTAJAB

Berdoa untuk diri sendiri /orang lain antara adzan dan iqamah sangat dianjurkan , sebab doa antara adzan dan iqamah adalah waktu dikabulkan /mustajab (HR At Tirmidzi , Abu Dawud - Ahmad )