
Bismillahirrahmannirrahim,
Dua orang anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.
“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.
“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.
Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.
Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.
“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.
“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.
“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang itu. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”
Mencari solusi dalam problematika hidup tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.
Begitulah kehidupan. Kadang kita tak menyadari bahwa mencari solusi dari sebuah masalah itu tidak selalu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi dan berbagi. Dari mereka itulah, kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan , dengan cara yang Allah kehendaki.
Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, maka ia akan memberimu bola!”.
Oleh karena itu janganlah pernah letih dengan pekerjaan memberi karena dengan memberi setiap langkah kita selalu diringi dengan solusi..
Barakallahufikum ..

Pada saat akan meninggal, dalam keadaan kritis, Raja terkenal dari Macedonia, yaitu Alexander the Great atau Iskandar Agung... berkata pada para dokter yang merawatnya :
"Ambillah 1/2 dari kekayaanku, jika kamu dapat mengantarkan aku untuk menemui ibuku sebentar saja "
Dokter menjawab :
"Jangankan separuh, bahkan seluruh kekayaan Baginda diberikan kepada hamba semuanya, hamba pun tidak akan mampu menambah 1 tarikan nafas"
Mendengar jawaban tersebut , air mata pun berlinang di pipi sang Raja, dia berkata :
" Seandainya aku tahu begitu berharganya 1 tarikan nafas, maka aku tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu hanya untuk mengejar kekuasaan "
Kemudian sang Raja pun berpesan, agar nanti sewaktu diarak dalam peti mati menuju peristirahatannya yang terakhir, ia minta agar kedua tangannya dikeluarkan, agar setiap rakyatnya dapat melihat bahwa Alexander Agung yang hebat dan mampu menguasai wilayah terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia ini ternyata harus berpulang dengan tangan kosong...
Tidak memiliki apa-apa dan tidak membawa apa-apa ...
Kelahiran & kematian adalah awal & akhir, ..
Dan yang terpenting dari hidup ini adalah bagaimana kita mengisi kehidupan yang ada diantara ke duanya, ..
Begitu berharganya sebuah tarikan nafas ..
Bismillahirrahmanirrahim,
" Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; ...."
(QS. Al Ahzaab 33:4)
Bagaimana satu hati akan mencintai dua hal secara bersamaan ? Bagaimana dunia dan akhirat ada bersamaan didalamnya ? Bagaimana makhluk dan Khaliq bisa berkumpul didalamnya ? Bagaimana keduanya dapat beriringan didalam satu hati?
Setiap wadah akan penuh dengan apa yang ada didalamnya. Amal-amal adalah gambaran dari 'itikad, lahiriah adalah cerminan bathin. Lahir itu gambaran pertanda bagi bathin. Dan bathin akan terlihat jelas dihadapan Rabb nya .
Hati yang mencintai Khaliq , akan lebih mengutamakan Nya dari selain Nya .. hati yang didalamnya dipenuhi dunia, maka ia tidak akan menerima adanya akhirat.
Apabila hati diperuntukkan bagi Khaliq, sedang wajahnya menghadap makhluk, maka ia dapat memandang mereka demi kemashlahatan mereka sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka.
Wallahu a'lam ....
'Fathur Rabbani' - Syaikh Abdul Qadir al Jilany.Pengingat untuk jiwaku .. Rabb, karuniakan istiqomah sampai akhir hayatku , dalam puncak kerinduanku kepada MU .. aamiin.

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “Mau nonton apa saya malam ini?”, Mbah Sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru. Ketika Mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“Wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”
Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.
“Wah mas gak ada uang pas ya?”
“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian”
“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”
“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”
Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas bekerja dan tak putus berusaha. Insya Allah akan terbuka jalan."
Waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMu.”
Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
“Wah kebetulan kita ketemu disini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”
Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”
“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Alhamdulillah , Hari ini saya tes wawancara, dan Allah menolong saya. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis pak. Saya mohon doanya ya pak ”
Tak kuasa menahan rasa haru yang sangat, Mbah Sarno terguguk menangis. Terima kasih ya Allah atas rejeki Mu hari ini .. sungguh benar Engkau begitu dekat ..

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat berjamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yang masih kanak-kanak melaksanakan semua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat.
Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat telah membuat anaknya
penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.
Namun sungguh menakjubkan, diusianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat, "Ibu, dengan shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dengan baik, tugas sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain."
Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yang dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami.
Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya. Sang suami berusaha menghibur istrinya yang cemas dengan mengatakan, "Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak- kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula."
Hari pun terus bergulir, ucapan sang suami yang menjadi harap sang ibu belum juga muncul tanda-tanda akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk selalu shalat berjamaah di masjid.
Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, takut dan cemas membayangi hatinya. Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yang terbuka saat terdengar lamat-lamat kata bercampur isak tangis.
Sang buah hati terlarut dalam khusyuknya doa, "Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk
kepada ayahku , sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka." Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati.
Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya. Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya, "Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku.
Ya Allah , sayangilah mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku." Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia dekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kepada buah hatinya, "Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu.
" Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah-perintah Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya. Subhanallah,,, Maha Suci Allah ..Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hambaNya ..
hidayah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..
"Ya Allah, ampunilah dosa kami & dosa kedua orang tua kami. masih terbayang air mata ibu yang mengalir & rintihannya disetiap malam ketika berdoa memohon kepadaMu untuk kebahagiaan kami, anaknya. Sayangilah Ibu & ayah kami sebagaimana beliau meyayangi kami sewaktu kecil.
Ya Allah, Muliakanlah mereka, tiada pernah kami sanggup menggantikan setiap tetes air mata ibu & keringat ayah.. serta doa dan pengorbanan mereka ...aamiin yaa Robbal alamin ..
Bismillahirrahmaanirrahhiim,
Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi :
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di surga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada surga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril as.”
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril as akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Wallahu a'lam.
------------
Doa Nabi Yusuf 'alaihis salam:
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Ya Allah , Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.” (QS. Yuusuf: 101) , Aamiin Allahumma aamiin ..
Bismillahirrahmanirrahiim,,

SUJUD adalah saat paling dekat dengan Allah...
Karena ketika bersujud, jiwa dan raga tunduk berserah dihadapanNya,dengan menyadari bahwa diri begitu lemah dan hina tiada daya dan upaya dalam hidup ini kecuali dengan kekuasaan dan pertolongan Allah ...
Menyerahkan hidup , mati , dan segala urusan kepada Nya . Dengan sujud inilah hati yang gelisah, kering, dan berat akan terasa lebih ringan , tenang, dan dekat dengan Allah.
Dan dengan bersujud ini pulalah sebagai hakikat dari penciptaan kita, bahwa kita tiadalah diciptakan oleh Allah kecuali untuk beribadah serta tunduk patuh kepadaNya ...
Hanya kepada Allah-lah SUJUD (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan SUJUD pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (Q.S. Ar Ra’d :15)
Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera BERSUJUD seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (Q.S As Sajdah : 15)
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang SUJUD yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.
(Q.S. At Taubah : 112)
Sungguh... , tidaklah kamu BERSUJUD kepada Allah sekali SUJUD kecuali dengannya Allah menaikkanmu satu derajat, dan menghapus darimu satu kesalahan..." (HR. Muslim)