::: KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN :::



Bismillahirahmannirahim,


~DOA MOHON PERLINDUNGAN DARI BANYAK HUTANG~

Allahumma inni a'uudzubika minal hammi wal hazani wa 'auudzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa 'auudzubika min gholabatid daini wa qohrir rijaali.

~ artinya :"Wahai Allah , aku berlindung kepada Mu dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dalam kemalasan , dari sifat pengecut dan bakhil dari banyak hutang dan kezaliman manusia ". . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


~DOA MEMINTA CAHAYA~


Allahummaj'al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuraan wa fii basyarii nuuraan wa fii sam'ii nuuraan wa 'an yamiinii nuuraan wa 'an yasaarii nuuraan wa min fauqii nuuraan wa min tahtii nuuraan wa min amaa mii nuuraan wa min khalfii nuuraan waj'al lii fii nafsii nuuraan wa a'dhzim lii nuuraan

~ artinya : Ya Allah jadikanlah pada hatiku cahaya. Pada lisan (lidahku) satu cahaya. Pada mataku satu cahaya. Pada telingaku satu cahaya. Disebelah kananku satu cahaya. Disebelah kiriku satu cahaya. Didepanku satu cahaya. Dibelakangku satu cahaya. Dan jadikanlah pada diriku satu cahaya dan Perbesarkanlah untukku satu cahaya (HR Bukhari Muslim)



~DOA KELUARGA SAKINAH~:

Rabbana Hab Lanaa Min Azwaajinaa Wadzurriyaatiina Qurrata A'Yunin waj'alnaa lilmuttaqiina Imaamaa
~artinya : "Ya Tuhan kami Berikanlah kepada kami istri/suami dan anak keturunan yang menyejukkan mata dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.



~DOA RUMAH BERKAH ~:

Rabbi andzilnii Mundzalammubaa rakawwanta khairulmundziliin
~Artinya :" Ya Tuhan kami ! Tempatkanlah kami di tempat yang penuh dengan keberkahan, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang menempatkan.


~DOA MENGHADAPI BAHAYA / ANCAMAN~

Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhalimiin.
Bismillahil ladzii la yadhurru Ma'asmihi syaiun fil ardhi walaa fissamaa'i wahuas samii'ul 'alim.
~Artinya : Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Maha suci Engkau Ya Allah , sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang sering berbuat zalim.
Dengan menyebut nama Allah , yang dengan kebesaran namaNya, tidak akan ada sesuatu yang dapat membahayakan , baik yang berada di bumi maupun di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


~DOA AGAR DITETAPKAN HATI ( Tidak tergelincir hati setelah diberi petunjuk oleh Allah)~

Rabbana laa Tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka Rahmatan innaka antal wahhab

~Artinya : Ya Tuhan kami Janganlah engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau tunjukkan jalan yang benar kepada kami, dan berikanlah kepada kami dari sisi-Mu Rahmat kasih sayang, sesungguhnya Engkau Maha memberi ( Ali Imran : 8)



~DOA MOHON REZEKI~

"Allaahumma rabbanaa anzil 'alaynaa maaidatan minas samaa-i takuunu lanaa 'ildan li-awwalinaa wa-aakhirinaa wa-aayatan minka warzugnaa wa anta khayrur raaziqiina.

Artinya:
"Ya Allah, ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit, (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami dan bagi orang-orang yang datang sesudah kami, dan (turunkanlah ) tanda kekuasaan-Mu dan berilah rezeki kepada kami, karena Engkau-lah sebaik-baik pemberi rezeki." (Qs. Al Maidah : 114)



~DOA SELAMAT~

Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiini, wa’aafiyatan fil jasadi, wa ziyaadatan fil ‘ilmi, wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal mauti.
Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minan-naari, wal ‘afwa ‘indal hisaabi.
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz-hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhab.
Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanatan, wa fil aakhirati hasanatan, wa qinaa ‘adzaaban-naari.

~Artinya :
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu akan keselamatan dalam agama, kesehatan dalam badan, bertambah dalam ilmu, keberkatan dalam rejeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati.
Ya Allah, ringankanlah kami ketika sakratul maut, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka, dan memdapat ampunan di hari perhitungan amal.
Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemurah.
Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.


.~ DOA MENDAPATKAN JODOH ~

"Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a'yuniw, waj'alna lil muttaqiena imaamaa."

Artinya:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh [2] kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa." (QS 25:74)


2.~ DOA AGAR DIMUDAHKAN MENDAPATKAN JODOH ~


“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”.

Artinya:
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik2nya dzat yang mewarisi”.

 

 3.~ DOA BAGI LAKI-LAKI YANG BERHARAP JODOH~

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.


4. ~ DOA BAGI WANITA YANG BERHARAP JODOH~



“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.


5. ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN”.

Artinya:
“Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”.


6. "ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIR".


Artinya:
Ya Robb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (Q.S. 28 : 24)


7. “HASBUNALLOOH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR”.

Artinya:
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong". (Q.S. 3 : 173 & 8 : 40).


8. “ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ‘ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa”. (Q.S. 25 : 74)


~ DOA AGAR MENINGGAL DALAM KEADAAN KHUSNUL KHATIMAH~


اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”


 

1.~ DOA MENOLAK BENCANA~-1

Laa ilaaha illalaahul kariimul 'azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi.
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil
aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naari.

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha
Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR.
Nasa'i) Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat.
Lindungilah kami dari siksa neraka.
(HR. Bukhari dan Muslim)

 

 2.~ DOA MENOLAK BENCANA ~

Allahummaksyif anna minal balaa-i wal wabaa-i wal ghalaa-i wal qanthi wa jamii'il amraadhi wa mautil fuj-ati wath thaa'uuni maa laa yaksyifu ghyruka.

Artinya : Ya Allah , singkirkanlah dari kami bala', penyakit , mahalnya harga, kelaparan, tha'un dan mati mendadak, yang kesemuannya itu tidak ada yang bisa menyingkirkan kecuali Engkau.









Bulan Cahaya  (semoga Allah merahmati ..)

::: SAAT TERINDAH DALAM HIDUP MANUSIA ...




Bismillahirrahmannirahim,

Allah subhana wa Ta'ala berfirman :
“Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya (Allah Ta’ala), maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan Allah dengan apapun dalam beribadah kepada-Nya.” (al-Kahfi: 110)


SAAT yang paling indah di akhirat kelak adalah ketika bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah saat terindah yang dinanti-nantikan oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu saat ketika bertemu dengan-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan dan kemuliaan dari-Nya. (lihat kitab Fathul Baari, 4/118)

Dalam sebuah doa dari Imam Hasan al-Bashri,

>> “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalan kami sebelum ajal (menjemput) kami, dan jadikanlah sebaik-baik hari (bagi) kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu.” (Dinukil oleh Imam Harits bin Abi Usamah dalam Musnad al-Harits, 2/756 – Bugyatul Baahits)

Mereka inilah orang-orang yang mencintai perjumpaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah-pun mencintai perjumpaan dengan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

>> “Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya.” (Hadits shahih riwayat al-Bukhari - Muslim).



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kegembiraan orang yang bertakwa ketika bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan amal shaleh yang mereka lakukan di dunia, dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

>> “Orang yang berpuasa akan merasakan dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabb-nya (Allah Subhanahu wa Ta’ala).” (Hadits shahih riwayat al-Bukhari - Muslim)

Kemudian, saat yang paling indah bagi orang-orang yang beriman ketika berjumpa dengan Allah Ta’ala adalah saat mereka memandang wajah-Nya yang Mahamulia. Inilah kenikmatan tertinggi yang Allah janjikan bagi mereka yang melebihi besarnya kenikmatan lainnya yang ada di surga. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman ,

>> “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Yuunus: 26)



Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

>> “Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian (wahai penghuni surga) menginginkan sesuatu sebagai tambahan (dari kenikmatan surga)?’ Maka mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari (azab) neraka?’ Maka (pada waktu itu) Allah Membuka hijab (yang menutupi wajah-Nya Yang Mahamulia), dan penghuni surga tidak pernah mendapatkan suatu (kenikmatan) yang lebih mereka sukai dari pada melihat (wajah) Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat tersebut di atas (Hadits shahih riwayat Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa kenikmatan melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kenikmatan yang paling mulia dan agung, serta melebihi kenikmatan-kenikmatan di surga lainnya


>> ”(Kenikmatan) yang paling agung dan tinggi (yang melebihi semua) kenikmatan di surga adalah memandang wajah Allah yang Mahamulia, karena inilah “tambahan” yang paling agung (melebihi) semua (kenikmatan) yang Allah berikan kepada para penghuni surga. Mereka berhak mendapatkan kenikmatan tersebut bukan (semata-mata) karena amal perbuatan mereka, tetapi karena karunia dan rahmat Allah.” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 4/262)


******

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan kenikmatan tertinggi ini dengan sifat kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala yang disebutkan dalam hadits di atas, yaitu selalu merindukan perjumpaan dengan Allah Ta’ala.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam doa beliau,

>> “(Ya Allah) aku meminta kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia), tanpa adanya bahaya yang mencelakakan dan fitnah yang menyesatkan.” [HR An Nasa-i )


Imam Ibnul Qayyim juga menjelaskan keterkaitan dua hal ini, yaitu bahwa kenikmatan tertinggi di akhirat ini (melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala) adalah balasan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang yang selalu mengharapkan dan merindukan pertemuan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu kekasih-Nya yang telah merasakan kesempurnaan dan kemanisan iman, yang wujudnya berupa perasaan tenang dan bahagia ketika mendekatkan diri dan berzikir kepada-Nya.

Atau dengan kata lain, orang yang akan menjumpai saat yang paling indah dan dinanti-nantikan di akhirat ini, yaitu saat melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Mahamulia, adalah orang yang ketika di dunia dia merasakan bahwa saat terindah dalam hidupnya adalah ketika dia beribadah dan mendekatkan diri kepada Zat yang dicintainya, Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Demikianlah gambaran saat-saat paling indah bagi para kekasih Allah ‘Azza wa Jalla di dunia dan akhirat.

Maka, berbahagialah hamba Allah yang menjadikan saat terindah dalam hidupnya ketika dia beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbahagialah dengan kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut ini (maksudnya),

>> “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (ber-istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan memberi kabar gembira), ‘Janganlah kamu merasa takut dan bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah penolong-penolongmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta.’ Sebagai hidangan (balasan yang kekal bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fushilat: 30-32)


Dalam ayat lain, Allah berfirman,

“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali (kekasih) Allah itu, tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Yunus: 62-64)


Ya Allah,
dengan segala kelemahan kami datang kepada MU,
karuniakanlah kepada kami kenikmatan memandang wajah-Mu , kerinduan dan kecintaan untuk bertemu dengan-Mu,
tanpa adanya bahaya yang mencelakakan dan fitnah yang menyesatkan.” Aamiin ya Mujib ..



Wallahu a'lam bishawab,
Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni

::: NASIHAT PERKAWINAN UNTUK PUTRIKU ..



Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa memanjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku (Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin, red) akan sampaikan :


Anak-anakku..,
Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya Allah.


Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA.

Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-
“Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatahan kepada robb-nya.”


Menikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:
“Menikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.”


Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.


Oleh karena itu…,kepada calon suami anakku…
Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam:
“Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)


Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka.
Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH.
Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:
“Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.” (An-Nisaa’:19)


Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian”


Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-;
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya”

“Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga”.

“Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.” (An-Nisaa’: 34)


Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.


Kepada putriku…
Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :
“Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)


Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya (dikarenakan beratnya beban dan amanah yan dipikul oleh suami terhadap istrinya di dunia dan dihadapan Allah kelak) .”

Namun sebesar apa cinta kalian berdua, tetapkanlah Cinta kepada Allah adalah yang nomor satu dan paling utama ..


Wahai putriku…
Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.
Layani ia dengan kehangatanmu…
Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…
Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…
Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…
Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…
Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”


Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.

Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.”


Anak-anakku…,
Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.


Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.”

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.”

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.


Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.


Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.


Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:
(Artinya): “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.” (Ali Imran: 139)


Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah

“Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah” (HR: Ibnu Majah)





Oleh: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin

::: DOA SEORANG ANAK , SEBUAH KISAH YANG MENGETARKAN ..








Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yg masih kanak2 melaksanakah smua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat tlah membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.


Namun sungguh menakjubkan, di usianya yg tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dgn polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dgn halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat, "Ibu, dgn shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dgn baik, PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain."


Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yg dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya.

Sang suami berusaha menghibur istrinya yg cemas dgn mengatakan, "Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak-kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula."

Hati pun terus bergulir, ucapan sang suami yg menjadi harap sang ibu blm juga muncul tanda2 akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk slalu shalat berjamaah di masjid.

Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, takut dan cemas membayangi hatinya.

Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yg terbuka saat terdengar lamat2 kata bercampur isak tangis. Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa,

"Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk kepada ayahku , sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka."

Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati. Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya.

Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya,

"Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. Ya Allah , sayangilah mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku."

Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kpd buah hatinya,

"Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu."

Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah2 Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya.


Subhanallah,,, Maha Suci Allah ..
Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hamba Nya .. hidayah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..

::: BEGITU BANYAKNYA KEUTAMAAN BERDZIKIR ...


Bismillahirahmannirahim,

Subhanallah, Maha Besar dan Penyayangnya Allah kepada seluruh hamba Nya .. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , keluarga dan para sahabatnya. aamiin.

Berikut adalah keutamaan-keutamaan dzikir yang disarikan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Al Wabilush Shoyyib. Seoga semakin memotivasi untuk tidak lalai dari dzikir, apalagi dzikir yang banyak disebut kalam Allah yaitu majlis ilmu yang mengkaji Al Kitab dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.


• Pertama, mengusir setan.

• Kedua, mendatangkan ridho Ar Rahman.

• Ketiga, menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.

• Keempat, hati menjadi gembira dan lapang.

• Kelima, menguatkan hati dan badan.

• Keenam, menerangi hati dan wajah.

• Ketujuh, mendatangkan rezki.

• Kedelapan, orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

• Kesembilan, mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.

• Kesepuluh, mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.


• Kesebelas, mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah ‘azza wa jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.

• Keduabelas, seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar dzikrnya pada Alalh ‘azza wa jalla. Semakin ia lalai dari dzikir, ia pun akan semakin jauh dari-Nya.

• Ketigabelas, semakin bertambah ma’rifah (mengenal Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.

• Keempatbelas, mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir, akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.

• Kelimabelas, meraih apa yang Allah sebut dalam ayat,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Ingatlah pada-Ku, maka Aku akan melihat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152). Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.


• Keenambelas, hati akan semakin hidup. Ibnul Qayyim pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

الذكر للقلب مثل الماء للسمك فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء ؟

“Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”


• Ketujuhbelas, hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata,

‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ – atau perkataan beliau yang semisal ini -.

• Kedelapanbelas, dzikir menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dzikir, taubat dan istighfar.

• Kesembilanbelas, menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan.

• Keduapuluh, menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan dzikir pada Allah.

• Keduapuluh satu, ketika seorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh.

• Keduapuluh dua, jika seseorang mengenal Allah dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam keadaan sempit.

• Keduapuluh tiga, menyelematkan seseorang dari adzab neraka.

• Keduapuluh empat, dzikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungan rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat.

• Keduapuluh lima, dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan bathil.

• Keduapuluh enam, majelis dzikir adalah majelis para malaikat dan majelis orang yang lalai dari dzikir adalah majelis syaitan.

• Keduapuluh tujuh, orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

• Keduapuluh delapan, dzikir akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di hari kiamat.

• Keduapuluh sembilan, karena tangisan orang yang berdzikir, maka Allah akan memberikan naungan ‘Arsy padanya di hari kiamat yang amat panas.

• Ketigapuluh, sibuknya seseorang pada dzikir adalah sebab Allah memberi untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.

• Ketigapuluh satu, dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.

• Ketigapuluh dua, dzikir adalah tanaman surga.

• Ketigapuluh tiga, pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang berdzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.

• Ketigapuluh empat, senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (Al Hasyr: 19)


• Ketigapuluh lima, dzikir mudah menggerakkan hamba.

• Ketigapuluh enam, dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari berbangkit.



Maha Suci Engkau ya Allah, Segala Puji yang tak terbatas untuk Mu ...
Subhanallah, walhamdulillah, walaa 'ilaaha'ilallah Allahu akbar, Laahaulawalaa quwwata illaa billah ..



Wallahu 'alam bishawab,
Barakallahufikum,
Sumber: Al Wabilush Shoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar ‘Alam Al Fawaid, 94-114 (rumaysho.com)

::: AL QUR'AN , SEMAKIN DIKAJI SEMAKIN HAUS PETUNJUKNYA ..




Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam. Selawat serta salam buat junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah mengikuti baginda Nabi.


Allah subhana wa Ta'ala berfirman:

(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalangnya daripada menerima ajaran Al-Quran)? (Muhammad 47:24)


Perkataan tadabbur dalam ayat di atas bermaksud berusaha memahami al-Quran dengan lebih mendalam.

Rasulullah saw telah memberitahu kita bahwa al-Quran adalah sebaik-baik kitab, sangat istimewa, jika kita tak berusaha mendapatkan manfaat daripadanya tentu kita amat rugi.

Contohnya begini, jikalah kita mempunyai alat teknologi yang canggih seperti telefon yang mahal, ada GPS ada internet dan lain-lainnya, tetapi kita tak mampu menggunakan semaksimalnya disebabkan kita tidak berpengetahuan; maka manfaatnya hanya dapat diambil sekadarnya saja . Berbeda dengan yang benar-benar memahami , tentu manfaatnya lebih lagi. Demikianlah al-Quran.


Dalam sebuah hadis bersumber dari 'Ali bin Abu Talib, diriwayatkan oleh Imam Tirmizi: 'Ali bin Abu Talib berkata:

"Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Ketahuilah wahai 'Ali, sesungguhnya suatu hari nanti akan ada fitnah/ujian yang sangat besar/berat/ ramai tak dapat lari daripada fitnah itu".

Aku bertanya bagaimana jalan keluarnya ya Rasulullah (menyelamatkan diri daripada fitnah). "Wahai 'Ali, satu-satunya cara untuk keluar daripada fitnah itu ialah kembali kepada kitab Allah karena kitab ini berlaku kepada umat sebelum kamu, dan menjelaskan kepada umat sekarang dan umat selepas kamu (esok, lusa, alam barzakh, alam akhirat). Al-Quran juga merupakan kitab pemutus antara kamu bila ada perbedaan. Al-Quran merupakan ketetapan Allah yang tidak boleh diubah-ubah dan bukan gurauan. Siapa yang meninggalkan al-Quran dengan sebab kesombongan pasti Allah akan memeranginya dan sesiapa yang mencari petunjuk selain petunjuk al-Quran niscaya Allah SWT akan menyesatkannya. Al-Quran adalah tali Allah yang sangat kuat dan peringatan yang sangat bijaksana dan dia adalah jalan yang lurus, dan al-Quran ialah kitab yang tidak dapat dikelirukan oleh hawa nafsu. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang tidak pernah bercampur dengan perkataan manusia, 100% asli daripada Allah SWT dan para pengkaji al-Quran tidak pernah merasa kenyang apabila mengkajinya, semakin dikaji semakin lapar karena masih ada penemuan-penemuan baru. Al-Quran tidak akan binasa walaupun ramai yang menentangnya; al-Quran penuh dengan keajaiban-keajaiban, jin tidak henti-henti mendengar hingga ia berkata 'al-Quran memberi petunjuk jalan kepada kami". Siapa saja yang berbicara berdasarkan al-Quran , maka bicaranya bisa dipercaya dan siapa yang ber amal dengan al Qur'an akan diberikan ganjaran, siapa yang berhukum dengannya pasti 'adil. Siapa yang menyeru kepada al-Quran pasti dia akan diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk ke jalan lurus"...


Jika kita ditanya tentang bukti kemukjizatan al-Quran, kita hanya akan dapat menjawab bila kita mentadaburinya .

Dalam ayat 24 Surah Muhammad di atas menjelaskan bahawa inilah satu-satunya ayat yang menyuruh kita tadabbur. Orang yang tidak memahami al-Quran ada dua sebab yaitu :

Pertama: Karena orang itu belum mau (belum ada keinginan) untuk mentadabburi
Kedua : Karena hati orang itu telah tertutup (wal'iyazubillah).

Kita mesti yakin bahwa jika kita belum dapat memahami al-Quran bukanlah berarti hati kita tertutup tetapi adalah disebabkan kita belum mentadabburinya dengan maksimal.


Pengertian tadabbur menurut pakar bahasa al-Quran, Imam Arrabib al-Isfahani ialah kita baca al-Quran bukan sambil lalu, kita tidak perlu risau dengan suara kita, panjang pendek nafas kita, tetapi yang perlu kita upayakan adalah berfikir tentang apa kandungannya, hingga ke satu peringkat kita dapat mengetahui mana yang hak dan mana yang batil. Kemudian setelahnya kita akan mampu ber amal dan berakhlak dengannya.


Semoga Allah senantiasa membukakan hati .., memberi petunjuk, serta kemampuan bagi kita untuk istiqomah dengan Al Qur'an. Aamiin ya Robbal alamin .




Wallahu a'lam bishawab,
—

::: HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL ..





Bismillahirrahmannirahim,

Alhamdulillah, washsholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi. Kalimat ini termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar.Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. ” (QS. Ali ‘Imron: 173)

Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Renungkanlah Maknanya ..

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil“, kata Al Faro’ berarti orang yang mencukupi. Demikian pula kata Ibnul Qosim. Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin). Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, “Maksud ‘hasbunallah‘ adalah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan ‘ni’mal wakiil’ adalah Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.”

Syaikh Al Imam Al ‘Arif rahimahullah berkata bahwa dalam hadits di atas adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya.

Kalimat “hasbunallah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ” (QS. Adz Dzariyat: 50) (Bahrul Fawaid karya Al Kalabadzi)

Allah-lah Yang Mencukupi,..Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3). Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan, “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah, maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barangsiapa menyandarkan diri pada sesuatu, maka hatinya akan dipasrahkan padanya” (HR. Tirmidzi no. 2072, hadits ini hasan kata Syaikh Al Albani). Artinya di sini, barangsiapa yang menjadikan makhluk sebagai sandaran hatinya, maka Allah akan membuat makhluk tersebut jadi sandarannya. Maksudnya, urusannya akan sulit dijalani. Hati seharusnya bergantung pada Allah, bukan pada makhluk. Jika Allah menjadi sandaran hati, tentu urusan akan semakin mudah.


Ya Allah .. Ya Rahman .. Ya Rahim …
Engkau-lah yang mencukupi segala urusan kami, yang mengetahui segala yang bermanfaat bagi kami ... hanya kepada Mu lah sepenuhnya kami bersandar dan hanya kepada Mu lah sepenuhnya kami memohon pertolongan ...

Hasbunallah wa ni’mal wakiil .. ni'mal maulaa wani'mannasiir ..


Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.



Wallahua'lam bishawab,

Muhammad Abduh Tuasikal